Bumi itu bulat

23 Februari, 2009

Ada sebuah pertanyaan kepada Syaikh Ibn Baaz rahimahullahu ta’ala dan dijawab oleh beliau sebagai berikut:

Apakah Bumi itu bulat atau datar?

Pertanyaan:

Surat berikut ditujukan pada program siaran dari Kenya, dikirim oleh saudara kita, penuntut ilmu, Ibraheem Muhammad Al-Awwal. Dia berkata, “Saya menyimak program siaran Nurun ‘alad-Darb (Cahaya di atas Jalan) dan mendapat manfaat yang banyak daripadanya. Saya mengirim beberapa pertanyaan ini kepada Anda karena hal tersebut membuat saya bertanya-tanya. Pertanyaan pertama adalah: Apakah bumi itu bulat atau datar?”

Baca entri selengkapnya »


mengelilingi bumi

16 Mei, 2010

Dalam perjalanan 13 jam di udara, saya harus mengikuti travel path di layar, untuk menentukan waktu shalat selama mengudara. Karena terbang di siang hari saya dapat melihat posisi pesawat, posisi matahari, dan bagian siang malam pada bumi yang bulat (maupun yang dinampakkan terbentang). Berangkat sebelum waktu Zuhur yaitu jam 12.45 dari Singapore saya tambahkan waktu 2 jam untuk melakukan shalat zuhur. Kira-kira jam 16 waktu Singapore, saya lihat layar, ternyata posisi belum memasuki waktu Ashar. Saya baru melakukan shalat Ashar ketika posisi pesawat di atas benua Eropa yaitu 4 jam berikutnya. Bahkan ketika saya mendarat di London pada jam 19.10, saya mengira masih berada di waktu Ashar karena hari masih terang dan posisi matahari sudah condong ke barat. Saya baru mendapati waktu Maghrib pada jam 20.50, ketika saya sudah berada di hotel tempat saya menginap. Karena pada bulan Maret hingga Oktober posisi matahari berada di belahan utara bumi, maka waktu siang menjadi lebih lama (16 jam) daripada waktu malam (8 jam).

Selama terbang, pesawat ini mengejar posisi zawal (posisi tepat tengah hari) matahari dan tidak mampu mendahuluinya. Padahal teori sains mengatakan bahwa bumi berputar ke arah timur dan kembali ke posisinya dalam waktu 24 jam. Padahal jika bumi ini berputar pada porosnya sambil mengelilingi matahari maka pesawat hanya perlu mengunci posisinya terhadap matahari supaya sampai di tempat tujuan dalam waktu yang berdekatan seperti ketika berangkat. Namun kenyataannya pesawat mendarat di waktu Ashar, bahkan posisi zawal matahari jauh mendahului pesawat. Hal ini mungkin dimaklumi karena arah terbang berlawanan dengan arah putar bumi pada porosnya, sehingga memerlukan upaya yang lebih besar agar dapat terbang mengunci terhadap posisi matahari 🙂


matahari mengelilingi bumi? #3

7 Januari, 2010

Fenomena siang dan malam

Pada majalah Playhouse Disney edisi 19/2010 pada halaman 18 dengan judul “Matahari dan Bulan” terdapat aktivitas Goofy yang sedang melihat dari jendela Clubhouse untuk memastikan apakah saat itu pagi, siang atau malam. Orangtua yang mendampingi anaknya membuka halaman tersebut diminta pula untuk menjelaskan kepada putra-putrinya bahwa matahari terbit dan tenggelam dalam waktu yang berbeda-beda di berbagai belahan bumi. Jadi di Inggris masih siang, di Australia sudah malam.

Bagaimana menjelaskan terbit dan tenggelamnya matahari dalam waktu yang berbeda-beda?

Sebelum lebih jauh, konsep astronomi dalam dunia Islam diperlukan untuk menunjang peribadatan.
Baca entri selengkapnya »


bumi (tidak) berputar

24 Februari, 2009

Para ulama muslim sudah sepakat bahwa planet bumi berbentuk bulat, namun untuk menyepakati mana yang benar antara bumi berputar atau diam dan bumi mengelilingi matahari atau sebaliknya, masih dalam ranah ilmiyah yang terbuka untuk didiskusikan. Mengingat bahwa Allah tidak secara tegas mengatakan di dalam Alquran mengenai hal itu. Allah hanya menyampaikan isyarat bahwa berdasarkan penglihatan manusia, matahari terbit dari arah timur dan terbenam di arah barat. Hal ini berbeda dengan Alkitab-nya orang nasrani di mana pada kitab Perjanjian Lama disebutkan secara tegas bahwa bumi itu diam.
Baca entri selengkapnya »


tangan-Nya terbuka malam dan siang

5 Oktober, 2012

Dari Abu Musa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah azza wa jalla senantiasa membuka lebar-lebar tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada siang harinya dan Allah senantiasa membuka lebar-lebar tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam harinya, dan yang demikian terus berlaku sampai dengan terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya.” [HR. Muslim]

Mengalami perjalanan di negeri yang berbeda zona waktu 12 jam daripada negeri asal, membuat saya merenungkan kembali hadits di atas dan beberapa hadits lainnya dengan fenomena alam yang hadir. Bukan bermaksud memikirkan perihal Allah, justru mengalami bulatnya bumi makin menambah keyakinan bahwa kemahabesaran Allah dan keberadaan-Nya yang di atas langit yang membuat segala sesuatunya (termasuk membuka tangan-Nya terus menerus di malam dan siang hari) adalah sangat mungkin bagi Dia, subhanahu wa ta’ala.


%d blogger menyukai ini: