istigfar

21 Agustus, 2014

image

Rasulullah s.a.w bersabda: Barangsiapa yang mengucapkan

“Aku memohon ampun kepada Allah, yang tiada tuhan yang patut disembah selain Dia, yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurusi (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya”

Pasti ia akan diampuni, walaupun ia pernah melarikan diri dari (pasukan perang yang berbaris) merayap.

[HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Al-Albani]


ketika Allah menghampiri kita di malam hari

2 September, 2012

Ketika lewat sepertiga malam, marilah sejenak menghentikan keluhan dan harapan kita di facebook maupun twitter untuk mengalihkannya kepada Allah yang sedang menghampiri kita, menyediakan kedua tangan-Nya yang terbuka mendengar segala keluhan, mengabulkan segala doa, menyambut segala taubat dan mengampuni segala permohonan ampun.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ. (متفق عليه)

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Allah tabaraka wa ta’ala akan turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir. Maka Ia berkata: “Barangsiapa siapa yang berdo’a kepada-Ku akan Aku kabulkan doanya; barangsiapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri permintaanya; dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni dia”. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِذَا مَضَى شَطْرُ اللَّيْلِ أَوْ ثُلُثَاهُ يَنْزِلُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى، هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ، هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَيُغْفَرَ لَهُ حَتَّى يَنْفَجِرَ الصُّبْحَ. (رواه مسلم)

Jika telah lewat setengah malam atau sepertiganya, Allah Tabaroka wata’ala turun ke langit dunia dan berkata: “Bagi mereka yang meminta akan Aku beri, bagi mereka yang berdo’a akan Aku kabulkan, dan bagi mereka yang meminta ampun akan Aku ampuni dia” hingga masuk waktu subuh. (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

يَنْزِلُ اللهُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا كُلَّ لَيْلَةٍ حِيْنَ يَمْضِي ثُلُُثُ اللَّيْلِ اْلأَوَّلِ فَيَقُوْلُ: أَنَا الْمَلِكُ، أَنَا الْمَلِكُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَدْعُوْنِي فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَسْأَلْنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ فَلاَ يَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يَضِيْءَ الْفَجْرَ. (رواه مسلم)

Allah akan turun ke langit dunia setiap malam hingga lewat sepertiga malam yang pertama seraya berkata: “Aku adalah raja, Aku adalah raja. Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, akan aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, akan aku beri. Dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni dia”. Maka terus-menerus dalam keadaan demikian hingga terbitnya fajar. (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يُمْهِلُ حَتَّى إِذَا ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلأَوَّلِ نَزَلَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ، هَلْ مِنْ تَائِبٍ، هَلْ مِنْ سَائِلٍ، هَلْ مِنْ دَاعٍ حَتَّى يَنْفَجِرَ الْفَجْرَ. (رواه مسلم)

Sesungguhnya Allah menunda hingga hilang sepertiga malam yang pertama. Allah turun turun ke langit dunia seraya berkata: “Adakah orang yang meminta ampun? Adakah orang yang bertaubat? Adakah orang yang meminta? Adakah orang yang berdo’a?” hingga terbit fajar. (HR. Muslim)


13-09-1433H

2 Agustus, 2012

gambar diambil di Depok, tanggal 1 Agu 2012 jam 18.40 (13 Rmd 1433) dengan kamera Panasonic Lumix DMC-FZ8, 18x zoom

12 hari sudah Ramadan tahun ini dilalui, insya Allah masih ada 17 hari lagi sebelum merayakan hari berbuka. Mari koreksi kembali amalan puasa kita. Menahan lapar dan haus sudahlah tentu, apakah mata, lisan, dan hati juga berpuasa? Bahkan orang tidak beriman pun kuat berpuasa, apakah kita berpuasa dengan penuh keimanan dan berharap balasan dari Allah semata [1]? Apakah kita tetap menjaga salat-salat fardu? Bagaimana dengan salat-salat sunah? Sudahkah kita lebih dekat dengan Alquran? Apakah kita memperbanyak sedekah?

Banyak yang bilang bahwa Ramadan terbagi tiga fasa: rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Namun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengindikasikan bahwa setiap hari di bulan Ramadan adalah rahmat, ampunan [2], dan pembebasan dari api neraka [3]. Maka hendaklah kita tidak berputus asa dari rahmat Allah [4], tetap meminta ampunan dari-Nya atas dosa-dosa kita [5], memohon terbebas dari api neraka yang 70 kali lebih panas dari api dunia, serta mengharap surga sebagai balasan dari Allah karena keikhlasan kita dalam beribadah.

[1],[2] “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Albukhari dan Muslim]

[3] “Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam di bulan Ramadan, dan semua orang muslim yang berdoa akan dikabulkan doanya.” [HR Bazzar, Ahmad, Ibnu Majah]

[4] “Sesungguhnya Allah menjadikan rahmat seratus bagian, dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan satu bagian untuk seluruh makhluk-Nya. Sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga. Dan sekiranya orang-orang beriman mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka.” [HR Albukhari]

[5] “Sesungguhnya Jibril alaihissalam datang kepadaku, dia berkata: Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan ‘Amin’, maka akupun mengucapkan Amin…” [HR Ibnu Khuzaimah, Ahmad, Albaihaqi, Muslim]


Terjemah Aqidah Wasithiyah – 05

27 Juli, 2012

TERJEMAH AL-AQIDAH AL-WASITHIYYAH

Penulis: Asy-Syaikh Al-Islam Taqiyyuddin Ahmad Ibn Abdul Halim Ibn Taimiyyah

[sebelumnya]

{Penetapan sifat Cinta bagi Allah terhadap para Wali-Nya dengan kecintaan yang sesuai dengan kebesaran-Nya}

Dan firman-Nya: “Berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Albaqarah: 195)

“Dan berbuat adillah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.” (QS Al-Hujuraat: 9)

“Maka apabila mereka berlaku lurus kepada kalian, hendaklah kalian berlaku lurus kepada mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 7)

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS Albaqarah: 222)

Dan firman-Nya: “Katakanlah: ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.'” (QS Ali Imran: 31)

Dan firman-Nya: “Maka kelak didatangkan oleh Allah suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (QS Al-Maidah: 54)

Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur laksana mereka sebagai bangunan yang tersusun kukuh.” (QS As-Shaf: 4)

{Penetapan sifat Rahmat dan Pengampun bagi Allah}

Dan firman-Nya: “Dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Welas Asih.” (QS Al-Buruj: 14)

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS An-Naml: 30)

“Wahai Tuhan kami, sungguh meliputi segala sesuatu yaitu rahmat dan ilmu Engkau.” (QS Al-Mu’min: 7)

“Dan Dia, kepada orang-orang beriman, adalah Maha Menyayangi.” (QS Al-Ahzab: 43)

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS Al-A’raaf: 156)

“Telah ditetapkan oleh Tuhan kalian atas diri-Nya rasa kasih sayang.” (QS Al-An’am: 54)

“Dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Yunus: 107)

“Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik Penjaga. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS Yusuf: 64)

{bersambung, Insya Allah}


%d blogger menyukai ini: