CD-nya dimana, Raka?

13 November, 2007

hari sabtu, mau ngejual perangkat wifone ke teman. baba ngecek semua kelengkapan perangkat wifone tersebut untuk dimasukkan ke dalam box, pesawat telepon sekaligus modem, kabel data dan kabel power, buku petunjuk, dan CD driver. Tetapi CD diver itu tidak ketemu, cari di player barangkali masih di dalam komputer, tidak ada. cari di dapur, di ruang tamu, di kamar, tidak ketemu.

lalu ingat raka, barangkali dia bawa CD itu ke bak pasir di depan rumah, ngubek-ubek pasir juga gak ketemu. hampir putus asa ketika raka mendekati baba dan membuka-buka box wifone.

“raka, baba mau tanya,” mata bulat jernih itu menatap baba memperhatikan. baba mengambil sebuah CD lain dan menunjukkan ke raka, “raka lihat CD seperti ini berwarna biru?”

“iiyaaat,” ah, dia mengerti pertanyaannya, “raka lihat dimana?”

“dis titu,” raka menunjuk ke arah tertentu, tetapi masih belum bisa ditebak ke mana yang dimaksud, lalu baba memberi CD lain tersebut ke raka dan dibawanya CD itu oleh raka ke….

ke CPU komputer baba!

di CPU itu ada CD player bay dan juga expansion bay yang belum terisi player. Raka memasukkan CD ke dalam expansion bay. segera baba ambil CD tersebut sebelum sepenuhnya masuk ke expansion bay.

dari jendela expansion bay itu terlihat CD driver yang dicari tergeletak di atas harddisk bay. Aha!

“terima kasih raka yang pintar dan baik, sudah menunjuki baba di mana kamu taruh CD itu :)”

alhamdulillah… raka mengerti kalau CD tempatnya di CD player, bukan di bak pasir 🙂 subhanallah 🙂


radya and his oto

21 Agustus, 2007

since radya watch motogp session, he likes very much of motorbike and something that run fast. he was before very fond of aeroplane so that his father bought aeroplane toys everytime travelled by plane. at the time he watch motogp and F1 session, he called those automachines by “oto”.

eventhough we differ between automobile and motorbike, he always called them the same “oto”. because of this, our neighborhood called radya by “oto”. on his birthday, his uncle bought a three wheels bike for him, and radya also called it by “oto”. nowadays, he always play with his “oto”. sometimes, whenever his father came home from work, he ask to be placed on the ride of his father’s motorbike which also called “oto”.


radya and his green turtle

20 Agustus, 2007

radya is very fond of turtle and fish. his first turtle was bought in early June 07, at sunday market at Kukusan. he took care his turtle as he likes to play with it happily. it was the time when he took the turtle out of its box and he get wet because the water came out from it. and was the time when radya become very sad when he did not find his turtle box, because his father hide it from him. but radya and his green turtle was a part of his stories.


Radya dan Milad

18 Agustus, 2007

biasanya kalau andi lupa tanggal istimewa akan langsung disambut senyum pahit oleh citra. tapi kali ini sesampainya andi di rumah, sama sekali gak ada kesan istimewa yang harus disampaikan. waduh, malah citra sibuk aja membicarakan tukang dan material yang belum terbeli untuk renovasi rumah.

akhirnya pake “jurus toblerone”, cokelat putih buatan kraft itupun keluar dari tas dan mendarat di tangan citra. “Happy anniversary for us, Citra darling.”

heh, citra kaget dan tersadar kalau hari itu sudah 3 tahun kami menikah, dan alhamdulillah sudah dikaruniai oleh seorang putra yang kini berusia 15 bulan.

toblerone itu bagi Radya adalah cokelat enak. dan tanggal itu tidak hanya hari bahagia baba dan bubunya Radya. tetapi juga bagi Bibi yang bekerja di tempat kami, karena memasuki usianya yang ke-35.

wah, benar-benar cocok dan coincidence. but still in the Lord’s line of life. Radya yang suka makan ikan itu pun ikut mencicipi brownies milad buat Baba-Bubu dan Bibinya 🙂

Radya sudah belajar toilet, gak pake diaper kecuali pergi keluar lingkungan rumah (masih repot karena belum bisa mengatakan keinginan untuk buang air). Tapi di rumah dia sudah pandai mengepel lantai yang dikencinginya. Dia sudah pandai melepas sandalnya. sudah pandai menyampaikan pesan, walaupun belum pandai bicara.

ah, tiga tahun berlalu dalam pernikahan kami, empat belas bulan berlalu dengan kehadiran raka, hanya satu harapan kami: semoga Allah kekalkan kekeluargaan kami dalam kebahagiaan, keberkahan hidup di dunia maupun akhirat.

note:

tak lupa kami ucapkan jazakumullah khairan atas doa dan ucapan miladnya via pm, guestbook maupun sms.


raka sudah jalan!

29 Juni, 2007

akhirnya pada usianya ke 13 bulan 2 hari, ia melepaskan pegangan tangan yang selama ini selalu ditarik-tariknya… tak lagi minta diantar ke sana sini, dah langsung mencari apa yang hendak ditujunya…

mengejar tukang pisang keliling… menyapa setiap orang yang lewat di depan pintu rumah… memanggil kucing… bermain dengan kerikil dan rumput…

5 bulan kami menanti sejak raka senang dititah… ia tak mau lagi dipegangi, kecuali saat kelelahan, langsung merengkuh leher dan pundak saat kami merunduk

raka sudah jalan…. biar semua orang tahu, anak bongsor itu kini sudah jalan 😀


%d blogger menyukai ini: