tentang kebahagiaan

28 Juli, 2016

tumblr_static_tumblr_static_50qpcrvxy1og48oo0k4c8k00c_640

kebahagiaan itu sungguh tidak berhenti di kematian yang indah (husnul khatimah), melainkan terus berlangsungnya manfaat dari harta yang disedekahkan (sedekah jariyah), kesinambungan manfaat ilmu yang diajarkan, dan anak-anak saleh yang mendoakan.


 

Siang hari itu setelah salat zuhur berjamaah, seorang kyai muda duduk di kursi kajian ilmu di dekat mimbar masjid menyampaikan syarah kitab Al-Irsyadul Ibad, bab “Hal yang diucapkan oleh orang yang sakit”. Sang kyai muda berbicara dengan jelas dan berbahasa yang sangat mudah dipahami.

Di antara pembahasan bab adalah kalimat tahlil “la ilaha illallah” yang dianjurkan untuk diucapkan atau ditalqinkan kepada orang yang sakit atau sekarat. Hal demikian karena kalimat tahlil adalah kalimat yang paling mudah diucapkan, bahkan oleh orang yang sekarat yang biasanya kesulitan berbicara. Hanya dengan menggerakkan lidah tanpa perlu mengatupkan kedua bibir.

Sangat menarik bagaimana beliau mengupas hikmah tersebut, tentu saja karena kedalaman ilmunya. Kyai muda ini duduk melanjutkan kajian ilmu yang sebelumnya diampu oleh mendiang ayahandanya, seorang kyai sepuh yang belum lama saja wafat. Beliau mengakhiri kajian dengan mendoakan kebaikan bagi hadirin dan terkhusus bagi sang kyai sepuh.

Dikisahkan oleh seorang ustaz, bahwa sang kyai sepuh dalam kondisi sakit sebelum meninggalnya telah menamatkan ibadah puasa Ramadan dengan sempurna dan juga melazimkan salat sunah setelah wudu. Beberapa hari setelah Idul Fitri, dalam keadaan hendak melakukan salat tahajud, malaikat maut menjemputnya.

Mendiang kyai sepuh adalah contoh orang yang dibahagiakan: kematiannya begitu indah, kedermawanannya begitu diakui, kajian ilmu yang disampaikannya begitu menyentuh hati dan menggerakkan amal, dan ia dikaruniai anak yang juga menjadi kyai. Semoga Allah merahmatinya.

@ndi, 23101437

 


berbagi: bertukar bahagia

17 Agustus, 2014

image

ketika pembagian hadiah hiburan, anak-anak segera membuka bungkus dan mendapatkan satu set alat tulis dengan berbagai motif. sementara anak-anak lain membuang bungkusnya sembarangan, radya dan tsuraya diingatkan agar menyimpan atau membuangnya di tempat sampah.

radya mendapat set alat tulis bertema angry bird berwarna kuning. tsuraya mendapat set bertema cars berwarna merah. mereka saling bertukar hadiah. beberapa saat kemudian, radya datang dengan set bertemakan spiderman berwarna merah. set cars miliknya sudah ditukar dengan kawannya.

tsuraya pun datang meminta set angry bird kuning miliknya yang dititipkan pada baba lalu membawanya pergi. terlihat ia mendekati seorang anak laki-laki yang sedang jongkok bersedih memegangi hadiahnya. tsuraya menawarkan pertukaran dengannya sehingga anak laki-laki itu pun gembira.

tsuraya kembali kepada baba dengan riang dan menunjukkan set alat tulis bertema barbie berwarna merah muda hasil barter, sambil berkata, “dia bilang terima kasih.”


bahagia tanpa televisi

10 April, 2008

boleh dibilang televisi ada manfaat dan mudaratnya, tetapi sejauh ini mudaratnya jauh lebih besar daripada manfaatnya. tidak seperti khamar yang pada akhirnya diharamkan oleh Tuhan, televisi adalah sebuah alat yang tergantung dari penggunaannya. penyalahgunaan televisi dapat menyebabkan statusnya berubah dari boleh menjadi haram. seperti halnya pisau, boleh digunakan untuk memotong bahan makanan, tetapi haram digunakan untuk membunuh manusia 🙂

sejak awal kami mencoba meminimalisasi keberadaan televisi di rumah. tetapi orang tua kami terlalu sayang sehingga meminjamkan salah satu televisinya untuk kami, supaya gak ketinggalan zaman, kata mereka. padahal alat mengejar ketinggalan zaman tidak melulu televisi, dapat saja berupa surat kabar, atau internet 🙂 tetapi sebenarnya alasan utamanya adalah untuk menyenangkan hati mereka apabila datang ke rumah kami, karena ada saja sinetron yang sulit dilewatkan oleh mama atau acara yang disenangi oleh papa.

lepas dari kehadiran ortu, kotak televisi itu lebih sering nongkrong membisu di atas bufet jati di ruang keluarga rumah kami. kadangkala kami gunakan televisi untuk memutar dvd atau vcd yang bertema pendidikan usia dini, keluarga atau film aksi yang kami beli dari toko. sebenarnya selama ini keperluan menonton film itu dipenuhi dengan komputer, tetapi sejak raka putra kami yang berusia 2 tahun itu senang menonton film kartun anak-anak, kami merasa perlu menambah perangkat DVD player supaya ia tidak mengganggu ibunya yang sedang menyelesaikan pekerjaan desain rumah pesanan klien.

sempat ketika hari-hari diisi oleh hujan sehingga raka tidak dapat bermain keluar, ia pun disibukkan dengan menonton postman pat, cars, thomas and friends, atau baby genius.

sampai saat ini, kami berhasil memanfaatkan televisi dan mengambil manfaat dari kebisuannya. karena kami dapat lebih sering ngobrol sesama anggota keluarga, atau beraktivitas yang menghangatkan hubungan antara ayah-ibu-anak, serta terhindar dari pengaruh buruk televisi. alhamdulillah.

apalagi jika kedapatan acara yang berisi gosip, kekerasan, atau berita buruk, makin membuat kami berusaha menjauhi televisi. kami merasa bahagia tanpa televisi, kami dapat mengembangkan filter kami lebih rapat lagi dan kami dapat membuat rancangan aktivitas keluarga lebih menyenangkan, sebisa mungkin tanpa keterlibatan televisi.


kisah semut dan jangkrik…

10 Mei, 2005

Sebuah email masuk di inbox saya, sangat menarik!

Halo Teman,Ada sebuah cerita lama mengenai semut dan jangkrik, tentunya Anda
sudah pernah mendengar saat kita kecil dulu, dimana si semut selalu
rajin bekerja untuk kepentingan Ratu dan koloninya sedangkan si
jangkrik bekerja untuk dirinya sendiri dan kemudian asyik bernyanyi.

Semut dan jangkrik bisa juga dimisalkan antara seorang pekerja
keras dan seorang wirausaha. Semut setiap hari sibuk dan sibuk
bekerja untuk memenuhi kebutuhan semua koloni termasuk Ratu dan
larva semut, bisa di ibaratkan semut seperti seorang pekerja atau
buruh atau karyawan seperti kita, yang terus sibuk bekerja untuk
memenuhi keuntungan atau memperkaya Ratu (Bos kita/owner). Semut
akan terus bekerja sampai mati, tidak pernah ada waktu untuk
bersenang-senang sama sekali.

Bagaimana dengan Jangkrik, dia akan bekerja untuk kebutuhannya
sendiri, setelah itu dia akan menikmati waktu luangnya untuk
bersenang-senang, bukankah begitu ? Jangkrik seperti seseorang yang
bekerja untuk dirinya sendiri, tidak punya Bos.

Karena biasanya kita adalah seorang karyawan, atau pekerja,
mengapa karyawan, pekerja atau buruh tidak berpikiran mandiri,
karena kalau itu terjadi maka Bos akan rugi besar. Maka bos akan
membuat agar karyawannya selalu berpikiran sempit sehingga selalu
tergantung pada tempatnya bekerja, dan akan terus bekerja untuk
memperkaya bosnya.

Apakah Anda tidak ingin menjadi seperti seekor Jangkrik yang bisa
menikmati hidupnya sendiri tanpa ada gangguan dari Bos?

Hmm,
kisah lama yang sangat menarik, namun agaknya kisah tersebut tidak tuntas diceritakan, karena kisah sebenarnya yang terjadi dibalik itu adalah: para semut selalu memiliki gudang persediaan di sarang mereka, dan mereka memiliki kebun-kebun jamur untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat semut yang disiapkan sebagai cadangan untuk musim dingin yang panjang, sedangkan si jangkrik tidak memiliki satupun cadangan makanan yang akhirnya di musim dingin yang panjang itu jangkrik mati kelaparan.

😀

Bekerja bagi orang lain, tidak ada yang salah dengan hal itu, begitu pula bekerja untuk diri sendiri. Perbedaannya adalah, bekerja bagi orang lain akan membawa kebahagiaan bagi orang lain, memberi manfaat bagi orang lain adalah suatu kebaikan yang luhur. Apabila kita memilih untuk bekerja dan menghidupi orang lain, tentulah manfaat yang kita berikan akan lebih besar lagi. Namun jika kita hanya bekerja untuk diri sendiri, siapakah yang akan mengambil kesempatan untuk memberi manfaat kepada orang lain?

Hidup adalah untuk memberi manfaat bagi orang lain, bermakna bagi dunia, dan menikmati akhirat.

Salam sukses!

milyuner.com
arenakonglomerat.com


%d blogger menyukai ini: