Dan bulan, ketika ia purnama

Sayangku, bagaimanakah rembulan begitu indah di saat purnama, padahal ia hanya merefleksikan pancaran sinar mentari yang ia iringi.

Cintaku, ketahuilah bahwa bulan dalam bahasa arab, القمر adalah maskulin, dan matahari, الشمس adalah feminin. Maka akulah bulan bagimu dan engkaulah matahariku.

Sayangku, perhatikanlah bahwa Allah menyebutkan bulan sebagai yang bercahaya dan matahari sebagai yang menyala-nyala.

Maka jika engkau dapati aku bersinar terang, itu hanyalah pantulan dari nyalanya dirimu. Sebaliknya jika aku redup, pun karena suramnya engkau.

Cintaku, tetaplah menyala wahai pelitaku. Kuatkanlah dirimu dan teruslah cemerlang, duhai sumber cahayaku.

Apabila engkau mempertanyakan, ku kan selalu di sisimu, seperti bulan mengiringi matahari, sampai waktu yang telah ditentukan.

@ndi.ep, 15011439
picture by me

– with Citra at Kebun Binatang Ragunan

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: