Idulfitri 

26 Juni, 2017

Orang dewasa tidak akan pernah mengerti kita: yang berteman tanpa pamrih,  yang bersenda gurau tanpa kepentingan, yang bertengkar tanpa dendam, yang memaafkan tanpa tapi..  …
@ndi, 02101438

View on Path


Damai

22 Juni, 2017

Bagaimanakah kamu mendapati pagi hari ini? 
Terasa begitu damai sejahtera. 
@ndi, 27091438

View on Path


Maafku

21 Juni, 2017

Memaafkanmu adalah melupakan dan menghilangkan kenangan buruk tentang kamu. 

Jika esok kita berjumpa, kuharap senyum dan jabat tanganku adalah bukti nyata permaafan itu. 

Adapun kamu masih menyangka tentang aku, mudah-mudahan Allah memaafkanmu pula. 

@ndi, 27091438

View on Path


Super

21 Juni, 2017

Cinta itu menghangatkan, bukan dihangatkan. Cinta itu memberi bumbu,  bukan dibumbui. Cinta itu soal memberi, bukan sekadar menerima. Cinta itu mencari, bukan dicari. Cinta itu upaya tanpa henti, bukan pasrah menanti. Cinta itu melelahkan, bukan rehat. Cinta itu merelakan, bukan dibiarkan. Cinta itu membagi, bukan dibagi. Cinta itu memaafkan, bukan untuk dimaafkan. 
@ndi, 26091438

View on Path


Zakat

19 Juni, 2017

Manusia itu kikir,  sedangkan Allah Maha Pemurah. 

Dia mewajibkan kita melunasi terlebih dahulu utang-utang kepada sesama manusia sebelum menunaikan zakat, sehingga harta yang kena zakat pun berkurang setelah membayar utang. 

Bagaimanapun, tunaikanlah zakat yang terutang. Karena utang kepada Allah lebih berhak untuk dibayarkan. 

@ndi, 25091438
View on Path


Mad lazim

17 Juni, 2017

Ketika pertemuan antara hamzah dengan hamzah washal, terbaca panjang sekali.

Ketika pertemuan antara singkong dengan teh manis, terasa cocok sekali. 

@ndi, 23091438 — Di Komplek Taman ventura indah

View on Path


Macet

12 Juni, 2017

Satu jam berlalu dari posisi titik biru, tiga jam berlalu dari rumah. Mudah-mudahan belum tiba waktunya nyeruput kopi setibanya di kantor, nih 😲☕🍧
@ndi, 17091438

View on Path


Piala dan Pahala

7 Juni, 2017

“Masyaallah, mbak Aya bisa dapat piala lomba tilawah. Padahal, tadi pagi sempat hilang suaranya,” Baba memuji keberhasilan Tsuraya pada lomba di sekolahnya.

Tsuraya pun memuji Allah, “Alhamdulillah, Ba. Kan ikuti saran Baba, minum minyak zaitun, jangan banyak ngomong, hemat suara.

“Baba, ada teman Aya yang katanya sudah latihan tilawah capek-capek, sampai tidurnya pun sedikit,” Tsuraya berkisah tentang temannya, “bahkan di sekolah sebelum lomba pun latihan lagi, tapi tidak mendapat piala.”

Baba menyimak cerita Tsuraya. “Dia masak bilang begini: Ah ngapain aku capek-capek latihan tilawah, tapi gak dapat juara, percuma.”

“Wah, pasti dia kecewa sekali. Padahal walaupun tidak dapat piala, dia sudah dapat pahala dari Allah,” Baba menanggapi, “Bagaimana menurut mbak Aya?”

Tsuraya menjawab, “Iya ya, tapi kalau Aya, pengennya dapat pahala dan piala, Ba.”

“Hahaha. Alhamdulillah, ini adalah salah satu nikmat yang Allah segerakan balasannya bagi pengemban Alquran,” balas Baba sambil tersenyum.

@ndi, 11091438
#ramadhanceria


Tadarusan

5 Juni, 2017

Salah satu kegiatan rutin di malam-malam bulan Ramadan selain salat tarawih adalah tadarusan, mendaras kitab suci. Dilakukan dalam rangka mengagungkan bulan Ramadan, bulan diturunkannya Alquran.

Bentuk tadarusan ada yang berjamaah dan ada yang bersendirian. Yang berjamaah pun ada yang bersama-sama membaca, ada yang bergantian sambil menyimak, ada yang membagi halaman untuk dibaca masing-masing.

Cetakan mushaf yang dibaca pun beraneka ragam. Ada yang membawa cetakan timur tengah, ada pula yang cetakan Indonesia. Ada yang Quran pojok, ada pula yang sambung. Ada yang full Alquran, ada pula yang dengan terjemahan bahkan tafsir. Semuanya sudah ditashih oleh lembaga yang berwenang. 

Untuk Quran pojok dengan rasm standar Utsmani, pun berbeda-beda. Ada yang monochrom ada yang berwarna sebagai penanda tajwid. Untuk yang monochrom,  tajwid dibedakan oleh bentuk tanda baca. Namun ada pula yang tidak dibedakan sehingga perlu menguasai ilmu tajwid terlebih dahulu. 

Qiraat yang diwariskan kepada jamaah kebanyakannya sama, mengambil riwayat mutawatir Imam Hafsh dari Imam Ashim menurut jalur Imam Syathibi. Barangkali di level tadarusan yang lebih tinggi, bisa saja dari bermacam jalur hingga sepuluh qiraat. 

Dari tadarusan saja kita belajar pluralitas, keanekaragaman bentuk mushaf dan bacaan. Sehingga tidak bisa mengklaim kebenaran secara sepihak. Juga belajar toleransi terhadap yang masih belajar membacanya terbata-bata, dan sabar bagi yang sudah mahir untuk mengajarkan.

Benarlah sabda Nabi _shallallahu alaihi wasallam_ bahwa orang yang terbaik adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya. 

@ndi, 10091438
View on Path


Wanita pilihan Bung Karno

2 Juni, 2017

#pancasila #pekanpancasila

“Saya lebih menyukai wanita kolot yang setia menjaga suaminya dan senatiasa mengambilkan alas kakinya. Saya tidak menyukai wanita Amerika dari generasi baru, yang saya dengar menyuruh suaminya mencuci piring,” kata Soekarno kepada Fatmawati.

“Saya menyukai perempuan yang merasa bahagia dengan anak banyak. Saya sangat mencintai anak-anak,” katanya.

***

[Bung Karno Masa Muda]

Bung Karno menikahi Fatmawati pada 1 Juni 1943.

View on Path


%d blogger menyukai ini: