mampir di Holland

9 September, 2012

Luchthaven Amsterdam Schiphol alias Amsterdam Airport Schiphol adalah bandara dengan kualitas nomor 1 di Eropa, seperti sebuah kota kecil yang berada pada jarak 10 km di baratdaya kota Amsterdam, Netherlands. Pada kesempatan perjalanan ke USA kali ini, saya sengaja menggunakan maskapai Garuda Indonesia untuk mampir di Holland. Dari pencarian di internet, jika memiliki waktu transit yang cukup kita bisa melakukan tour ke kanal-kanal kota Amsterdam dalam waktu singkat. Hal tersebut dimungkinkan apabila pelayanan kereta api dari bandara Schiphol ke kota Amsterdam aktif. Sayangnya pada hari sabtu itu, menurut petugas informasi airport, pelayanankereta api sedang berhenti karena sedang dalam perbaikan. Sehingga untuk mencapai Amsterdam dengan bus atau taxi memakan waktu 2 jam pp, maka 4 jam transit tidak akan memuaskan.

Karena waktu masih menunjukkan jam 9 pagi sedangkan jadwal boarding pesawat jam 14,  menikmati fasilitas bandara pun sudah cukup melelahkan. Hal pertama yang saya lakukan adalah konektivitas. Fasilitas wi-fi diberikan secara gratis untuk 2×30 menit di ruang tunggu KPN di lantai 2, setelah itu akan muncul pesan:

Foutcode 62: het aantal gratis sessies is verbruikt. Ga verder online met Premium WiFi. artinya kalau mau lanjut online harus bayar.

Stop kontak yang tersedia sama dengan di Indonesia, walaupun airport menyediakan berbagai macam ukuran lubang, kita dibuat nyaman karena tidak memerlukan adaptor untuk mengisi baterai handphone atau laptop. Theater XD yang terletak pojokan sepi pengunjung. Harga tiketnya EUR7 atau USD10 untuk menikmati pengalaman menonton salah satu dari 3 pilihan film petualangan menegangkan 6 dimensi berdurasi 5 menit.  Lantai 2 diperuntukkan sebagai ruang tunggu yang nyaman karena relatif lebih tenang daripada lantai 1. Di lantai ini terletak ruang meditasi, hotel transit dan ruang tunggu eksekutif dari berbagai maskapai, selain itu juga disediakan ruang tunggu dengan kursi nyaman bagi siapa saja yang hendak beristirahat.

Menikmati beberapa gambar yang dipajang di lorong sejarah Schiphol, saya turun ke lantai 1 menuju ke Holland Boulevard, yaitu sebuah tempat di dalam bandara yang diset seperti jalan utama tempat berlalu lalang para musafir dimana kanan dan kiri dipenuhi pertokoan duty free dan tempat makan dengan sentuhan sangat Belanda: bunga Tulip! Di bulevar itu juga terdapat minisitus Rijksmuseum yang memamerkan beberapa lukisan dari koleksi museum Rijks sebenarnya.

Setelah puas cuci mata, saya menuju KLM Lounge yang disediakan untuk para musafir yang menaiki penerbangan kelas bisnis dan eksekutif dari maskapai manapun yang bekerja sama dengan KLM dalam satu jaringan. Setelah register kita dapat duduk menikmati hidangan yang tersedia dan menikmati free wi-fi dengan kode akses: KLMddmmyy dengan dd untuk 2 digit tanggal, mm untuk dua digit bulan dan yy untuk 2 digit tahun pada saat kedatangan. Atau meminta kunci shower untuk mandi dan menyegarkan badan.

Sebagaimana bandara internasional lainnya, Schiphol juga menyediakan ruangan khusus bagi berbagai penganut kepercayaan yang berbeda-beda yang hendak melakukan doa, meditasi, maupun salat. Ruang Meditation Centre yang terletak di lantai 2 hanya berjarak 20 meter dari toilet sehingga memudahkan muslim untuk berwudu. Setelah menunaikan salat berjamaah dengan para musafir lainnya, saya segera menuju gerbang E3 agar tidak terlambat naik pesawat.

G4S alias Group 4 and Securicor yang biasa saya temui di Indonesia sebagai penyedia jasa sekuriti profesional, di Schiphol dipekerjakan untuk memandu para musafir melalui gerbang pemeriksaan keamanan untuk pesawat yang diterbangkan menuju Amerika Serikat. Setiap orang dilayani secara personal untuk memastikan bahwa Schiphol tidak memberangkatkan orang yang bermasalah ke negeri paman Sam. Tidak mengherankan melihat fasilitas yang disediakan oleh Schiphol menjadikannya bandara internasional nomor 1 di Eropa.


sunyaragi dan forbidden city

27 Mei, 2012

Tamansari Gua Sunyaragi yang berada di kota Cirebon adalah istana yang dibangun dari susunan batu-batu sungai. Menurut sumber tulisan dibangun pada tahun 1703, oleh kesultanan Cirebon pada awalnya berfungsi sebagai tempat menyepi atau beristirahat di pinggir danau di tengah hutan jati. Sempat berubah fungsi menjadi tempat penyusunan strategi dan benteng pertahanan yang kemudian dirusak oleh meriam Belanda pada sekitar tahun 1787, kemudian diperbaiki pada tahun 1852. Pemerintah kolonial Belanda sempat pula melakukan pemugaran pada tahun 1937. Saat ini dibawah pemeliharaan Keraton Kasepuhan dan Pemerintah Kotamadya Cirebon.

***

Di pintu utara The Forbidden City (dibangun abad 15) di kota Beijing, China terdapat sebuah bukit yang dibuat oleh manusia dari susunan batu-batu yang diambil dari sungai Taihu yang terdapat di China selatan. Di atas bukit yang disebut dengan The Piled Elegance Hill itu terdapat sebuah paviliun yang digunakan oleh para kaisar dari dinasti Ming dan dinasti Qing untuk menikmati pemandangan bulan di waktu malam di tengah musim gugur.


kekayaan bahasa betawi

24 Juli, 2005

percakapan pengemudi bajaj dan penumpangnya, menggambarkan kekayaan bahasa yang mempengaruhi bahasa betawi:

pengemudi: “pan gua udah bilang, kalo mau ngilangin stres kudu sering naar boven”
penumpang: “oke deh!!! ane reken isi dompet dulu… bangsa goban sih ada…”

maksudnya:

pengemudi: “bukannya sudah saya katakan, kalau mau menghilangkan stres harus sering ke atas”
penumpang: “baiklah! saya hitung isi dompet dahulu, mungkin ada sekitar lima puluh ribuan”

asal bahasa:

gua = cina
stres = inggris/belanda
kudu = jawa/sunda
naar boven = belanda
ane = arab
reken = belanda
goban = cina


%d blogger menyukai ini: