banjir atau tergenang air

29 Oktober, 2010

barangkali pak gubernur harus menegur asistennya yang memilihkan penggunaan frase “genangan air” pada peristiwa kebanjiran di jakarta pekan ini.

merujuk kepada KBBI, walau kata “kegenangan” serupa dengan kata “kebanjiran”, makna kata dasar keduanya jauh berbeda.

banjir adalah kondisi dimana air banyak dan mengalir deras, karena meluapnya sungai akibat tingginya curah hujan atau arus pasang naik. sedangkan genang adalah kondisi tertutupi atau terendam air karena terhenti mengalir.

bagaimanapun, mestilah jadi prioritas gubernur dki untuk meminimalisasi dampak kebanjiran jakarta berikutnya.

Iklan

fys – 05 penyebaran api

18 April, 2010

Setelah mengenal api dan metode memadamkannya, kita perlu memahami bagaimana api menyebar sehingga dapat meminimalisasi dampak kebakaran. Bila dibandingkan dengan pemadaman yang dilakukan pada beberapa kejadian kebakaran justru memperparah kerusakan dan berdampak luas. Apakah petugas pemadamnya yang salah atau pemahaman masyarakat yang terkena musibah kebakaran yang perlu diperbaiki?

Api menyebar dengan 3 cara: radiasi, konveksi, dan konduksi.

Baca entri selengkapnya »


fys – 04 memadamkan api

25 Maret, 2010

Sesuai dengan tulisan sebelumnya, apabila unsur-unsur dalam segitiga api bertemu dan bereaksi secara kimia maka jadilah api. Oleh karena itu, dengan menghilangkan salah satu unsur pada segitiga api dapat memadamkan kebakaran.

Dahulu orangtua kita mempergunakan karung goni basah untuk memadamkan kompor meleduk. Karung goni yang bahannya berat dan kasar apabila dibasahi mampu menyerap air lebih banyak. Menutup kompor meleduk dengan karung goni basah dapat memadamkan api seketika karena menghilangkan unsur oksigen.

Karung goni adalah karung yang biasa digunakan untuk mengemas gandum atau gabah. Pada musim 17-an digunakan sebagai alat lomba balap karung. Saat ini keberadaannya sudah jauh berkurang. Sebagai pengganti dapat digunakan keset basah atau selimut basah, atau kain yang berbahan berat dan dibasahi. Jika bermodal dapat membeli fire blanket yang didesain secara khusus untuk menutup kebakaran.

Menutup kebakaran juga dapat dilakukan dengan pasir. Pada pompa bensin akan kita dapati gundukan pasir, yang dapat digunakan sewaktu-waktu pompa bensin mengalami kebakaran. Selain itu dapat juga digunakan foam maupun zat asam arang. Upaya menutup adalah untuk menghilangkan unsur oksigen dari segitiga api.

Cara kedua adalah mengurangi jumlah bahan bakar. Kebakaran akibat kebocoran gas dapat dipadamkan dengan cara menutup kerangan sumber gas. Kebakaran akibat kayu atau benda-benda mudah terbakar dapat dipadamkan dengan cara mengurangi sumber bahan bakarnya.

Cara ketiga dan yang paling sering dilakukan adalah dengan menyiram api dengan air. Cara yang paling tepat adalah dengan menyiram sekelilingnya. Cara ini disebut mendinginkan, adalah upaya untuk menghilangkan unsur panas dari segitiga api.

Cara keempat adalah dengan memutus reaksi kimia berantai, biasanya dengan menggunakan dry powder. Namun cara ini hanya bersifat sementara, sehingga harus ditindaklanjuti dengan paling tidak salah satu dari ketiga cara sebelumnya.


Menabung Air di Musim Hujan

19 Februari, 2010

Problem utama setiap musim panas adalah kurangnya pasokan air tanah untuk keperluan air rumah tangga. Sedangkan di musim hujan, isu banjir menjadi momok mengerikan, terutama bagi yang tinggal di dataran rendah atau daerah aliran sungai. Padahal banyak upaya yang bisa disiasati, tentu saja ada yang butuh dukungan dari para tetangga karena dampaknya akan kurang maksimal jika dilakukan sendirian. Berikut di antara upaya yang dapat dilakukan sebagai solusi atas problem tersebut.

1. Stop penggunaan jet pump

Alasan utama adalah, karena jet pump menguras cadangan air lebih cepat dan lebih banyak, sehingga potensi kekeringan menjadi lebih besar. Apalagi melihat kesalahan kaprah jika seorang tetangga menggunakan jet pump, maka 4 hingga 8 tetangga lainnya memasang jet pump.

Sebagai alternatif, gunakan pompa listrik biasa, atau jika perlu kembali menggunakan pompa tangan yang tetap dapat digunakan walau aliran listrik mati, sekalian berolahraga 🙂
Baca entri selengkapnya »


SAATNYA MENABUNG AIR!

1 Februari, 2008

Hari-hari ke depan adalah hari-hari bersyukur karena Allah melimpahkan hujan dari langit-Nya untuk membasahi bumi-Nya yang kekeringan. Musim hujan tiba biasanya yang paling bergembira ria adalah katak-katak di balong dan sawah, capung-capung sehingga mereka dapat melanjutkan regenerasi, juga komunitas masyarakat yang sehari-harinya kekurangan air. Tidak demikian bagi beberapa orang justru was-was akan hadirnya hujan: BANJIR jadi momok mengerikan yang mengancam setiap musim hujan tiba, disusul dengan penyakit ganas yang muncul.
Ketika musim panas kita kekurangan air, daripada membiarkan air membanjiri selain sungai di musim hujan seharusnya kita dapat menabung air sebagai persediaan.
Banyak hal yang dapat kita lakukan mulai dari rumah masing-masing:
1. Bersihkan selokan dari sampah supaya aliran air lancar dan tidak menggenang
2. Jangan tutup halaman dengan semen, jika sudah telanjur, bongkar kembali dan ganti dengan grass block atau tanami dengan rerumputan
3. buat sumur resapan atau lubang resapan biopori supaya air dapat meresap lebih banyak ke dalam tanah (alat pelubang biopori bisa berupa linggis dan sekop atau membeli alat bornya di www.biopori.com)
4. ganti pompa jet air dengan pompa biasa (selain menjaga konservasi air, juga lebih menghemat listrik)
5. biasakan membuang sampah pada tempatnya (jangan sembarangan di jalan atau di sungai supaya tidak menambah kedangkalan sungai)
6. pisahkan sampah berdasar kategori organik dan non organik. sampah organik dapat dimasukkan ke dalam lubang resapan biopori, untuk non organik dapat berupa plastik atau kertas, masing-masing dapat didaur ulang oleh pabrik.
7. tularkan semangat menabung air ini kepada tetangga terdekat agar mereka melakukan hal yang sama dengan kita!

%d blogger menyukai ini: