Sepohon kayu

Sepohon kayu daunnya rimbun, lebat bunganya serta buahnya. Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya.

Kami bekerja sehari-hari, untuk belanja rumah sendiri. Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya. 

Kami sembahyang fardu sembahyang, sunahpun ada bukan sembarang. Supaya Allah menjadi sayang, kami bekerja hatilah riang. 

Kami sembahyang lima lah waktu, siang dan malam sudahlah tentu. Hidup di kubur yatim piatu, tinggallah seorang dipukul dipalu. 

Dipukul dipalu sehari-hari, barulah ia sadarkan diri. Hidup di dunia tiada bererti, akhirat di sana amatlah rugi. 

Sepohon kayu daunnya rimbun, lebat bunganya serta buahnya. Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya.
@nadamurni

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: