what’s on temu produktif?

9 Februari, 2009

Acara yang dimaksudkan sebagai ajang kumpul para alumni penerima beasiswa studi dari Dompet Dhuafa ini bagaimanapun dijalankan dengan apa adanya… saya sendiri berharap acara ini sesuai subtitlenya: Temu Produktif.

Rencana awalnya, dilakukan di Taman Ismail Marzuki. Saat itu saya bersiap mengajak keluarga untuk mengunjungi Planetarium. Ketika dipindah ke BlitzMegaplex… mall-nya orang kaya… pudar rencana saya mengajak keluarga. Lagipula namanya mall, cuma jual tampang dan tidak menjual makna. Eniwei, saya tetap harus menghargai undangan ini dan menghadirinya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

[bob] warteg di samping asrama

15 Desember, 2008

di bangunan wakaf yang jadi tempat tinggal kami (sekarang menjadi Rumah Cahaya Depok), menempel di halaman samping sebuah bangunan bertingkat sederhana yang jadi warteg. tadinya kami mengira pintu samping rumah sengaja dijadikan warteg oleh pemilik lama supaya memberi pemasukan tambahan. sayangnya setelah rumah tersebut ditinggalkan, warteg tidak memberi pemasukan apapun. bahkan listrik saja masih menumpang. kami menyempatkan diri belanja di warteg itu, dan menengok ke dalam. ternyata warteg itu sama halnya dengan bangunan kumuh. kami tak habis pikir bagaimana mereka dapat hidup dan tinggal di dalam loteng padahal asap dapur saja kesulitan mencari jalan keluar.

Baca entri selengkapnya »


[bob] reuni kecil

8 Desember, 2008

terdorong oleh rasa kangen setelah 7 tahun berpisah, saya mencoba menghubungi satu per satu kontak 13 personel BOB, dengan gerilya akhirnya mendapatkan 12 nomor hape, sayangnya untuk sebuah nomor hape yaitu nomor hape nurkholis belum saya dapatkan. mendapat kabar dari diar bahwa dia akan ke jakarta tanggal 4-5 desember untuk dilanjutkan berlebaran haji di yogyakarta, segera saya buat rencana reuni kecil. mengingat 2 orang kawan BOB (sukri dan adhi) berada banjarmasin, saya memasang target untuk dapat mengumpulkan 7 dari 11 orang yang berada di jabotabek. pesan sms saya lemparkan, untuk pesan yang berbalas segera saya hubungi langsung untuk memastikan kesanggupannya.

Baca entri selengkapnya »


[bob] siapa suka kepala ikan

26 November, 2008

si abang hilang datang menengok tulisanku di sini tentu saja membuatku bersemangat untuk menulis lanjutan bob memories.

“besok kita berangkat, siapkan segala sesuatunya,” begitu kira-kira perintah bang hilmy. setelah penerimaan BOB dan mengenali tempat tinggal masing-masing, tak kalah penting adalah ice breaking. dengan tronton dari depok dan bogor, kedua tim BOB menuju danau resort Lido. inilah outbound pertama kami untuk saling mengenal satu sama lain, memecah kekakuan dan menganyam persaudaraan.
selanjutnya ya


[bob] menggali kenangan – 1

19 Desember, 2007

tadi malam, seseorang mampir dan numpang menginap di pondokecil. tamu yang datang lewat tengah malam itu mengajak andi menelusuri blognya dan menemukan jejak pada nama beastudi etos. ingatan pun melayang ke delapan tahun yang lalu saat andi masih duduk di semester dua fakultas teknik universitas indonesia. sebuah pengumuman beasiswa terpampang di mading musala teknik. sebuah kesempatan untuk mendapat pembiayaan kuliah. beasiswa tersebut menjanjikan program pengembangan diri oleh lembaga nurul fikri dengan biaya dari dompet dhuafa republika. mas eri sudewo, dirut dompet dhuafa saat itu sangat perhatian dengan pengembangan diri mahasiswa yang mendapat beasiswa, dengan menggandeng pak musholli dari nf diharapkan sebuah pilot project tercipta untuk menelurkan orang-orang terbaik di masa depan. sebuah cita-cita yang tidak sederhana dan sangat mulia. pilot project ini diperkenalkan dengan nama BEST OF the BEST (bob).

melalui seleksi yang ketat yang dilakukan oleh team psikologi nf yang dipimpin oleh bang hilmy wahdi, tersaringlah 13 orang dari ui dan 10 dari ipb untuk melanjutkan pembinaan. sebuah rumah wakaf di jalan keadilan depok timur disulap menjadi asrama anak-anak ui, sebuah keputusan yang berat bagi kami karena jaraknya yang jauh dari kampus dan memakan waktu hingga satu jam sekali tempuh. seorang kepala asrama ditunjuk untuk memastikan program berjalan sesuai kurikulum. kepala asrama kami adalah ustad qurthifa wijaya yang saat ini menjadi salah satu anggota dprd kota depok. sedangkan asrama anak-anak ipb tak jauh dari kampus baranangsiang, yang dikepalai oleh ustad tian, dan secara rutin mendapat pembinaan dari ustad didin hafidhuddin.

kedatangan tamu tersebut membuat andi mencoba menggali kenangan dan membuanya dalam kategori tersendiri. mudah-mudahan bob memories bisa dituliskan kembali di blog ini, dan menjadi bacaan inspiratif buat adik-adik ppsdm nf dan beastudi etos lpi dd.


%d blogger menyukai ini: