Cinta biasa

4 Juli, 2017

Tak selalu jalan tol itu bebas hambatan,  sebagaimana jalan biasa tak selalu lancar. 

Hanyalah banyak jalur yang dapat ditempuh di jalan biasa, daripada satu-satunya pintu tol sebagai tempat keluar.

Begitu pula aku padamu cinta yang biasa, agar kita punya banyak cerita, daripada alur kisah yang mudah ditebak pada cinta yang tak biasa. 

@ndi, 10101438

– with Citra

View on Path

Iklan

Sepohon kayu

3 Juli, 2017

Sepohon kayu daunnya rimbun, lebat bunganya serta buahnya. Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya.

Kami bekerja sehari-hari, untuk belanja rumah sendiri. Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya. 

Kami sembahyang fardu sembahyang, sunahpun ada bukan sembarang. Supaya Allah menjadi sayang, kami bekerja hatilah riang. 

Kami sembahyang lima lah waktu, siang dan malam sudahlah tentu. Hidup di kubur yatim piatu, tinggallah seorang dipukul dipalu. 

Dipukul dipalu sehari-hari, barulah ia sadarkan diri. Hidup di dunia tiada bererti, akhirat di sana amatlah rugi. 

Sepohon kayu daunnya rimbun, lebat bunganya serta buahnya. Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya.
@nadamurni


pulang

10 Februari, 2017

​kamu bisa aja bilang: “sungai manapun yg kita pilih semuanya bermuara ke samudera, begitupula jalan hidup kita semua berpulang kepada Tuhan.”

namun perlu kukatakan kepadamu, karena aku sayang kamu: “manakah yang kau pilih, berpulang yang disambut sepenuh keridaan-Nya ataukah kemurkaan-Nya?”

@ndi, 13051438


pelangi

1 Februari, 2017

​bagaimanakah engkau mengharapkan pelangi hadir di matamu, sehabis hujan menderamu, setelah terik menerpamu, sedangkan kamu hadapkan wajah ke arah matahari?
@ndi, 04051438


wall ini

17 Januari, 2017

​wall ini begitu menggoda, seperti produk walls, menggoda untuk disentuh, dipegang, dijilat, dilumat, dan ditelan.

wall ini, memancing untuk disentuh perangkatnya, dipegang beritanya, dijilat statusnya, dilumat emosinya, dan ditelan bulat-bulat tanpa rasa bersalah.

wall ini begitu menggoda,untuk menyentuh emosi, memegang perasaan yang liar, menjilati keinginan untuk baca dan bagi, melumatkan benci dan cinta, dan menelan pahitnya akibat dari status yang dibuat.

wall ini selalu mengajak untuk menyentuh umpan berita, memegang layar, menjilati laman demi laman, melumati kabar demi kabar, dan menelan semua yang terhidang

wall ini …

@ndi, 18041438


Karena

22 Desember, 2016

​karena, tak satupun yang rela keyakinannya diserang secara frontal, dinista secara terang-terangan, dibunuh secara sadis.

karena, tak seorangpun yang sanggup meyakini tanpa adanya bukti, sanggup menjalani tanpa tuntunan, sanggup melihat tanpa cahaya.

karena, tak sekalipun kita mampu berdiri tanpa bantuan orang lain, mampu bergerak tanpa pertolongan orang lain, mampu hidup tanpa ada orang lain.

karena, adanya orang lain maka adanya kita, adanya sesama maka adanya kenal mengenal, adanya kebutuhan maka adanya bantu membantu.

karena, soal keyakinan adalah soal penerimaan, sedangkan soal toleransi adalah soal pemberian, adapun menerima dan memberi itu tidak dapat dipaksakan.

@ndi, 22031438


Tiba-tiba

25 November, 2016

​tiba-tiba banyak yang jadi ahli sejarah untuk menampik opini ahli agama

tiba-tiba banyak yang jadi ahli politik untuk menandingi aksi politisi

tiba-tiba banyak yang jadi ahli ekonomi untuk membalik analisis para ekonom

tiba-tiba banyak yang jadi penceramah untuk menjegal langkah para penuntut ilmu
tiba-tiba semua sunyi, lalu terdengar ledakan, orang-orang berlarian, kesana kemari, bertabrakan

saya memejamkan mata, sekilas hening, tercium bau anyir, dan ketika mencoba untuk melek, yang terlihat 
mayat-mayat bergelimpangan, dimana-mana. lalu kemanakah mereka yang tadinya tiba-tiba tadi?
@ndi, 25021438


%d blogger menyukai ini: