Dedikasi

31 Mei, 2017

“Sampai-sampai anak saya bingung, kapan saya bekerja?” cerita si bapak. 

“Ketika saya tanya kenapa, dia jawab: ‘Papa pergi sebelum adek bangun, dan ketika adek tidur papa belum pulang. Tapi setiap akhir pekan, papa bawa kerjaan kantor ke rumah.'” Beliau melanjutkan ceritanya. 

“Saya katakan pada anak saya: Papa minta maaf ya dek, kalau kurang waktu bersama anak-anak Papa. Karena Papa bekerja untuk negara, demi kepentingan republik ini.” Si bapak pun menitikkan air mata. 

Betapa mengharukannya cerita si bapak, membuat saya teringat keluarga di rumah. Saya pun beranjak dari tempat duduk saya, meninggalkan orang-orang yang berdedikasi tinggi itu kemudian pulang dan membeli nasi bakar kesukaan anak lanang saya untuk berbuka puasa di rumah. 

@ndi, 05091438
at Wisma Mulia

See on Path


Warisan

29 Mei, 2017

*28:83*
Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.

_03091438_

#pencarisurga

View on Path


(Tanpa nasi) 

20 Mei, 2017

“Mana nasinya?” tanya bulik. Saya jawab, “Gak perlu pakai nasi, cukup sayur dan lauk saja.”
#supper #lodeh #protein #oseng #daging

View on Path


Khutbah jumat

19 Mei, 2017

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (7: 96)
at Jakarta Convention Center

See on Path


Sejarah 

15 Mei, 2017

Pelajarilah sejarah, nak. Ambillah pelajaran dari orang-orang terdahulu. 
Yaitu dengan melanjutkan kebaikan-kebaikan mereka dan menghindari kekeliruan-kekeliruan mereka.
@ndi, 140517

View on Path


Asar

14 Mei, 2017

Peliharalah semua shalat dan shalat wusta. Dan laksanakanlah (shalat) karena Allah dengan khusyuk. (2: 238)
at Masjid Istiqlal

See on Path


Kapitalisme 

12 Mei, 2017

Kapitalisme itu nir agama, bisa jadi agama dari kapitalisme adalah laba dan omzet. Apapun yang berbau agama,  akan laku dijual. 

Maka daripada itu, Allah pun menawarkan jual beli kepada hamba-hambaNya. Suatu perniagaan yang menguntungkan dan tidak akan rugi selamanya. 

Saatnya Ramadan, bukan hanya meningkatkan penjualan kepada manusia. Melainkan meningkatkan penjualan kita kepada Allah. Yaitu dalam bentuk puasa, salat,  zakat,  sedekah,  dan berbagai bentuk kebaikan. 

Selamat berbisnis Ramadan! 

@ndi, 16081438

View on Path


%d blogger menyukai ini: