Piala dan Pahala

“Masyaallah, mbak Aya bisa dapat piala lomba tilawah. Padahal, tadi pagi sempat hilang suaranya,” Baba memuji keberhasilan Tsuraya pada lomba di sekolahnya.

Tsuraya pun memuji Allah, “Alhamdulillah, Ba. Kan ikuti saran Baba, minum minyak zaitun, jangan banyak ngomong, hemat suara.

“Baba, ada teman Aya yang katanya sudah latihan tilawah capek-capek, sampai tidurnya pun sedikit,” Tsuraya berkisah tentang temannya, “bahkan di sekolah sebelum lomba pun latihan lagi, tapi tidak mendapat piala.”

Baba menyimak cerita Tsuraya. “Dia masak bilang begini: Ah ngapain aku capek-capek latihan tilawah, tapi gak dapat juara, percuma.”

“Wah, pasti dia kecewa sekali. Padahal walaupun tidak dapat piala, dia sudah dapat pahala dari Allah,” Baba menanggapi, “Bagaimana menurut mbak Aya?”

Tsuraya menjawab, “Iya ya, tapi kalau Aya, pengennya dapat pahala dan piala, Ba.”

“Hahaha. Alhamdulillah, ini adalah salah satu nikmat yang Allah segerakan balasannya bagi pengemban Alquran,” balas Baba sambil tersenyum.

@ndi, 11091438
#ramadhanceria

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: