ketika baba pulang

30 November, 2016

1. (2009, Efek Babanya sering pergi dinas)

Radya: “Bubu, ini kan rumah mas sama Bubu, ya?”
Bubu: “Ya, enggak lah mas. Ini rumah Baba, kita dititipi untuk menjaganya.”
Radya: “Enggak dong, Bu. Ini rumah mas sama Bubu.”
Bubu: “Lalu, Baba rumahnya di mana, dong mas?”
Radya: “Baba kan rumahnya di kantor.”

2. (2011, Efek Babanya pulang kemalaman)

Tsuraya: “Bubu, kok Baba belum pulang ya? Kan udah malam.”
Bubu: “Baba nanti juga pulang, kok. Mungkin saja kena macet. Dan karena sudah malam, mbak Aya bobok ya.”
Tsuraya pun kemudian tertidur lelap.

Pada pagi harinya, Tsuraya terbangun dari tidurnya dan mendapati Baba yang berpakaian kerja, lalu berkata: “Eh, Baba baru pulang.”
Baba: “Iya sayang, Baba sudah pulang tadi malam, dan sekarang bersiap berangkat ke kantor lagi ya.”
Muah. Peluk dan kecup Baba pada Tsuraya.

3. (2014, Efek Babanya sering lembur)

Athiya: “Bubu, Baba kan kalau pulang malam ya?”
Bubu: “Iya sayang. Kan Baba banyak kerjaannya di kantor, belum lagi kena macet di jalan.”

“Assalamualaikum,” suara Baba menyapa di balik pintu.
Athiya: “Eh, Baba pulang. Kok Baba pulangnya masih siang?”

4. (2016, Efek Babanya pulang kemalaman)

Ketika azan subuh, Athiya terbangun, melihat Babanya mengenakan pakaian batik kerja.
Lalu dia pergi ke Bubunya sambil berkata, “Bubu, lihat tuh. Masak, Baba subuh baru pulang.”
Bubu: “Hahaha. Baba pulang tadi malam, Nak. Sayangnya kamu sudah tidur. Itu Baba mau salat subuh.”

5. (2016, Efek Babanya sebagai yang dirindukan)

“Assalamualaikum,” Baba menyapa dari balik pintu.
Bergemuruh, “Hore, Baba pulang!” Anak-anak langsung menyerbu Bapaknya. Ke pelukan, bahu, paha, dan punggung.
“Siapa yang mau ambilkan air minum untuk Baba?” tanya Bubu

Athiya dan Safiya, langsung berebutan menuju dispenser air, saling sikut mengambil gelas, berlomba-lomba menuju Baba, lalu terdengar raungan tangis Safiya karena dikalahkan oleh kakaknya.

Baba pun menerima gelas dari Safiya dan meminumnya setelah menghabiskan isi gelas yang disuguhkan Athiya. 😀

#family

Iklan

Tiba-tiba

25 November, 2016

​tiba-tiba banyak yang jadi ahli sejarah untuk menampik opini ahli agama

tiba-tiba banyak yang jadi ahli politik untuk menandingi aksi politisi

tiba-tiba banyak yang jadi ahli ekonomi untuk membalik analisis para ekonom

tiba-tiba banyak yang jadi penceramah untuk menjegal langkah para penuntut ilmu
tiba-tiba semua sunyi, lalu terdengar ledakan, orang-orang berlarian, kesana kemari, bertabrakan

saya memejamkan mata, sekilas hening, tercium bau anyir, dan ketika mencoba untuk melek, yang terlihat 
mayat-mayat bergelimpangan, dimana-mana. lalu kemanakah mereka yang tadinya tiba-tiba tadi?
@ndi, 25021438


lemari buku

14 November, 2016

“Sebaik-baik teman duduk adalah buku”, begitu kiranya pepatah arab mengatakan. Alhamdulillah buku-buku bermanfaat yang berada di rak buku saya telah mendampingi saya dalam memelajari agama Islam, baik melalui majelis taklim, siaran radio, maupun siaran dalam jaringan. Buku-buku itu telah hadir melengkapi hari-hari saya dengan ilmu.

Menjadi kebahagiaan kiranya jika ilmu itu bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang-orang di sekitar kita.

Atas kemudahan dari Allah, melalui blog almarikitab.wordpress.com saya membagikan halaman demi halaman buku-buku yang saya baca kepada Anda yang berminat untuk memelajari Islam dari hal-hal yang mendasar.


%d blogger menyukai ini: