bercukup ketika kaya

12 Desember, 2006

sudah menjadi lumrah kehidupan manusia di dunia dipenuhi dengan keinginan-keinginan, dan tak akan pernah puas dahaga tersebut walaupun beribu keinginan telah terpenuhi. ketika sengsara pastilah memiliki harapan untuk bahagia, ketika miskin pasti memiliki keinginan untuk kaya, namun ketika keinginan tersebut dapat dipenuhi apakah kita masih mengingat kondisi sebelumnya?

kawan, kekayaan sama halnya dengan titipan yang harus dipelihara dengan baik, bahkan harus bermanfaat bagi lebih banyak orang daripada dinikmati oleh kita sendiri. katakanlah kita mampu membeli keinginan senilai 1 juta rupiah tetapi sebenarnya kebutuhan kita hanya 100 ribu rupiah, bukankah seharusnya kita dapat berhemat 900 ribu rupiah? mungkin kita juga dapat berbagi dengan orang lain yang lebih membutuhkan?

bukankah bercukup ketika kaya juga merupakan bentuk kesyukuran kita?

ref QS 14:7, 24:22
IJS 18


%d blogger menyukai ini: