Ujian

29 November, 2017

Sayangku, kita tak akan pernah bisa tenang dan puas dengan terus menerus mengingat kesalahan orang lain dan menuntut hak-hak kita. Itu justru membikin kita makin sakit hati. Makin sengsara dengan harapan yang tak kunjung tiba. Makin putus asa dari kasih sayang.

Cukuplah nasihat Tuhan bagi kita sebagai pedoman: “ingatlah bahwa hanya dengan mengingat Aku, hati menjadi tenteram.”

“jika kamu bersyukur, Aku pasti menambah nikmat kepadamu. Jika kamu mengingkari, sungguh azab dari-Ku amatlah pedih.”

Setiap kita adalah ujian bagi yang lainnya. Bersyukurlah supaya kita diberikan kemudahan menghadapi ujian. Bersabarlah supaya Allah membalasnya tanpa berbatas.

@ndi.ep 12031439

Iklan

Menjadi fanatik

16 November, 2017

kita menjadi fanatik …

karena kita meyakini kebenaran hanyalah pada apa yang ada di sisi kita.

karena kita diberitahu tidak ada yang lain yang membawa kebenaran kecuali yang telah mengajarkannya kepada kita.

karena kita tidak mau mengetahui adanya kebenaran yang berada di luar sisi kita.

karena kita masih bodoh dan malas menuntut ilmu serta malas mengamalkan.

karena kita merasa cukup dan terlalu takut untuk belajar, sebagai justifikasi keengganan kita.

karena kita berputus asa dengan ketidaksempurnaan yang manusiawi.

karena kita terlalu berbaik sangka pada diri sendiri dan tidak mampu untuk tidak berburuk sangka kepada orang lain.

@nd, 16112015, 21:21


%d blogger menyukai ini: