menelusuri takaran zakat fitrah

23 Agustus, 2010

Menjadi panitia zakat fitrah di kampung membuat saya harus mencari ukuran yang pas untuk menakar beras sebagai bahan makanan pokok yang akan dizakatkan. Namun ukuran zakat yang disebut dalam hadits sahih tidak dalam ukuran yang kita kenal sekarang.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

“Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam telah mewajibkan zakat fithri sebanyak satu shaa’ kurma atau satu shaa’ gandum. Kewajiban itu dikenakan kepada budak, orang merdeka, lelaki wanita, anak kecil, dan orang tua dari kalangan umat Islam. Dan beliau memerintahkan agar zakat fithri itu ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju shalat (‘Id)” [HR Al-Bukhari & Muslim].

Ukuran yang disebut adalah shaa’  dan ukuran sha’ yang berlaku adalah sha’ penduduk Madinah zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Satu sha’ adalah empat mud. Satu mud adalah sepenuh dua telapak tangan laki-laki berperawakan sedang.

“Timbangan yang teranggap adalah timbangannya Ahlu Mekah, dan sukatan yang teranggap adalah sukatan-nya orang Madinah” [HR Abu Dawud, Nasa’i, Al-Baihaqi dari Ibnu Umar dengan sanad Shahih]

Dalam bahasa melayu, shaa’ sama dengan gantang. Namun ukuran gantang saat ini tinggallah kenangan. Walaupun segantang kira-kira 2.8 kg, namun untuk menakar padi segantang kira-kira 5 1/3 lb atau 2.42 kg. Barangkali inilah yang menjadikan ukuran 2.5 kg sebagai kadar zakat fitrah di Indonesia.  Dengan menggunakan kaleng literan Betawi (0.8 kg) diperoleh angka 3.5 liter beras. Tetapi dengan menggunakan takaran liter air, saya dapatkan bahwa 1 liter setara dengan 1 kg. Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia 1 gantang sama dengan 3.125 kg.

Hasil penelusuran menghampirkan saya pada halaman adink yang pernah menelusuri kadar zakat fitrah ini. Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia pernah mengeluarkan fatwa bahwa 1 shaa’ adalah 3 kg. Baru-baru ini MUI Jatim menghimbau masyarakat untuk menakarnya sebesar 3 kg beras.  Himbauan MUI Jatim boleh merupakan jalan terbaik untuk kehati-hatian dan keluar dari perbedaan hitung. Mudah-mudahan angka 3 kg beras untuk zakat fitrah dapat mulai digunakan untuk menggantikan angka 2.5 kg.


kekayaan bahasa betawi

24 Juli, 2005

percakapan pengemudi bajaj dan penumpangnya, menggambarkan kekayaan bahasa yang mempengaruhi bahasa betawi:

pengemudi: “pan gua udah bilang, kalo mau ngilangin stres kudu sering naar boven”
penumpang: “oke deh!!! ane reken isi dompet dulu… bangsa goban sih ada…”

maksudnya:

pengemudi: “bukannya sudah saya katakan, kalau mau menghilangkan stres harus sering ke atas”
penumpang: “baiklah! saya hitung isi dompet dahulu, mungkin ada sekitar lima puluh ribuan”

asal bahasa:

gua = cina
stres = inggris/belanda
kudu = jawa/sunda
naar boven = belanda
ane = arab
reken = belanda
goban = cina


%d blogger menyukai ini: