uang lebaran

8 Agustus, 2014

Lebaran adalah masa bersuka cita, termasuk bagi kanak-kanak. Bertemu sanak saudara dan handai tolan meramaikan silaturahim. Turut pula momen bagi-bagi uang lebaran. Uang cetakan terbaru dengan nilai mata yang beraneka dikumpulkan satu persatu dari paman, bibi, kakek dan nenek.

Sebagaimana kanak-kanak lain memanfaatkan uang lebaran untuk membeli benda kesukaannya, begitupun anak kami. Setelah selesai menghitung dan memilah pendapatan masing-masing, Toys Kingdom di Living Plaza Cinere menjadi pilihan jitu tempat membelanjakan uang lebaran.

Sebelum berangkat, Baba dan Bubu mengingatkan anak-anak agar memilih mainan hanya yang paling disukai dan mencermati harganya. Baba atau Bubu tidak akan menomboki jika harga mainan lebih besar daripada uang lebaran yang dikumpulkan, tetapi mereka boleh berutang jika perlu.

Di toko anak-anak langsung menuju rak mainan. Athiya, 3 tahun, memilih mainan boneka bayi 1 set dengan perlengkapan mandi serta stiker. Tsuraya, 6 tahun, memilih 1 set boneka barbie, 1 set boneka penata rias dan rambut, dan pola pakaian barbie. Sedangkan Radya, 8 tahun, memilih 2 set lego hero factory dan 1 set megablocks hotwheels.

Setelah yakin dengan pilihannya, anak-anak menuju kasir untuk membayar dengan uang lebaran masing-masing. Penggenapan kembalian per seribu rupiah disumbangkan untuk sedekah anak yatim, kerja sama antara Toys Kingdom dengan PKPU. Celotehan riang anak-anak tentang rencana mereka dengan mainan yang baru saja dibeli pun mengiringi perjalanan pulang ke rumah.


gigi anak bermasalah, salah orang tua

5 Mei, 2013

gigiDua kali bertemu dengan drg. Sjahril Noerdin, Sp.KGA di poliklinik gigi RS. Puri Cinere untuk keperluan perawatan gigi susu mas Radya yang berlubang, memberikan nuansa yang berbeda daripada pertemuan dengan dokter gigi lainnya. Selain sabar dan tekun dalam menangani masalah gigi mas Radya, sebagai dokter senior beliau dengan sukarela berbagi ilmu pengetahuan dengan pasiennya. Dan satu quote yang penting dan mak njleb, karena selalu diulang-ulang, adalah: “jika gigi anak bermasalah, itu adalah kesalahan orang tuanya”.

Kebanyakan orang tua terkagum-kagum dengan perilaku balitanya yang menunjukkan kemandirian, kemudian membiarkan anak-anaknya untuk menyikat gigi sendiri. Namun mereka tidak menyadari bahwa kemampuan motorik balita belum berkembang dengan baik untuk memegang sikat gigi dan menggerak-gerakkannya di dalam mulut agar giginya bersih dari kuman. Padahal kesehatan gigi dan mulut orang dewasa bermula dari baiknya perawatan terhadap gigi susu dan mulut pada masa kanak-kanak. Sebaiknya, sebelum usia 10 tahun, anak-anak perlu disikat giginya oleh orang tua dengan cara yang benar, minimal 2 kali sehari (di waktu pagi dan malam hari). Pengalaman disikat gigi oleh orang tua akan membekas kepada kebiasaan anak-anak ketika sudah mampu menggosok gigi sendiri dan ketika dewasa kelak. Penolakan di awal pengalaman menyikat gigi anak justru menjadi tantangan bagi orang tua untuk bersabar dalam menjalani keorangtuaannya (parenthood).

Perawatan gigi dan mulut tidak hanya menggosoknya dengan pasta gigi dan cara yang benar, tetapi juga memperhatikan apa saja yang dimasukkan ke dalam mulut. Sebagai gerbang pertama proses pencernaan makanan, gigi memainkan peranan penting agar makanan dapat dicerna oleh tubuh. Makanan sebaiknya tidak terlalu panas atau terlalu dingin, tidak terlalu asam atau terlalu basa, tidak juga terlalu keras atau terlalu lembut. Asupan gizi seimbang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh berikut bagi gigi.

Gigi juga memainkan peranan bagi pembentukan rahang yang sehat dan kuat. Kelemahan orang moderen dibandingkan orang primitif adalah hanya 10 macam gigi saja dari 32 gigi yang difungsikan oleh orang moderen. Dari berbagai jenis makanan moderen pada saat ini yang kebanyakan bersifat lembut, beberapa di antaranya hanya berupa jus nutrisi, mengurangi kekuatan fungsi gigi sebagaimana mestinya. Selain itu tata cara makan yang dianggap sopan santun (table manner) membatasi pengoptimalan seluruh fungsi gigi. Pelajaran mengenai fungsi gigi bahwa gigi seri sebagai pemotong, gigi taring sebagai pengoyak/pencabik, dan gigi geraham sebagai penggerus, tinggal kenangan masa lalu saja tanpa banyak diperoleh kenyataannya di masa kini.

drg. Sjahril mengingatkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh pasien untuk dokter gigi tidak murah bahkan lebih mahal daripada biaya dokter umum untuk penyakit lainnya. Sebisa mungkin dihindari untuk sering-sering pergi ke dokter gigi, apalagi untuk menambal gigi berlubang. Kalaupun ke dokter gigi sebaiknya cukup untuk konsultasi dan pemeriksaan setiap 6 bulan sekali. Oleh karenanya, orang tua harus belajar merawat gigi anak-anaknya untuk tetap sehat dan kuat. Memastikan setiap makanan yang masuk ke mulut anak-anaknya adalah makanan yang menyehatkan dan menguatkan, baik untuk tubuh maupun untuk gigi geliginya.


angry birds dan barbie

13 Februari, 2013

14054638_121010143000Akhirnya tidak tahan juga Radya ingin membelanjakan uang tabungannya. Ketika diajak ke Living Plaza Cinere untuk membeli knock down shelf di Ace Hardware, mampir dulu ke Toys Kingdom untuk melihat-lihat mainan yang bakalan dibeli. “Oke, kalian mau belanja mainan?” tanya Baba disambut anggukan oleh Radya dan Tsuraya yang mulai merengek juga minta dibelikan mainan. “Kalian bawa uang?” Baba bertanya dan dijawab dengan gelengan, kemudian Baba berkata, “Bagaimana kalau hari ini kalian melihat-lihat mainan yang akan dibeli lalu beberapa hari lagi kita datang untuk berbelanja.” Dengan gembira mereka berdua menyahut, “Asyik!” Buru-buru baba menambahkan, “Tapi…, belanjanya pakai uang tabungan kalian dan hanya belanja 1 buah mainan setiap orangnya. Bagaimana?” Radya dan Tsuraya berpandangan lalu bertanya, “Boleh beli mainan apa aja, Ba?” Baba mengangguk setuju kemudian Radya menjawab, “Boleh deh, kan uangnya masih bisa ditabung, ya Ba?”

Di rumah, Radya sudah merencanakan untuk membeli mainan Angry Birds, Tsuraya juga berencana membeli Barbie. Hampir tiap hari membicarakan mainan angry birds dan barbie hingga hari yang dinanti pun tiba. “Ba, kita bawa HotWheels ya,” kata Radya, “buat dimainkan di treknya.” Sesampai di Toys Kingdom, langsung menuju trek HotWheels, sayang cuma bawa 1 mobil-mobilan. “Habisnya tadi HotWheels yang satunya lagi dimainin Tsuraya dan gak kebawa waktu pergi,” Radya menjelaskan. Kemudian Radya melihat-lihat mainan Transformer, senapan mainan, dan sebagainya. Tsuraya juga melihat-lihat mainan anak-anak perempuan, alat make-up, glitters, boneka bayi dan Barbie. Mulanya Tsuraya berminat dengan boneka bayi yang bisa gosok gigi, pipis dan ganti popok, namun ketika pramuniaganya memeragakan menyikat gigi bayi yang putih dan bertanya kepada Tsuraya, “Coba lihat gigi, Kakak!” ia pun mengurungkan niatnya membeli boneka bayi tersebut.

Radya datang membawa kotak mainan Angry Birds yang diincarnya dan menagih uangnya untuk membayar di kasir sementara Tsuraya masih memilih boneka Barbie yang ingin dibeli. Masing-masing dari mereka membawa beberapa lembar uang Rp100 ribuan yang Baba ambil dari uang tabungan mereka kemudian menyerahkannya kepada kasir untuk membayar mainan. Bubu bersama Athiya yang sedari tadi turut menemani berbelanja berkata, “Rawat baik-baik mainannya, ya. Setiap kali selesai bermain jangan lupa membereskan dan menyimpannya kembali.” Radya bertanya, “Besok boleh beli mainan lagi, Bu?” Bubu tersenyum dan menjawab, “Boleh, tapi nanti 6 bulan lagi. Sekarang uangnya ditabung lagi, sehingga cukup untuk belanja mainan 6 bulan kemudian.”


%d blogger menyukai ini: