pembeli dermawan

3 Maret, 2013

Dari statusnya Ustadz Muhammad Arifin Badri:

Waaaaah murah sekali dapat bonus lagi.

Demikian mungkin ucapan yg terlontar dr lisan anda bila membeli suatu barang lalu mendapatkan discount 70 % + dapat bonus.

Anda pasti senang dan girang, bukankah demikian sobat?

Namun pernahkah anda membeli barang lalu meberikan insentif kepada penjual + bonus? Barang yg di jual seharga Rp 100.0000,0 anda beli seharga Rp. 150.000,0 + bonus.

Menurut anda kira2 apa yg menjadikan anda menerapkan standar ganda semacam ini?

Jawabannya sederhana, yaitu seperti yg terungkap pada ayat berikut:
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
Dan kalian mencintai harta kekayaan dengan cinta yang berlebihan. ( al fajer 20)

Saudaraku, apa salahnya bila anda sesekali berpikir sebagai penjual: betapa bahagianya diriku bila mendapatkan pembeli yg dermawan, membeli dengan harga termahal melebihi penawaran dan dapat bonus lagi.

***

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan tafsir telah menjelaskan peringatan terhadap perbuatan curang yang disinggung pada surat Al-Muthaffifin ayat 1-3 diperuntukkan bagi para pedagang atau penjual. Namun betapa banyak para pelaku jual beli yang tidak menyadari bahwa baik penjual maupun pembeli memiliki potensi curang yang sama, terutama pada pembeli intermediate atau pembeli yang akan menjual kembali barang dagangan (reseller).

Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa pelaku kecurangan itu ketika membeli meminta keinginannya terpenuhi, sedangkan ketika menjualnya ia mengurangi takaran dan timbangan. Demikian pula para reseller ini menginginkan harga murah ketika ia membeli, dan mengharapkan keuntungan yang besar ketika menjual. Bahkan tak segan mencurangi penjual lain dengan menjatuhkan harga demi merebut pasar. Pelatih usaha mereka adalah orang-orang yang silau dengan dunia dan mungkin lupa dengan pesan akhirat. 

Jika mau ditilik, sungguh tidak semua pedagang (تاجر) itu kaya raya, hanya karena salah kaprah تاجر dimaknai sebagai orang kaya. Banyak di antara تاجر itu justru hidup secukupnya bukan berkecukupan, hidup pas-pasan karena impas antara biaya operasional dengan keuntungannya. Hanya saja mereka tetap menjalani perniagaan dalam rangka memenuhi kewajiban mereka menafkahi keluarga dan mengupahi orang-orang yang bekerja kepada mereka.

Sebaliknya, tidak semua pembeli kaya raya sehingga dapat membayar lebih untuk membeli keperluannya. Namun alangkah indahnya jika pembeli bersikap dermawan. Jika menawar sebaiknya tidak jauh di bawah harga pasar. Dan ketika meminta bonus juga tidak di atas kewajaran. Oleh karenanya, baik penjual maupun pembeli, baik pembeli intermediate (reseller) maupun pembeli final (customer), sebaiknya sama-sama dermawan, saling menghargai hak-hak kedua belah pihak.

Wallahu a’lam.


return policy

18 September, 2012

Salah satu hak pembeli adalah jika tidak suka atau tidak cocok dengan barang yang telah dibelinya ia boleh mengembalikannya kepada si penjual dengan syarat barang yang dikembalikan itu masih dapat dijual kembali. Bahkan beberapa penjual di Amerika Serikat tanpa mempertanyakan alasannya menerima pengembalian barang dalam jangka waktu 14-30 hari dengan menunjukkan bukti pembelian asli. Jika kita membeli dengan kartu kredit, maka pada saat pengembalian kita diminta menunjukkan kartu kredit tersebut dan ID/paspor kemudian kasir akan menggesek kartu kita pada mesin EDC untuk mengembalikan sejumlah uang yang kita bayarkan sebelumnya. Untuk penjual merek dagang tertentu yang memiliki beberapa cabang toko memberikan kemudahan kepada konsumen untuk mengembalikan di cabang manapun dari tokonya. Sedangkan jika barang tersebut dibeli di pengecer (retailer), disarankan untuk mengembalikan melalui pengecer karena kebijakan pengembalian barang yang mungkin saja berbeda.


mencari berkah dari bismillah

13 November, 2011

Ngalap berkah atau tabaruk sering dilakukan oleh manusia dengan harapan mendapatkan berkah dari sesuatu, supaya dimudahkan segala urusannya. Sebagian dari mereka mencari berkah dari tanah kuburan orang yang dianggap wali, ada juga yang mencari berkah dari guntingan kain kiswah (penutup kabah), ada juga yang mengusap-usap suatu benda yang dianggap keramat, dan lain-lain yang ternyata hanya anggapan belaka. Adapun para nabi, mereka adalah manusia yang mendapat bimbingan langsung dari Allah sang pencipta alam semesta, telah mengajarkan bagaimana mencari berkah dengan benar dan lebih selamat dari sekadar anggapan-anggapan. Di antara tuntunan tabaruk yang dibenarkan adalah membiasakan mengucapkan basmalah atau tasmiyah setiap kali memulai aktivitas.

Basmalah adalah mengucapkan: “Bismillahirrahmanirrahim”, sedangkan tasmiyah adalah mengucapkan: “Bismillah”, masing-masing ucapan telah diajarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasalam mengenai waktu dan tempatnya, dan tidaklah yang satu lebih utama dari yang lain kecuali karena mengikuti waktu dan tempat yang diajarkan oleh beliau. Di antara manfaat dari membaca basmalah atau tasmiyah adalah memperoleh pertolongan Allah dan pengakuan keterlibatan Allah dalam kesuksesan usaha kita.

http://www.ziddu.com/download/17306775/Makalah01_PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_1.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17413842/PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_02.mp3.html


ulasan film: Bodyguards and Assasins

16 Mei, 2010

Bodyguards and Assassins mengambil latar 4 hari di tahun 1906, di Hongkong yang walaupun merupakan teritori kerajaan Inggris masih dalam kedaulatan Dinasti Qing. 4 hari tersebut adalah hari penyambutan Dr. Sun Yat Sen, tokoh demokrasi China, yang akan kembali dari Jepang untuk memimpin pemberontakan liga rakyat China bersatu. Demokratisasi di China pada saat itu dirasa perlu untuk menyamaratakan hak-hak asasi manusia, menghilangkan keistimewaan kekaisaran yang dianggap berasal dari Titah Langit.

Intrik, spionase, perjuangan pers China Daily, donasi pengusaha lokal pada perjuangan demokrasi, strategi penyelamatan, tayangan kekerasan berupa adu bela diri, serta cinta keluarga dan tanah air, menghias sepanjang film ini. Sayangnya saya belum sempat menyelesaikan hingga akhir film karena harus mendarat di London.


ulasan film: Invictus

16 Mei, 2010

Invictus adalah puisi yang ditulis oleh Nelson Mandela selama dalam penjara apartheid. Setelah menjadi presiden, secara pribadi puisi tersebut diberikan kepada Francois Pienaar, seorang kapten rugby Springboks Afrika Selatan, untuk menyemangati timnya dalam upaya memenangi piala dunia rugby tahun 1995. Dengan semboyan One Team, One Country dan seragam Green and Gold, Nelson Mandela menjadikan olahraga rugby sebagai pemersatu Afsel yang telah bertahun-tahun hidup dalam apartheid, meruntuhkan kebencian di antara warga negara baik yang berkulit hitam maupun berkulit putih, serta mengembangkan permaafan dalam membangun negara menjadi lebih baik.

Diangkat dari kisah nyata, Morgan Freeman memerankan Nelson Mandela dengan sangat meyakinkan dan mengelabui. Hal ini sejalan dengan pernyataan Mandela sendiri bahwa hanya Freeman yang mampu memerankan dirinya dalam film. Di antara ucapan Mandela pada film ini yang saya ingat adalah: “Kalian telah memilih saya untuk menjadi presiden memimpin negara ini, maka biarlah kali ini saya memimpin kalian.”

Moral film ini adalah bahwa suksesnya pembangunan bangsa dan negara menjadi lebih baik yaitu dengan memercayakan kepemimpinan kepada presiden terpilih. Presiden sensitif dengan isu perpecahan dan secara pribadi mendekati sumber perpecahan, duduk bersama untuk mengobarkan semangat persatuan. Membina hal-hal yang bagi sebagian orang tidak terlalu penting, namun ternyata sangat berpotensi meledakkan perpecahan: yaitu dunia olahraga.


ulasan film: Mulan

16 Mei, 2010

Pada penerbangan jarak jauh disediakan fasilitas hiburan di setiap bangku berupa layar televisi dan headphone untuk menonton film maupun berita, mendengar musik, bermain game, melihat rekaman penerbangan, belajar bahasa maupun membaca ringkasan buku.

Hanya 3 buah film yang sempat saya tonton (sebenarnya 2,5 saja karena film terakhir tidak selesai ditonton) yaitu: Mulan, Invictus, dan Bodyguards & Assassins. Ketiganya diangkat dari kisah nyata.

Mulan berkisah tentang perempuan dari kerajaan Wei yang menjadi tentara karena menggantikan ayahnya yang sakit-sakitan. Selama lebih dari 12 tahun terlibat dalam peperangan melawan pemberontak Rouran, Mulan telah mencapai prestasi yang gemilang sebagai jenderal perang yang luar biasa. Namun fitrah keperempuanannya tidak dipungkiri sangat memengaruhi gaya kepemimpinannya.

Ia harus mengorbankan rasa cinta terpendamnya kepada Wentai yang selama ini berjuang membela dan menyemangatinya dalam peperangan, bahkan merawatnya dengan darah dan air mata ketika krisis obat-obatan. Wentai yang ternyata seorang pangeran Wei ditawan setelah menukarkan dirinya dengan obat-obatan dan suplai logistik untuk memulihkan kondisi tentara Wei.

Demi mendambakan berhentinya perang dan dimulainya perdamaian, Mulan berkongsi dengan putri Rouran yang berniat menjadi ratu Wei, membunuh Danyu (pemimpin) Rouran yang ambisius, menyelamatkan Wentai dan merelakannya menjadi suami sang putri.

Mulan menolak jabatan tertinggi sebagai Commander-in-Chief tentara Wei dan memilih kembali ke kampungnya menjadi penenun kain dan merawat ayahnya yang semakin tua.

Film buatan China ini lebih menampilkan sisi moral daripada mengumbar kisah cinta. Perang mengikat persaudaraan di antara para tentara, mengobarkan semangat perjuangan dan pantang menyerah, tidak takut mati demi membela prinsip yang diyakini, strategi maupun pengkhianatan, serta cinta tanah air dan rela berkorban, termasuk berkorban perasaan. Tidak ada adegan dewasa, sehingga aman ditonton oleh anak-anak tentu tetap dengan bimbingan orangtua.


Untuk inilah kami minta

22 April, 2010

Banyak perempuan Bumiputera yang terpelajar, bahkan lebih terpelajar dan jauh lebih cakap daripada kami, yang baginya tersedia segala sesuatu. Yang baginya tidak mungkin tidak ada kesempatan untuk mengisi ruhaninya dengan santapan berbagai ilmu, yang baginya sama sekali tak ada hambatan dalam mencerdaskan ruhaninya. Yang baginya apa saja yang dikehendakinya dapat terjadi. Tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. Tidak dapat mencapai apapun, untuk meningkatkan derajat sesama perempuan dan bangsanya.

Mereka jatuh lagi ke dalam adat kebiasaan lama atau sama sekali hanyut dalam dunia kehidupan Eropa. Berarti bangsanya kehilangan mereka, padahal mereka sebenarnya mampu memberi rahmat kepadanya. Asalkan mereka mau, mereka seyogyanya memimpin bangsanya ke dunia yang terang benderang, ke tempat itu mereka diantarkan oleh pendidikan.

Bukankah merupakan kewajiban tiap orang, yang lebih berbudi dan lebih pandai, untuk membantu dan memimpin bangsanya yang terbelakang daripadanya itu dengan kepandaian dan pengetahuannya yang lebih tinggi itu? Memang tidak ada undang-undang yang nyata mewajibkannya berbuat demikian, tetapi atas budi baik ia berkewajiban yang demikian itu.


(10 Juni 1901, surat Kartini kepada Tuan Prof. Dr. G.K. Anton dan Nyonya di Jena)

Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: