belajar dari tentram 23

2 Desember, 2011

Bismillah. Banyak hal positif yg saya peroleh dari pertemuan malam kamis (05-01-1433/30-11-2011) di Jl. Tentram no. 23 Cipaganti, Bandung. Komunitas yg penuh semangat untuk saling memotivasi, belajar entrepreneurship dan leadership, memadukannya dengan ketegaran di atas sunnah salafussalih. Abang Abu Umar, Andri Maadsa, lulusan ilmu komunikasi dan motivator di Success University dan presdir MAADSA Consultant, sekaligus murid dari Ust. Abu Hamzah Yusuf dan Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi, adalah aktor di balik komunitas ini.

Duduk selama 4 jam bersama orang2 dari berbagai kalangan dan usia, seperti mengisi ulang keimanan saya. Para anggota komunitas berbagi kesan akan hal2 yg mereka lakukan di tahun 1432h dan resolusi untuk kemajuan pribadi dan komunitas di tahun 1433h.

Keraguan menjadi keyakinan, kegetaran menjadi keteguhan, minder menjadi kepercayaan diri, adalah di antara faidah yg didapat oleh anggota komunitas. Sebagai tamu, saya dijamu dengan baik dan mendapatkan pelajaran yg luar biasa tentang adab, berguru, ilmu dan amal.

Semoga Allah merahmati kami.

Untuk: Andri Maadsa sang motivator yg mengagumkan, Wahyu sang koki dan pebisnis kredit, Sandri si penyuka biografi ulama, Asep sang mutiara dan wirusahawan ATK, Ujang si pembelajar, Yoga si kerang mutiara, Adi si jojon, Abu Talhah si junior, Supri yg tegar, Dani sang emas, Anto si singa bimbel, Rahmat yg rendah hati, Aditya pengagum Abu Hurairah, Sulaiman si pengusaha alkes, Abu Soleh si motivator, Kang Fitri sang ayah, Rudi, Rendi dan Dwi. Semoga Allah memberkati kalian.

Iklan

efisiensi berkereta

10 Maret, 2009

kereta api masih jadi alternatif kendaraan saya dari bandung ke jakarta, terutama pada long weekend kemarin, dimana hampir semua shuttle already fully booked sedangkan mencapai terminal leuwi panjang memakan waktu lebih lama dan harus melewati beberapa titik kemacetan. dengan biaya yang sama dengan karcis bus bandung-lebak bulus, saya peroleh tiket argo gede plus mendapatkan snack kotak berupa roti dan air minum. waktu tempuh bandung jakarta juga tidak jauh berbeda pada kisaran 3 jam. ketika kereta berhenti di jatinegara, pada pukul 21:30 saya memikirkan alternatif kendaraan: taxi dari jatinegara, busway, KRD atau KRL.

Baca entri selengkapnya »


siapa bilang ini sebuah kebodohan…

31 Mei, 2004

jumat hingga ahad kemarin aku rapat di bogor. sebelumnya udah punya janji mau datang ke pernikahan teman hari ahad di bandung jam 11-14, tapi ternyata aku berangkat dari bogor jam 10 pagi, kukira bisa sampai jam 13 di bandung.

tadinya berpikir langsung naik bus dari Baranang Siang ke Bandung atau naik kereta ke Manggarai lalu disambung ke Bandung, tapi punya pilihan lain yaitu ngecer dari bogor, via puncak, cianjur, lalu bandung.

di terminal tidak kudapatkan bus Bandung – Bogor, aku heran aja apa aku salah masuk peron atawa bagaimana, akhirnya aku naik angkot ke Ciawi, rencananya sih mau ke puncak dulu. Pas di lampu merah ada bus Bogor – Bandung via Sukabumi, alamak kenapa juga tiba-tiba aku masuk ke bus itu? lalu menikmati perjalanan yang menghabiskan waktu 4 – 5 jam (sudah termasuk istirahat dan macet di jalan)

jelas aja aku gak sampai di bandung tepat waktu, akhirnya kuputuskan untuk langsung kembali ke jakarta setelah sebelumnya aku sms temanku yang punya hajatan itu. Abis makan dan solat Ashr, ambil Primajasa jurusan Lebak Bulus, sampai rumah jam 21 kurang.

Aku jadi berkesimpulan, 1. walau kita pikir jarak lebih dekat antara Bogor Bandung daripada dari Jakarta, ternyata waktu tempuh hampir sama, 2. apapun yang menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu, ternyata tidak sepenuhnya berada dalam kehendak kita, ada kehendak lain yang membuat kita bergerak…, 3. kalo kamu mengalami hal seperti ini, siap-siap aja menggerutu, unless kita terus berzikir, 4. yang jelas badanku capekd dan pegal-pegal, hhh…


%d blogger menyukai ini: