semua yang baik

21 Oktober, 2016

“Kamu gak minum?” Sang tuan rumah bertanya kepada saya. “Agama saya melarangnya,” saya menjawabnya. “Teman-teman kamu yang muslim itu juga minum,” tanyanya penasaran. “Barangkali mereka punya alasan tersendiri,” jawab saya. “Saya hanya menjalankan agama. Memang minum itu ada manfaatnya dan juga ada keburukannya. Tapi keburukannya lebih besar daripada manfaatnya. Maka itu saya tidak minum,” saya mencoba menjelaskan.

“Kamu juga gak makan babi?” Dia bertanya lagi. “Babi, bangkai dan darah, juga terlarang bagi kami,” jawab saya. Dia bertanya, “Mengapa?” Saya pun menerangkan, “Karena babi, bangkai, dan darah itu kotor. Semua yang kotor terlarang bagi kami dan tidak menyehatkan.” Sang tuan rumah tampak mengerti, lalu saya melanjutkan, “Bukankah masih banyak makanan lain yang bersih, bermanfaat dan menyehatkan?”

Tuan rumah berkata, “Betul juga apa yang kamu katakan.” Saya berkata, “Itulah mengapa agama kami adalah rahmat. Karena semua yang halal dan baik itu bisa dinikmati semua orang. Bermanfaat dan menyehatkan.” Kami pun saling tersenyum lalu melanjutkan menikmati hidangan masing-masing.

#toleransi

Iklan

air mengalir membersihkan

20 Maret, 2013

PureWaterAir yang menggenang akan mudah menjadi keruh dan kotor. Untuk menjernihkannya hingga laik untuk dipergunakan memerlukan upaya yang tidak mudah. Beberapa di antaranya dengan solusi teknologi penyaringan dan pemurnian yang tidak murah biayanya. Sedangkan air yang mengalir akan selalu bersih. Walaupun ia keruh dan kotor, akan terganti oleh air yang baru, maka kadar keruh atau kotornya akan bergantung kepada sumber aliran airnya. Segelas air yang keruh dan kotor, jika dituangi dengan air kotor maka air yang berada di dalam gelas akan tetap keruh dan kotor. Tetapi jika dituangi air yang bersih dan jernih maka sedikit demi sedikit kekeruhan dan kekotoran yang ada di dalam gelas keluar dan tergantikan sehingga gelas terisi dengan air yang jernih.

Hati (qalbu) manusia adalah raja yang memimpin perilaku seluruh anggota badan sebagai tentaranya. Hati yang keruh dan kotor, membuat amalan anggota tubuh buruk dan tidak pantas. Kebalikannya hati yang bersih dan jernih, membuat amalan anggota tubuh baik dan menyenangkan. Keruh jernihnya hati dan kotor bersihnya, berasal dari sifat asupannya. Ibarat gelas yang bersih, jika diisi dengan materi-materi yang keruh dan kotor maka hati pun akan menjadi keruh dan kotor. Untuk membersihkannya perlu upaya yang susah payah. Apalagi kalau pemiliknya (manusia) masih senang berada dalam lingkungan yang keruh dan kotor, akan makin susah payah lagi. Namun perilaku hati tak ubahnya seperti gelas tadi, jika ia disirami dan dituangi materi-materi yang jernih dan bersih, lama kelamaan kotoran yang menempel padanya terkikis habis dan hati pun menjadi bersih lagi jernih.

Tanpa perlu berpayah-payah memilah dan memilih asupan hati. Membiasakan hati dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat dan berada di lingkungan yang positif dan bersemangat, secara alamiah mengalir terus menerus. Pada suatu saat nanti, jika sedikit kotoran saja mampir di hati maka akan terasa sakitnya. Dengan kembali kepada kebaikan, hati akan pulih dan dengan sendirinya kotoran itu terempas keluar.


city of north capital

24 Mei, 2012

Beijing, berbenah sejak tahun Olimpiade tahun 2008, berhasil merubah wajah dan warna kota menjadi lebih bersih, teratur, dan menarik. Berbagai warisan masa lalu maupun masa kemarin menjadi obyek yang menarik para pebisnis maupun wisatawan. Gelanggang-gelanggang olahraga menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Bekas apartemen atlet, ditawarkan kepada masyarakat sebagai hunian berprestise tinggi.

Walaupun masih ada kejijikan di beberapa tempat, terutama toilet umum, tetapi wajah kota secara umum menampakkan kebersihan. Masyarakat mulai terbiasa bersih dan menjaga kebersihan. Taman-taman peninggalan masa lalu maupun yang masih terus dibangun, menjadi tempat pelarian bagi penikmat senam Tai Chi di pagi hari, pejogging, maupun yang rehat di bawah pepohonan rindang, terpelihara dari sampah dan vandalisme.

Kota ini, menurut seorang rekan: “cukup livable” tetapi tidak memberi lebih dari cukup itu. Untuk membeli apartemen yang nyaman harus merogoh sekitar RMB40,000/m2 (Rp60 juta). Sementara harga tanah jauh lebih mahal. Memiliki rumah hanyalah bagi orang-orang yang sangat kaya. Para pekerja di Beijing perlu ekstra usaha untuk itu, jika sedang-sedang maka hanya cukup untuk menghidupi saja.

Walaupun harga kendaraan roda empat lebih murah daripada di Indonesia, dengan harga satu liter bensin setara dengan Rp15 ribu ditambah pengaturan kendaraan yang boleh melaju di lalu lintas kota berikut denda sangat tinggi bagi pelanggarnya, jumlah kemacetan dapat dikendalikan. Pemerintah kota memotivasi warga untuk menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta. Di berbagai ruas jalan masih disediakan jalur khusus untuk sepeda, mempertahankan warisan masa lalu.


%d blogger menyukai ini: