sapi cantik

21 Mei, 2012

Di antara kebiasaan para lelaki adalah menggoda para wanita cantik. Dalam bahasa Mandarin, kecantikan disebut 美女(baca: Měinǚ). Wanita yang dipanggil dengan 美女 akan merah pipinya karena tersipu malu, kemudian si lelaki menggodanya lagi dengan mengatakan 为什么你害羞 (baca: Wèishéme nǐ hàixiū, artinya: mengapa anda malu) maka bertambah merona si wanita tersebut. Namun hati-hati jika salah mengucap dengan: “Měi Niú”  (美牛), bukan hanya memerah pipi wanita yang digoda, melainkan merah pula pipi lelaki penggodanya karena tamparan si wanita, gara-gara kata 牛 berarti “sapi”. :p


luna… tragedi play with beauty

10 April, 2008

siapa tidak kenal luna? gadis lugu berperangai menawan dan baik hati yang berubah 180 derajat menjadi gadis yang memukau banyak pria sejak menemukan batu berwarna ungu yang ternyata adalah sabun kecantikan. penampilannya yang sopan dengan baju panjangnya hilang sejak ia bermain dengan kecantikan sabun. berganti dengan penampilan yang waw dan membelalakkan mata para lelaki.

luna adalah tragedi tentang sebuah pencitraan akan kecantikan. kebobrokan mental dan kerapuhan kepribadian. berbicara tentang kepercayaan diri, sudah seharusnya kepercayaan diri dipupuk dari dalam diri, bukan dipoles dari penampilan yang malah mengundang kerusakan yang lebih besar.

luna, sayangnya hanya sebuah boneka dari sandiwara besar meruntuhkan moral para perempuan. pembebasan yang diusung oleh kaum liberal terhadap wanita pada akhirnya kelak menjauhkan para wanita dari posisi yang seharusnya yaitu yang dimuliakan menjadi yang dihinakan.


perempuan itu cantik 3

19 Mei, 2004

sudah lihat acara baru yang judulnya Indonesian Model? sebenarnya bukan barang baru, produk lama tapi dikemas baru. Kalo kamu yang punya langganan TV kable di rumah pasti kenal sama Fashion TV, yang tidak bosan mengobral tubuh perempuan (dan sedikit laki-laki) sebagai model fashion. Kebanyakan dari para model itu “cantik”.

Sampai sekarang masih ada perlombaan Miss World, Miss Universe, dll. Indonesia pernah mengadakan ratu kecantikan, tetapi tidak ada lagi sejak para pemenang ratu kecantikan itu akan didaftarkan sebagai kontestan Miss World. Memang sih, tidak hanya kecantikan fisik yang dinilai, ada begitu banyak penilaian… tetapi jauh lebih banyak yang berkaitan dengan fisik.

Sempet ngikutin telenovela “Yo Soy Betty La Fea” yang bercerita tentang perusahaan busana Ecomoda, sayang sang sekretaris adalah Betty si buruk rupa. Trus oleh semangat yang dipompakan oleh seorang relasi yang baik, Betty menjadi cantik (ini sih emang bintang filmnya yang cantik di bikin jelek, aza), dan memimpin Ecomoda dari kehancuran.

Eh, ternyata sinetron Indonesia ada yang ikutan cerita beginian. Tapi jarang banget ya sinetron kita yang pemeran perempuannya tidak cantik? Pasti obral kecantikan.

Diperparah lagi dengan iklan televisi, mulai dari: “Amboy, daripada baju dibesarkan, lebih baik perut dikecilin”; “pengen langsing, dimeritin aja”; “andalah sang putri salju”; “pas susunya”; “coba merah”; dsb.

akhirnya, terlalu banyak perempuan yang frustasi akibat kecantikan itu. Sempat beberapa waktu lalu ada seorang ibu yang ingin hidungnya dibuat mancung akhirnya malah melar seperti buah mangga, karena salah komposisi silikon. Waduh, kenapa perempuan itu tidak bersyukur sih?

(bersambung)


perempuan itu cantik 2

14 Mei, 2004

masih lanjutan tulisan yang kemarin…

siapa sih perempuan yang ga mau dibilang cantik? hampir tak ada! semua perempuan yang pernah hidup di dunia mengakui bahwa mereka ingin dikatakan cantik, bahkan yang “tidak cantik” pun ingin cantik.

Sering kita lihat pasangan-pasangan insan yang menurut kita “tidak tampan-cantik” tetapi mereka mampu menjalani hidup sebagai pasangan kekasih. Bahkan ada pula yang tidak bisa dikatakan buruk rupa (karena lebih buruk) mereka bisa saling menerima. Lalu dimana letak “kecantikan” itu?

Ternyata “kecantikan” adalah sebuah persepsi, yang masing-masing orang boleh berbeda.

Tetapi ada kesepakatan tentang kata “cantik” secara fisik, adalah perempuan yang wajahnya putih bersinar, kulitnya putih berseri, rambutnya hitam panjang lurus bak mayang terurai, hidungnya mancung, dagunya lebah bergantung, alis matanya semut beriring, bulu matanya lentik, lehernya jenjang, tinggi dan berat badannya proporsional, tubuhnya slimmy, telapak kakinya proporsional, pandai merawat diri, buah dadanya seimbang …

waduh, makin berkhayal yang gak-gak… 🙂

tapi kamu sepakat kan, kalau menemukan perempuan seperti itu pastilah perempuan yang cantik? Sedikit di bawah cantik, agar tidak mengatakan “tidak cantik” adalah kata-kata “manis”, “menarik”, “sedap dipandang mata”.

bicara tentang telapak kaki, ada kisah di Cina, bahwa perempuan-perempuan yang hendak dipersembahkan sebagai gundik raja ataupun dipersiapkan sebagai permaisuri dan putri kerajaan, kaki mereka dibungkus dengan sepatu yang rapat dan kencang sedari usia muda, agar kelak kaki mereka kecil… hehehehe… (ga logis banget ya? tapi ini bener lho!)

kembali ke masalah, perempuan-perempuan yang “tercipta” untuk cantik, patutlah bersyukur karena mereka cantik secara fisik. Lalu bagaimana dengan mereka yang tercipta “tidak cantik”? Sampai saat ini, mereka terus menerus berusaha untuk kelihatan dan menjadi “cantik”, sehingga kita akan menemukan perempuan yang menggunakan make-up berlebihan, cantik sih… cuma kelewatan, bisa bikin “njelehi”

kecuali perempuan-perempuan yang sadar, bahwa mereka memiliki potensi kecantikan lain…

(we will talk about this later…)

Oleh karenanya kita juga bisa melihat perusahaan-perusahaan kosmetika, berlomba-lomba berinovasi kecantikan, untuk membuat konsumen mereka yaitu para perempuan, terlihat cantik. Dari bedak, alas bedak, lipstik, eyeshadow, lulur, body lotion, pelembab muka, shampoo, dan semuanya yang ada di salon kecantikan, pedicure, manicure, dll. tersedia untuk mme-permak perempuan terlihat cantik.

Tidak hanya kosmetika, ternyata perusahaan nutrisi juga membuat formula untuk kelangsingan tubuh. Ada ketakutan dari para perempuan itu kalau bertubuh “gemuk” atau besar. Maka muncullah istilah “diet” untuk melangsingkan tubuh dalam waktu cepat.

(ini juga salah kaprah: diet dalam bahasa medis adalah pengaturan pola makan yang sehat, baik dan teratur, diikuti oleh olahraga yang seimbang).

Perlombaan itu dimulai dari peragaan model untuk busana…

(bersambung)


perempuan itu cantik 1

13 Mei, 2004

kenapa pake judul ini sih? maunya sih ngajak ngobrol tentang perempuan. terutama dari sisi pandang aku sebagai laki-laki…

kata “perempuan” sudah merupakan satu kata utuh dan asli, bukan bentukan kata dasar “empu” yang diberi imbuhan “per-an”. Tapi kalau pun mau kita telusuri ke akar katanya, kita akan temukan bahwa “empu” adalah sebuah gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang tingkat sosialnya lebih tinggi. Ini berbeda sekali dengan kata “wanita” yang memiliki tingkat makna yang lebih rendah daripada “perempuan”.

Penggunaan kata “wanita” secara bahasa justru merendahkan, tetapi gaya ameliorasi telah mengangkat derajat kata tersebut menjadi sejajar dengan makna “perempuan”, kebalikannya kata “perempuan” mengalami gaya peyorasi yang menurunkannya ke derajat yang lebih rendah.

Namun alangkah indah jika kita back to origin, kembali ke fitrah, memaknai perempuan sebagaimana adanya.

wanita dijajah pria sejak dulu …

larik syair ini hendak menggambarkan suatu bentuk ketidaksetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan di dunia. Kita bisa tengok kembali ke dalam sejarah, betapa banyak perempuan yang tidak beruntung nasibnya dan menjadi cemoohan oleh sebab budaya patriarkhi yang dianut umat manusia.

dalam Bibel digambarkan bahwa perempuan tak ubahnya pelayan bagi laki-laki, bahkan mereka rela bersundal demi kepuasan dirinya. Begitu pula dalam Weda, perempuan hanyalah perhiasan yang tidak terlalu dihargai. Dalam budaya-budaya patriarkhi, perempuan sangat tidak dihargai, mereka hanya mendapat porsi: dipermainkan, dihamili, disuruh momong bocah, lemah, dan tidak diperkenankan melawan laki-laki.

dalam Quran juga diberitahu bahwa sebelum Islam datang, perempuan adalah budak laki-laki yang bisa dijual-beli dan dipertukarkan, bayi-bayi perempuan dikubur hidup-hidup, perempuan tidak mendapat tempat dalam balai masyarakat. Namun gerakan fitrah yang diinspirasikan Quran telah mengangkat derajat perempuan jauh melampaui laki-laki.

(bersambung)


%d blogger menyukai ini: