baiti janati

“maafkan aku,” pintaku. “aku sudah bersabar menghadapimu,” katanya datar. “sungguh, aku tak bermaksud begitu,” jelasku. “tidak perlu berkilah, kau masih bertanya tentang aku, itu cukup,” sahutnya, sesaat hening. Ia pun melanjutkan kalimatnya, “yang penting, kamu pulang karena ingat akan apa-apa yang telah kautanam, mereka memerlukanmu.”

@ndi.ep, 16051439
#fragment
#baitijanati

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: