city of north capital

24 Mei, 2012

Beijing, berbenah sejak tahun Olimpiade tahun 2008, berhasil merubah wajah dan warna kota menjadi lebih bersih, teratur, dan menarik. Berbagai warisan masa lalu maupun masa kemarin menjadi obyek yang menarik para pebisnis maupun wisatawan. Gelanggang-gelanggang olahraga menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Bekas apartemen atlet, ditawarkan kepada masyarakat sebagai hunian berprestise tinggi.

Walaupun masih ada kejijikan di beberapa tempat, terutama toilet umum, tetapi wajah kota secara umum menampakkan kebersihan. Masyarakat mulai terbiasa bersih dan menjaga kebersihan. Taman-taman peninggalan masa lalu maupun yang masih terus dibangun, menjadi tempat pelarian bagi penikmat senam Tai Chi di pagi hari, pejogging, maupun yang rehat di bawah pepohonan rindang, terpelihara dari sampah dan vandalisme.

Kota ini, menurut seorang rekan: “cukup livable” tetapi tidak memberi lebih dari cukup itu. Untuk membeli apartemen yang nyaman harus merogoh sekitar RMB40,000/m2 (Rp60 juta). Sementara harga tanah jauh lebih mahal. Memiliki rumah hanyalah bagi orang-orang yang sangat kaya. Para pekerja di Beijing perlu ekstra usaha untuk itu, jika sedang-sedang maka hanya cukup untuk menghidupi saja.

Walaupun harga kendaraan roda empat lebih murah daripada di Indonesia, dengan harga satu liter bensin setara dengan Rp15 ribu ditambah pengaturan kendaraan yang boleh melaju di lalu lintas kota berikut denda sangat tinggi bagi pelanggarnya, jumlah kemacetan dapat dikendalikan. Pemerintah kota memotivasi warga untuk menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta. Di berbagai ruas jalan masih disediakan jalur khusus untuk sepeda, mempertahankan warisan masa lalu.


arak dan rokok

23 Mei, 2012

Tak pelak, arak dan rokok menjadi teman hidangan dalam perjamuan makan orang Cina. Sekalipun makanan yang dihidangkan adalah halal dan dimasak oleh koki muslim, arak Cina selalu ada di dalam daftar minuman yang disediakan kepada para tamu. Terkadang kadar alkoholnya melebihi 70%, maka bagi yang pernah menyicipinya mengatakan “tidak berasa lagi arak”. Sedangkan beberapa arak dengan kadar alkohol lebih rendah maka dikatakan lebih terasa araknya dan lebih memabukkan.

Begitupun halnya dengan rokok, tuan rumah menyediakan rokok kualitas nomor satu seperti merek Chung Hwa yang diproduksi di Shanghai. Sebungkus rokok berisi 20 batang, memiliki harga tiga hingga lima kalinya dibanding rokok lain. Bagi beberapa perokok, rasa tembakau Chung Hwa dianggap masih lebih ringan daripada rokok Dji Sam Soe.

Dibanding memilih keduanya, sebagian orang memilih arak daripada rokok, sebagiannya memilih rokok daripada arak, dan ada sebagian lagi tidak memilih keduanya. Menurut pemahaman saya yang jahil, risiko hukum terhadap apa yang tertulis jauh lebih besar daripada yang tidak tertulis. Secara tegas, Allah di dalam kitab Alqur’an dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di dalam kitab-kitab Hadits, menyatakan keharaman khamr. Sedangkan pengharaman rokok, “hanya” berdasarkan kesimpulan para ulama dari dalil-dalil yang menguatkan pendapat tersebut.

Duduk satu meja dengan para peminum dan perokok, sudah tentu “kecipratan” dosa dan menunjukkan sedang rendahnya kadar keimanan orang tersebut. Sehingga jika “harus” memilih,  yang risiko dosanya lebih ringan adalah pilihan yang lebih baik. Wallahu a’lam.


working lunch

22 Mei, 2012

Setiap kali tiba waktu makan, kami mengajak pemandu kami di Beijing untuk makan bersama dan setiap itu pula ia menolak. Ia memilih untuk makan di meja yang berbeda, bersama dengan pengemudi bus kami. Ketika kami tanyakan alasannya, ia hanya menjawab, “working lunch” atau “working meal”. Pada awalnya kami tidak memahami maksudnya, karena hal itu berbeda dengan kebiasaan di negeri kami. Seiring waktu bersamanya, kami mulai mengerti bahwa sudah menjadi “code of conduct” alias tata krama bahwa pemandu dan pengemudi telah dibayar untuk melayani tamu, tidak sepantasnya duduk dalam satu meja makan.

Pada makan malam terakhir, kami sengaja mengundang sang pemandu untuk duduk bersama kami. Kali itu bukanlah “working dinner” karena berasal dari luar paket pelayanan mereka. Selesai makan malam, ia terlihat sangat senang dan berterima kasih.


perjamuan

21 Mei, 2012

Di antara budaya Cina adalah perjamuan makan menyambut tamu, sebagai bentuk penghormatan bagi tamu. Pimpinan tuan rumah akan duduk di kursi istimewa yang ditunjukkan dengan lipatan serbet yang paling tinggi. Pimpinan tamu akan duduk di sisi kanan tuan rumah, lalu para tamu dan pejabat tuan rumah lainnya duduk mengelilingi meja bundar berputar yang disediakan di atasnya hidangan beraneka rupa dan rasa. Pimpinan tuan rumah akan membuka perjamuan dengan sepatah dua patah kata berisi sambutan dan harapan diiringi dengan bersulang. Kemudian bergiliran pimpinan tamu dan peserta perjamuan untuk angkat bicara dan bersulang. Bahkan, di sela-sela perjamuan saling menghampiri tempat duduk untuk mengucap terima kasih, rasa senang, dan pengharapan, kemudian bersulang.

Dalam bentuk tradisional, persulangan dilakukan dengan 白酒 (baca: Báijiǔ, arti: arak putih) yang dituang di gelas sloki. Persulangan terus dilakukan hingga botol arak yang disediakan tuntas isinya. Pada persulangan pungkas, diucapkanlah harapan-harapan agar hubungan kedua pihak langgeng dan sukses selalu, baik hubungan usaha, hubungan pertemanan, maupun kekeluargaan.

Tamu yang tidak menyambut ajakan persulangan dianggap tidak menghargai jerih tuan rumah dalam mengupayakan perjamuan. Akan tetapi, dalam bentuk moderen, keterbukaan dengan masyarakat yang berbeda budaya dan berbagai alasan seperti alasan agama maupun kesehatan, persulangan dengan arak dapat diganti dengan jenis minuman lainnya, seperti anggur, bir, teh, atau jus buah-buahan. Tentu saja dengan cara penyampaian yang tidak menyinggung hati tuan rumah.


sapi cantik

21 Mei, 2012

Di antara kebiasaan para lelaki adalah menggoda para wanita cantik. Dalam bahasa Mandarin, kecantikan disebut 美女(baca: Měinǚ). Wanita yang dipanggil dengan 美女 akan merah pipinya karena tersipu malu, kemudian si lelaki menggodanya lagi dengan mengatakan 为什么你害羞 (baca: Wèishéme nǐ hàixiū, artinya: mengapa anda malu) maka bertambah merona si wanita tersebut. Namun hati-hati jika salah mengucap dengan: “Měi Niú”  (美牛), bukan hanya memerah pipi wanita yang digoda, melainkan merah pula pipi lelaki penggodanya karena tamparan si wanita, gara-gara kata 牛 berarti “sapi”. :p


kekayaan bahasa betawi

24 Juli, 2005

percakapan pengemudi bajaj dan penumpangnya, menggambarkan kekayaan bahasa yang mempengaruhi bahasa betawi:

pengemudi: “pan gua udah bilang, kalo mau ngilangin stres kudu sering naar boven”
penumpang: “oke deh!!! ane reken isi dompet dulu… bangsa goban sih ada…”

maksudnya:

pengemudi: “bukannya sudah saya katakan, kalau mau menghilangkan stres harus sering ke atas”
penumpang: “baiklah! saya hitung isi dompet dahulu, mungkin ada sekitar lima puluh ribuan”

asal bahasa:

gua = cina
stres = inggris/belanda
kudu = jawa/sunda
naar boven = belanda
ane = arab
reken = belanda
goban = cina


%d blogger menyukai ini: