ketuk pintu dan beri salam

23 Mei, 2011

sudah dibiasakan bagi anak-anak untuk mengetuk pintu dan memberi salam setiap kali masuk rumah atau minta ijin masuk ke kamar orang tua. Ketika Radya, 5 tahun, menggedor-gedor pintu kamar, kami sengaja tidak segera membukakan pintunya hingga terdengarlah rajukannya disertai sedikit raungan.  Kemudian kami buka pintunya dan melihat cucuran air mata di pipi bocah kecil itu. Sambil jongkok Baba menasihati agar setiap kali minta ijin masuk kamar yang tertutup atau terkunci dengan cara mengetuk dan memberi salam dengan sopan. Tak lupa peluk cium Baba buat Radya agar ia menyadari bahwa ayahnya sangat menyayanginya untuk berlaku baik.

Suatu ketika Radya membuat kesal Bubu karena mengunci kamarnya, sedangkan Bubu ada keperluan di kamar itu sehingga Bubu harus menggedor pintu kamarnya. Lalu dari dalam terdengar suara yang diiringi isakan tangis: “Bubu, assalamualaikum-nya mana?”

Iklan

memilih istri shalihah

4 April, 2010

Setiap orang yang ingin mengarungi kehidupan berumah tangga hendaknya memiliki perhatian dalam memilih pasangan hidupnya, setelah memohon kepada Allah agar diberikan pilihan yang terbaik dan meminta arahan kepada orang-orang yang telah berpengalaman dan berilmu. Seorang perempuan hendaklah memilih laki-laki shalih yang kelak menjadi ayah bagi anak-anaknya. Dan seorang laki-laki hendaknya memilih perempuan shalihah untuk menjadi ibu bagi anak-anaknya.

Walau peran kedua orang tua sama besar tanggung jawabnya dalam pendidikan anak-anak, bagaimanapun mereka akan tumbuh dan berkembang sebagaimana budi pekerti dan pembawaan ibunya. Dan sang ibu sebagai istri pun memiliki pengaruh yang besar pada diri suaminya. Kecenderungan kepada istri seringkali membawa suami untuk menuruti keinginan istrinya, dan rasa cinta kepadanya menyebabkan suami menyepakati pendapatnya, sehingga suami tidak mendapatkan celah untuk menyelisihi sang istri, tidak pula menentangnya atau mencari jalan yang berbeda. Maka sampai ada yang mengatakan bahwa seseorang (suami) tergantung kepada agama istrinya.

Orang-orang bijak masa lalu pernah berkata kepada anak-anaknya:

“Wahai anakku, janganlah keelokan paras wanita mengalihkanmu dari  kejelasan nasab (keturunan), sesungguhnya wanita pilihan nan mulia adalah pembawa derajat kemuliaan.”

“Sesungguhnya aku telah berbuat baik kepadamu di waktu kecilmu, tatkala kamu tumbuh besar, dan sebelum kamu dilahirkan yaitu dengan memilih sosok ibu yang dengan itu kalian tidak mencelaku.”

“Awal perbuatan baikku yang kuberikan kepada kalian adalah memilih sumber yang luhur (yaitu ibu) yang nampak kesuciannya.”

rujukan:

Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, 38 Kesalahan Mendidik Anak, Pustaka Ar Rayyan:  Cet. III, 2009


Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)

14 Maret, 2006

ada Band feat Gita Gutawa

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala
mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala
sesuatu yang pernah terlewati

**

lirik yang sangat menyentuh, kadang-kadang harus merelakan bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipi saat mendengarnya, kerinduan kepada ayah tercinta. semoga Allah membimbing dan menyayangimu selalu sebagaimana engkau melakukannya padaku di masa kecilku.


%d blogger menyukai ini: