profesional is me (realita)

24 Oktober, 2012

profesionalisme itu dinilai dengan bagaimana kita bekerja dengan baik, bukan dengan bagaimana kita menguasai pekerjaan. (realita)

profesionalisme itu bekerja untuk dibayar sewajarnya, bukan bekerja sesuai bayaran. (realita)

profesional itu mengakui kekurangan dengan menawarkan perbaikan bukan dengan mengambinghitamkan pihak lain. (realita)

profesional itu memberikan hak giliran sesuai nomor antrian, bukan sesuai lamanya mengantri. (realita)

profesional itu menangani pekerjaan sedemikian sehingga terselesaikan dan memuaskan, bukan memuaskan sehingga terselesaikan. (realita)

profesional itu fokus kepada permasalahan dan berorientasi solusi, bukan fokus pada solusi dan mengembangkan masalah. (realita)

profesional itu bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil kemudian mengevaluasi hasil yang diraih. (realita)

profesional itu selalu sedia ketika dibutuhkan bukan selalu ada walau tidak dibutuhkan. (realita)

profesional itu tidak melulu menepati waktu yang dijanjikan, melainkan tepat guna dan tepat sasaran pada waktu yang tepat. (realita)

profesional itu mengerjakan sesuai kewenangan dan mengarahkan kepada yang berwenang, bukan menanggung kewenangan pihak lain. (realita)

profesional itu meletakkan pekerjaan kantor di kantor dan pekerjaan rumah di rumah dan tetap siaga di akhir pekan. (realita)

profesional adalah mengambil peran ketika semua pihak mengelak untuk berwenang dan berkepentingan 😦 (realita)

profesional adalah kita menghargai orang lain karena kedudukannya dan kita dihargai karena pencapaian prestasi. 🙂 (realita)


bekerja adalah…

7 Februari, 2010

ketika kuliah dulu, saya diperkenalkan dengan dunia kerja, mulai dari yang tidak ada kaitannya dengan kuliah saya seperti menjadi guru bimbingan belajar hingga yang sangat sejalan dengan kuliah saya yaitu menjadi process engineer. semua macam pekerjaan itu ditampakkan kepada saya selama empat setengah tahun menjalani perkuliahan di universitas indonesia. sehingga saya dapat mengetahui ke arah mana sebaiknya saya melangkahkan kaki ketika lulus nanti.

lanjutannya nih


kisah semut dan jangkrik…

10 Mei, 2005

Sebuah email masuk di inbox saya, sangat menarik!

Halo Teman,Ada sebuah cerita lama mengenai semut dan jangkrik, tentunya Anda
sudah pernah mendengar saat kita kecil dulu, dimana si semut selalu
rajin bekerja untuk kepentingan Ratu dan koloninya sedangkan si
jangkrik bekerja untuk dirinya sendiri dan kemudian asyik bernyanyi.

Semut dan jangkrik bisa juga dimisalkan antara seorang pekerja
keras dan seorang wirausaha. Semut setiap hari sibuk dan sibuk
bekerja untuk memenuhi kebutuhan semua koloni termasuk Ratu dan
larva semut, bisa di ibaratkan semut seperti seorang pekerja atau
buruh atau karyawan seperti kita, yang terus sibuk bekerja untuk
memenuhi keuntungan atau memperkaya Ratu (Bos kita/owner). Semut
akan terus bekerja sampai mati, tidak pernah ada waktu untuk
bersenang-senang sama sekali.

Bagaimana dengan Jangkrik, dia akan bekerja untuk kebutuhannya
sendiri, setelah itu dia akan menikmati waktu luangnya untuk
bersenang-senang, bukankah begitu ? Jangkrik seperti seseorang yang
bekerja untuk dirinya sendiri, tidak punya Bos.

Karena biasanya kita adalah seorang karyawan, atau pekerja,
mengapa karyawan, pekerja atau buruh tidak berpikiran mandiri,
karena kalau itu terjadi maka Bos akan rugi besar. Maka bos akan
membuat agar karyawannya selalu berpikiran sempit sehingga selalu
tergantung pada tempatnya bekerja, dan akan terus bekerja untuk
memperkaya bosnya.

Apakah Anda tidak ingin menjadi seperti seekor Jangkrik yang bisa
menikmati hidupnya sendiri tanpa ada gangguan dari Bos?

Hmm,
kisah lama yang sangat menarik, namun agaknya kisah tersebut tidak tuntas diceritakan, karena kisah sebenarnya yang terjadi dibalik itu adalah: para semut selalu memiliki gudang persediaan di sarang mereka, dan mereka memiliki kebun-kebun jamur untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat semut yang disiapkan sebagai cadangan untuk musim dingin yang panjang, sedangkan si jangkrik tidak memiliki satupun cadangan makanan yang akhirnya di musim dingin yang panjang itu jangkrik mati kelaparan.

😀

Bekerja bagi orang lain, tidak ada yang salah dengan hal itu, begitu pula bekerja untuk diri sendiri. Perbedaannya adalah, bekerja bagi orang lain akan membawa kebahagiaan bagi orang lain, memberi manfaat bagi orang lain adalah suatu kebaikan yang luhur. Apabila kita memilih untuk bekerja dan menghidupi orang lain, tentulah manfaat yang kita berikan akan lebih besar lagi. Namun jika kita hanya bekerja untuk diri sendiri, siapakah yang akan mengambil kesempatan untuk memberi manfaat kepada orang lain?

Hidup adalah untuk memberi manfaat bagi orang lain, bermakna bagi dunia, dan menikmati akhirat.

Salam sukses!

milyuner.com
arenakonglomerat.com


%d blogger menyukai ini: