Gombal

30 September, 2017

Lagi ngobrol sama Princess Tsuraya yang masih pakai baju sekolahnya, sepulang Babanya dari pergi dinas. “Aya, kok suaranya hilang dan serak sih?” tanya Baba.

Dengan datar Tsuraya menjawab, “Iya, abis Babanya hilang (pergi dinas) sih, makanya Aya suaranya ikut hilang.”

Baba terpana dan bubu menimpali, “Jiah, mirip siapa tuh, ngegombalnya pinter banget.”

Baba, Tsuraya dan Bubu pun tertawa bersama-sama.

@ndi.ep 09011439

View on Path


Tentang gunung

29 September, 2017

Sayang, tahukah kamu mengapa gunung tampak menawan di pagi hari berselimut kabut, dibandingkan di siang hari yang terik? Karena pagi adalah saat dimana hal-hal luar biasa bermula.

Cinta, tahukah kamu mengapa gunung disebut _mount_ dalam bahasa Inggris dan جبل (jabal) dalam bahasa Arab? Karena ia sesuatu yang didaki (mounted) dan juga ia sesuatu yang diciptakan ( جبل ).

Wahai sayangku, jangan sampai kau biarkan berlalunya pagi tanpa hal-hal luar biasa yang sangat menawan. Wahai cintaku, setinggi apapun dirimu mendaki demi cita-cita, sadarilah akan hakikat penciptaanmu: seorang hamba Allah.

@ndi.ep 09011439

***
Latar belakang Gunung Kawi, gambar diambil dari Ijen Nirwana, Malang.

– at Ijen Suites Resort & Convention

View on Path


Rahasia gunung

28 September, 2017

Cinta, tahukah kamu tentang gunung yang terlihat gagah dan kokoh bahwa ia menyimpan takut dan lemah akan seruan Tuhannya?

Sayang, tahukah engkau tentang gunung yang tampak menakjubkan dan tinggi menjulang bahwa ia menyimpan kerendahan dan bersimpuh di hadapan Rabbnya?

Wahai cintaku, sungguh setiap kita memiliki rahasia yang tidak perlu diketahui oleh orang lain. Wahai sayangku, sungguh setiap kita memiliki kelemahan yang tidak perlu dikenali oleh siapapun.

Karena itu adalah rahasia antara kita dan Tuhan agar kita mau berdoa. Karena itu adalah kunci supaya kita senantiasa bersimpuh dan merendahkan diri di hadapan Rabb semesta alam.

@ndi.ep 09011439

View on Path

Latar belakang Gunung Arjuno-Welirang (kiri) dan Gunung Penanggungan (kanan), gambar diambil dalam perjalanan kereta jalur Malang – Surabaya, antara stasiun Bangil dan stasiun Porong.


Aturan

28 September, 2017

Aturan, tetaplah aturan. Adapun budi baik, urusannya adalah “terima kasih”.

View on Path


Bintang kejora

27 September, 2017

Sayang, tahukah engkau mengapa bintang kejora dinamakan bintang timur? Sebab posisinya dekat sekali dengan tempat terbitnya matahari. Ia menampakkan keindahan di keheningan fajar, ketika yang lainnya masih berselimut kelam.

Cinta, tahukah kamu mengapa Venus disebut Zuhrah dalam bahasa Arab? Susunan huruf yang sama persis dengan Zahrah: zai, ha, ra, alif dan ta marbutah. Sebab ia seperti bunga yang indah, semerbak mewangi dalam kehidupan manusia, ketika yang lainnya sudah lenyap dari pandangan.

Maka bersabarlah sayangku, bertasbihlah memuji Tuhanmu setiap waktu agar engkau menjadi tenang. Maka wahai cintaku, janganlah kamu terpana dengan keindahan dunia dan ujian kesenangan, sebab karunia Allah lebih baik dan lebih kekal.

@ndi.ep 08011439

– at Bukit Cinta

View on Path


STMJ

26 September, 2017

Mungkin keramaian, membawa pergi sepi dan dingin. Begitupun kehangatan, mengusir kaku dan beku. Walau gaib darimu, doaku slalu menyertai.

@ndi.ep 07011439 – at STMJ AREMANIA

View on Path


Rindu

26 September, 2017

Mungkin hanya jarak yang mampu menjaga rindu, apabila bersama tak kuasa meraihnya. Ketika cintamu berpendar, cahaya rembulan pun percuma.

@ndi.ep 07011439

at Stasiun Malang Kotabaru

See on Path


Iman dan sikap positif

26 September, 2017

Merasa rendah, tidak percaya diri, selalu mengeluh, dan bersedih meratapi kekurangan bukanlah sikap positif. Sikap ini akan mengajak untuk selalu berprasangka buruk, tidak hanya kepada orang lain dan diri sendiri tetapi juga kepada Tuhan.

Pemilik sikap ini akan menganggap bahwa Allah tidak adil dan menjadi penyebab segala kekurangan pada dirinya. Kemudian, secara kurang ajar dia akan mempersalahkan Tuhan.

Padahal jika dia mau memahami, betapa Allah sangat sayang kepadanya. Padahal jika dia mau mensyukuri, betapa Allah sangat adil baginya. Padahal jika dia mau beriman, Allah akan membangunkan baginya sikap-sikap positif:

Kesetaraan, percaya diri, bersyukur dan bersabar, serta berprasangka baik.

@ndi.ep 06011439
Tadabur QS 3:139

– at The 101 Malang OJ Hotel

View on Path


Cerah

25 September, 2017

Bagaimana rasanya satu pesawat dengan para pembicara, para ahli, para kritikus di bidang geologi, geofisika, perminyakan dan fasilitas?

Heading to #JCM on GA292.

at Soekarno-Hatta International Airport (CGK) (Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta)

See on Path


Anak-anak sakit

13 September, 2017

Kemarin.

“Kalau anak-anak sakit, harus siap akan ada yang telantar,” begitu kata dokter anak ketika kami memeriksakan tiga dari lima anak kami yang sakit.

“Maksudnya bagaimana, Dok?” tanya saya.

“Iya, karena ibu mengurus satu atau dua orang, maka salah satunya akan ada yang tidak tertangani dengan baik,” sang dokter memberi jawaban.

“Jangankan sakit, Dok. Sehat saja ada yang telantar juga,” celetuk istri saya, “yah, semoga Allah memudahkan ya Dok.”

“Amin. Makanya saya kasih resep yang gak bikin bingung ya, Bu. Masing-masing anak saya resepkan yang mudah. Ada beberapa obat yang dijadikan puyer supaya tidak repot hanya sekali suap,” sang dokter menanggapi.

***

Hari ini.

Ketika subuh, Athiya sedang berada di tempat mandi, padahal kemarin pagi mimisan karena demam tinggi.

“Kamu mandi, mbak?” tanya Baba.

“Iya,” jawab si Keriting mengangguk.

“Kamu mau sekolah? Udah merasa baikan?” Baba meraba dahi dan lehernya memastikan sudah tidak demam lagi.

Athiya menyelesaikan mandinya, berganti pakaian dan salat subuh kemudian sarapan sambil menunggu jemputan sekolahnya tiba.

***

Abang kecil terbangun dengan ingus meleleh. “Syukurlah,” panjatku dalam hati melihatnya sudah lebih membaik daripada kemarin.

“Baba, Bubu di mana?” tanya Sofi yang juga terbangun. “Bubu sedang menyiapkan sarapan untuk mas dan mbak di bawah,” jawab Baba. “Baba pinjam ketiaknya Sofi ya, kita ukur suhu dengan termometer dulu. Lalu minum obatnya ya.”

***

“Baba, Sofi mau mandi,” kata anak kecil itu sambil membuka baju dan celananya. Baba menjawab, “Ya sudah, wijik saja ya. Sofi masih demam, tadi sudah minum obat, nanti sore minum obat lagi.”

“Sofi mau ikut Eyang, beli sayur,” pintanya setelah mandi dan berpakaian. “Boleh, tapi pakai jaket ya supaya tetap hangat,” jawab Bubu dengan sigap memakaikan jaket ke Sofi yang sudah ditunggu neneknya.

***

Semoga Allah menyembuhkan sakit mereka dengan kepulihan yang tidak kambuh lagi.

@ndi.ep 22121438

View on Path


%d blogger menyukai ini: