baiti janati

2 Februari, 2018

“maafkan aku,” pintaku. “aku sudah bersabar menghadapimu,” katanya datar. “sungguh, aku tak bermaksud begitu,” jelasku. “tidak perlu berkilah, kau masih bertanya tentang aku, itu cukup,” sahutnya, sesaat hening. Ia pun melanjutkan kalimatnya, “yang penting, kamu pulang karena ingat akan apa-apa yang telah kautanam, mereka memerlukanmu.”

@ndi.ep, 16051439
#fragment
#baitijanati

View on Path

Iklan

Move on

2 Februari, 2018

View on Path


%d blogger menyukai ini: