Mixer Philips

Tsuraya minta diajari Eyang Uti membuat kue bolu menggunakan mixer Philips seri Holland yang legendaris. Mixer tersebut dibeli oleh Eyang Uti di Hero Supermarket yang baru buka di Pondok Labu pada 30 tahun yang lalu. Eyang Uti membelinya dengan uang hasil keuntungan berjualan es lilin. 

Saat itu Baba masih SD kelas 2. Baba ditugasi menitipkan termos es lilin ke warung sebelum berangkat sekolah di pagi hari dan mengambil hasil penjualannya sepulang mengaji di sore hari, begitu setiap hari. Mixer itu telah berjasa membuat kue bolu kesenangan Baba dan Om Nunu, dan berbagai jenis kue lainnya.

Pagi ini, mixer itu bertugas untuk yang terakhir kalinya, di tangan Tsuraya. Baru 5 menit berputar mengaduk telur dan tepung, gadis cilik itu terkejut, “Eyang! Ini mixernya kok berasap?” Bau hangus pun menyengat. Untunglah hasil adukan sudah siap dikukus. 

Selamat jalan mixer Philips Holland. Kini tibalah ajalmu. Biaya memperbaikimu bisa jadi sama dengan membeli yang baru. Terima kasih banyak telah membersamai kami selama tiga dekade. 

@ndi, 30072017

– at Komplek Taman ventura indah

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: