Gila

6 Agustus, 2018

“Barangkali, hanya orang gila yang tak kenal rasa takut. Indonesia perlu banyak orang gila untuk merdeka.”

~Wage, 1928~

at Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan International Airport (BPN)

See on Path

Iklan

Penyakit menular

27 Juli, 2018

Saya sempat memikirkan tentang kata “penyakit” dan “menular”, kemudian saya mencari di dalam kamus akan arti kedua kata tersebut.

Barangkali kamus bukan rujukan yang tepat untuk menggambarkan kondisi terkini berkenaan dengan pemakaian kata, tetapi kita bisa menengok landasan berpikir para penggagas kata sehingga kita tidak salah kaprah dan dapat memperbaiki kesalahan diksi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “penyakit” adalah nomina yang terkait dengan gangguan pada makhluk hidup akibat bakteri, virus atau kelainan sistem faal. Kata “penyakit” juga menjadi kiasan terhadap kebiasaan buruk.

Adapun kata “menular” menurut KBBI adalah verba mengenai atau menjangkit, atau kiasan atas menjalarnya pengaruh kurang baik kepada orang lain.

Maka menurut KBBI, baik kata “penyakit” maupun “menular”, makna dari keduanya secara asli dan kiasan berhubungan dengan suatu yang buruk. Oleh karenanya menjadi tidak tepat apabila menyandangkan kata “penyakit” dan “menular” kepada hal-hal baik seperti “berderma” atau amal kebajikan lainnya.

Diksi memang urusan selera, namun memilih sesuai kaidah tentu akan #lebihbaik secara rasa, #lebihdekat kepada makna dan #lebihnyata menurut kamus.

Dengan kita membiasakan berbahasa yang baik dan benar, maksud dan gagasannya dapat diterima secara universal, menjadikan terpandang karena kefasihan, sekaligus melestarikan budaya bangsa yang adiluhung. Ayo!

#pathdaily #jadinomor1

View on Path


Bahagia hari raya

15 Juni, 2018

Bahagia di hari raya,
bukan hanya dirasakan oleh orang-orang beriman yang telah berpuasa sebulan Ramadan,

bukan hanya oleh fakir miskin yang menerima bagian zakat dari yang mampu,

bukan hanya oleh para pekerja yang diliburkan oleh para majikannya,
bukan hanya oleh anak-anak yang mendapatkan uang lebaran dari orangtua dan tetangga,

bukan hanya oleh para pebisnis yang barang dan jasa jualannya laku dan untung,

bukan hanya oleh seluruh manusia di dunia yang turut bergembira.

Tetapi kebahagiaan yang juga dirasakan oleh para setan yang telah bebas dari belenggu, dan pintu neraka yang kembali dibuka.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, dan memberikan hidayah dan taufik agar kita istikamah melanjutkan perjuangan Ramadan hingga bertemu lagi di tahun depan.

Selamat Idulfitri.
Semoga sukses selalu!
๐Ÿด๐Ÿจ๐Ÿง๐Ÿฆ๐Ÿฉ๐Ÿฐ๐Ÿช๐Ÿซ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐Ÿฎ๐Ÿฏ๐Ÿณ๐Ÿ”๐ŸŸ๐Ÿ๐Ÿ•๐Ÿ–๐Ÿ—๐Ÿค๐Ÿฃ๐Ÿฑ๐Ÿž๐Ÿœ๐Ÿ™๐Ÿš๐Ÿ›๐Ÿฒ๐Ÿฅ๐Ÿข๐Ÿก๐Ÿ˜๐Ÿ ๐ŸŒ๐ŸŽ๐Ÿ‘๐Ÿ’๐Ÿ‰๐Ÿˆ๐Ÿ

View on Path


Kualitas puasa

7 Juni, 2018

Kualitas puasa erat kaitannya dengan kualitas iman dan pengharapan kita. Puasa yang tidak sekadar meninggalkan makan dan minum atau menjaga diri dari hal-hal yang merusak puasa, tetapi juga membersihkan diri dari semua penyakit hati.

#pathdaily #kultumtarawih

at Masjid Jami An-Nur (Komp.BPK V)

See on Path


10 malam terakhir

4 Juni, 2018

Jika Ramadan tahun ini 29 hari, maka malam ini adalah malam pertama dari sepuluh terakhir. Upayakan sebaik-baiknya dengan amal-amal saleh: puasa, salat, sedekah, dan itikaf. Namun kerjakan itu semua dengan penghayatan, sebab tiada bermanfaat amal tanpa penghayatan dan keikhlasan.

View on Path


Buka puasa

2 Juni, 2018

Hidup adalah belajar:
Belajar berpuas hati walau tak cukup
Belajar memahami walau tak sehati
Belajar ikhlas meski belum rela
Belajar bersabar walau terzholimi

***

Bila kata tak lagi bermakna
Maka itu saatnya diam saja

#pathdaily #bukapuasa #truckgraffity

View on Path


Hari pertama Ramadan

18 Mei, 2018

Di halte busway Ragunan, menjelang waktu magrib di hari pertama Ramadan:

1. Seorang perempuan berkerudung sedang memberi makan kucing-kucing liar dari makanan kaleng khusus untuk kucing. Perempuan itu tidak peduli dengan orang yang turun dari bus dan lalu lalang di sekitarnya, ia tampak bahagia melihat kucing-kucing itu kenyang.

2. Dua orang anak laki-laki membawa kardus berisi air minum kemasan dan kurma. Mereka membagi-bagikan kepada setiap penumpang yang turun dari bus dan orang yang lewat.

3. Seorang laki-laki dewasa berpakaian necis membawa kardus botol air mineral dan sekantung kurma lalu meletakkannya di depan pintu musala. Pada kardus itu tertulis “GRATIS”.

#pathdaily #love #inspirasiramadan #share

View on Path


%d blogger menyukai ini: