fys – 05 penyebaran api

18 April, 2010

Setelah mengenal api dan metode memadamkannya, kita perlu memahami bagaimana api menyebar sehingga dapat meminimalisasi dampak kebakaran. Bila dibandingkan dengan pemadaman yang dilakukan pada beberapa kejadian kebakaran justru memperparah kerusakan dan berdampak luas. Apakah petugas pemadamnya yang salah atau pemahaman masyarakat yang terkena musibah kebakaran yang perlu diperbaiki?

Api menyebar dengan 3 cara: radiasi, konveksi, dan konduksi.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

fys – 04 memadamkan api

25 Maret, 2010

Sesuai dengan tulisan sebelumnya, apabila unsur-unsur dalam segitiga api bertemu dan bereaksi secara kimia maka jadilah api. Oleh karena itu, dengan menghilangkan salah satu unsur pada segitiga api dapat memadamkan kebakaran.

Dahulu orangtua kita mempergunakan karung goni basah untuk memadamkan kompor meleduk. Karung goni yang bahannya berat dan kasar apabila dibasahi mampu menyerap air lebih banyak. Menutup kompor meleduk dengan karung goni basah dapat memadamkan api seketika karena menghilangkan unsur oksigen.

Karung goni adalah karung yang biasa digunakan untuk mengemas gandum atau gabah. Pada musim 17-an digunakan sebagai alat lomba balap karung. Saat ini keberadaannya sudah jauh berkurang. Sebagai pengganti dapat digunakan keset basah atau selimut basah, atau kain yang berbahan berat dan dibasahi. Jika bermodal dapat membeli fire blanket yang didesain secara khusus untuk menutup kebakaran.

Menutup kebakaran juga dapat dilakukan dengan pasir. Pada pompa bensin akan kita dapati gundukan pasir, yang dapat digunakan sewaktu-waktu pompa bensin mengalami kebakaran. Selain itu dapat juga digunakan foam maupun zat asam arang. Upaya menutup adalah untuk menghilangkan unsur oksigen dari segitiga api.

Cara kedua adalah mengurangi jumlah bahan bakar. Kebakaran akibat kebocoran gas dapat dipadamkan dengan cara menutup kerangan sumber gas. Kebakaran akibat kayu atau benda-benda mudah terbakar dapat dipadamkan dengan cara mengurangi sumber bahan bakarnya.

Cara ketiga dan yang paling sering dilakukan adalah dengan menyiram api dengan air. Cara yang paling tepat adalah dengan menyiram sekelilingnya. Cara ini disebut mendinginkan, adalah upaya untuk menghilangkan unsur panas dari segitiga api.

Cara keempat adalah dengan memutus reaksi kimia berantai, biasanya dengan menggunakan dry powder. Namun cara ini hanya bersifat sementara, sehingga harus ditindaklanjuti dengan paling tidak salah satu dari ketiga cara sebelumnya.


fys – 03 segitiga api

25 Maret, 2010

Maraknya peristiwa kebakaran di antara kita yang dapat disimak setiap hari di televisi, menuntut perhatian lebih dari kita terhadap api, kebakaran, penyebabnya dan bagaimana mencegahnya. Pada tulisan kali ini saya hendak memperkenalkan tokoh utama dalam peristiwa kebakaran yaitu API.

Dalam menemukan api pertama kali, dikisahkan bahwa manusia mendapatkannya dari alam, yaitu petir yang menyambar pohon kemudian membakarnya, seiring berkembangnya pengetahuan manusia, yang dianugerahkan oleh Allah, manusia mulai membuat api dari percikan batu atau gesekan kayu. Api tersebut digunakan untuk penerangan, menghangatkan tubuh dari hawa dingin, dan memasak makanan. Jadilah api sebagai sahabat manusia.

Tetapi ketika didapati bahwa jumlah api yang besar ternyata membuat kebakaran, mencelakakan manusia, dan menghanguskan harta benda yang mereka miliki, sejak itu pula api menjadi musuh manusia. Sikap manusia terhadap api pun berubah, kaum yang tidak mendapat petunjuk dari Tuhan, menjadikan api sebagai entitas ketuhanan yang disembah.

Bagaimanapun, api adalah makhluk Allah, kecil jadi sahabat, besar jadi musuh, maka dalam menyikapinya manusia harus mengenal dan mengendalikan api. Lalu bagaimana sebenarnya api terjadi?

Ketika berkumpulnya bahan bakar, panas, dan oksigen kemudian terjadi reaksi di antara ketiganya, maka terjadilah api. Bahan bakar adalah bahan yang mudah terbakar, baik dalam bentuk padat, cair maupun gas. Akan tetapi yang paling mudah adalah bentuk gas, sedangkan bentuk padat harus mengalami pirolisis atau perubahan menjadi uap, begitupula bentuk cair harus menguap supaya mudah terbakar.

Panas dapat berasal dari reaksi kimia, listrik, gesekan, tekanan, maupun alam seperti matahari dan petir. Sedangkan oksigen berasal dari udara di sekitar kita. Api terjadi dengan reaksi ketiga unsur tersebut, inilah yang disebut dengan SEGITIGA API. Namun untuk dapat berkesinambungan (long lasting) harus terjadi reaksi kimia berantai.

***


petualangan energi

9 Juni, 2008

Bagi yang pengen kenal tentang energi minyak dan gas bumi, mungkin sulit mencari “for dummies” yang berbicara dengan bahasa awam dan mudah dimengerti. Belum lagi kebanyakan sarana belajar itu tidak murah didapatkan. Nah, di internet ada sebuah situs yang menyediakan modul belajar bagi teman-teman yang awam tentang energi migas, namun untuk memahami isi di dalamnya harus bisa bahasa Inggris 🙂 silakan klik di sini

obrolan lanjutan


%d blogger menyukai ini: