bukan salah pasangan anda

13 Maret, 2015

Jika Anda menunggu pasangan hidup Anda untuk membuat Anda bahagia, maka Anda akan menunggu untuk waktu yang lama. Tidak mungkin bagi seorang suami mengambil tanggung jawab untuk keamanan emosional istrinya. Begitu pula sebaliknya, tidak mungkin seorang istri bertanggung jawab atas kepuasan suaminya. Ringkasnya: tidak seorang pun dapat mengambil tanggung jawab atas kebahagiaan atau kepuasan orang lain. Harapan yang tidak sehat ini disebabkan oleh ego, ketidakpuasan dan permasalahan “diri” di dalam pikiran. Kadang-kadang mengarahkan seseorang untuk salah menempatkan tanggung jawab pada pasangan hidupnya.

Prinsip dari sebuah hubungan dapat melibatkan apakah mengambil tanggung jawab atau mengelaknya, tergantung kepada mana yang adil. Satu alasan yang didambakan oleh ego dalam membina hubungan adalah karena di dalam hubungan berpeluang besar untuk menghindari tanggung jawab. Ego menginginkan orang lain mengambil tanggung jawab atas rasa bahagia, dihargai, aman, diurus, dll. Ego tidak mau bertanggung jawab atas hal-hal ini jika ada orang lain yang mau melakukannya.

“Mengapa saya harus berupaya mencari kebahagiaan, apabila saya dapat melimpahkan tanggung jawab itu kepada pasangan saya?”

“Banyak laki-laki yang antri untuk menerima saya apa adanya, mengapa saya harus belajar menerima diri sendiri?”

“Itu tanggung jawab istri untuk memuaskan suaminya, mengapa saya harus belajar pengendalian diri?”

Ego barangkali akan bertanya hal-hal seperti ini untuk merasionalisasi kecanduannya, egois, dan kelakuan tidak mau bertanggung jawab, yang dapat merusak hubungan romatis. Ketika seseorang menyadari bahwa ekspresi cintanya yang tanpa pamrih mulai membuat pasangannya tidak bertanggung jawab, maka ia harus melepas tanggung jawab darinya.

Seorang istri dapat mengatakan kepada suaminya bahwa ia dapat mencoba menyenangkan suaminya tetapi ia tidak dapat bertanggung jawab apabila suami tidak puas, tidak dapat dipersalahkan atau dituntut apabila tidak memuaskan. Seorang suami dapat mengatakan kepada istrinya bahwa ia dapat menghabiskan waktu lebih banyak untuk istrinya dan berkomunikasi dengan lebih baik kepadanya tetapi ia tidak dapat bertanggung jawab atas rasa tidak aman atau emosi yang tidak stabil pada istrinya.

Memang, cinta tanpa pamrih itu sehat, tetapi cinta tanpa pamrih hanya dapat terlindungi dengan penerapan yang benar pada tanggung jawab atas hubungan. Ketika seseorang bertanggung jawab atas apa yang ia dambakan, maka cinta tanpa pamrih bebas diekspresikan tanpa berisiko untuk memungkinkan pasangannya tidak bertanggung jawab atau memiliki rasa berhak yang tidak tepat. Secara bersama-sama, cinta tanpa pamrih dan tanggung jawab atas hubungan akan mempertahankan hubungan yang bahagia dan langgeng.

sumber: http://familyshare.com/marriage/ladies-its-not-your-husbands-fault-youre-crying


berpaling kembali

26 Desember, 2014

Allah begitu sayang kepada manusia. Ia mengirimkan tanda-tanda cinta-Nya melalui kejadian-kejadian alam. Adakah kita memperhatikan hal itu kemudian kembali mengingat Dia?

View on Path


give and take

27 November, 2014

عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ خَادِمِ رَسُوْل الله عَنْ النَّبِي قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik, khadim (pembantu) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau berkata,

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”.

(HR. Al-Bukhari & Muslim)

View on Path


love, life, line

26 November, 2014

Detik tidak pernah melangkah mundur.
Tapi kertas putih itu selalu ada.

Waktu tidak pernah berjalan mundur.
Dan hari tidak pernah terulang.
Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru.

Untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab.

#aadc2014

View on Path


life

15 November, 2014

image

Detik dan waktu memang tidak pernah melangkah mundur, begitupun hari tidak pernah terulang.

Ayo manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang ada untuk terus berkarya dan berbuat kebajikan.

#minidrama #moveon


cerita hujan

12 November, 2014

^^ Abang:

“Dek,

Biarlah hujan turun, membasahi bumi yang kering, sebagaimana hati kita yang kering dibasahi oleh zikir.

Biarlah hujan tumpah, menghidupkan tanah yang tandus, sebagaimana hati kita yang tandus dihidupkan oleh zikir.

Biarlah hujan menyirami, menumbuhkan tanam-tanaman, sebagaimana hati kita menumbuhkan cinta oleh karena zikir.”

^^ Adek:

“In other words..
Biarlah abang pulang jika hujan telah reda,
Supaya ngga basah..
😁”

(19-01-1436)

View on Path


bersama kekasihmu

17 Oktober, 2014

image

‏عن أنس بن مالك أن أعرابيا قال لرسول الله ﷺ متى الساعة؟
قال له رسول الله ﷺ : ما أعددت لها
قال : حب الله ورسوله
قال : أنت مع من أحببت

مسلم

Dari Anas bin Malik bahwa seorang Arab dusun bertanya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasalam, “Kapankah Hari Kiamat?”

Rasulullah sallallahu alaihi wasalam balik bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang itu menjawab, “Aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Maka dijawab, “Kamu akan bersama dengan siapa yang kamu cintai.”

[HR. Muslim]


Allah pun cemburu

19 Juli, 2014

Ketika Nabi Ibrahim alaihi salam mulai terlihat lebih rasa cintanya kepada anaknya yang satu-satunya, Allah cemburu. Dia mewahyukan ke dalam mimpi kekasih-Nya mengenai penyembelihan anak yang dicintai itu.

Nabi Ibrahim alaihi salam telah menjalani keislamannya hanya berdua dengan istrinya, Sarah, dalam waktu yang lama. Tidak ada seorangpun yang ikut beriman bersama mereka sedangkan mereka berdua belum juga dikaruniai keturunan.

Karena kecintaan terhadap suaminya, Sarah pun menyerahkan pembantunya, Hagar, untuk menjadi isteri suaminya. Dari Hagar, Nabi Ibrahim memperanakkan Ismail, seorang anak yang penyabar. Dengan suka cita seorang ayah, dan kesedihan seorang isteri yang mandul, maka Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menempatkan isterinya yang masih menyusui bayinya ke sebuah lembah yang tandus.

Hagar membesarkan Ismail dengan penuh kesabaran, bersama koloni yang membutuhkan air dari sumur zam-zam. Nabi Ibrahim alaihi salam sesekali datang dan bercengkerama dengan keluarganya, untuk kemudian kembali kepada Sarah.

Ismail kecil menjelang dewasa, saleh dan bertakwa. Menyejukkan mata kedua orang tuanya. Ketika Nabi Ibrahim alaihi salam mulai terlihat lebih rasa cintanya kepada anaknya yang satu-satunya, Allah cemburu. Dia mewahyukan ke dalam mimpi kekasih-Nya mengenai penyembelihan anak yang dicintai itu.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (37:102)

Allah hanya ingin dicintai oleh hamba secara sepenuhnya. Tidak dengan cinta yang sama kepada sesama makhluk. Tidak pula dengan cinta yang lebih rendah daripadanya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (2:165)

Nabi Ibrahim alaihi salam telah berserah diri kepada Allah. Dia juga telah menunjukkan kesempurnaan cintanya kepada Allah, sehingga gelar Al-Khalil disematkan kepadanya.


pembeli dermawan

3 Maret, 2013

Dari statusnya Ustadz Muhammad Arifin Badri:

Waaaaah murah sekali dapat bonus lagi.

Demikian mungkin ucapan yg terlontar dr lisan anda bila membeli suatu barang lalu mendapatkan discount 70 % + dapat bonus.

Anda pasti senang dan girang, bukankah demikian sobat?

Namun pernahkah anda membeli barang lalu meberikan insentif kepada penjual + bonus? Barang yg di jual seharga Rp 100.0000,0 anda beli seharga Rp. 150.000,0 + bonus.

Menurut anda kira2 apa yg menjadikan anda menerapkan standar ganda semacam ini?

Jawabannya sederhana, yaitu seperti yg terungkap pada ayat berikut:
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
Dan kalian mencintai harta kekayaan dengan cinta yang berlebihan. ( al fajer 20)

Saudaraku, apa salahnya bila anda sesekali berpikir sebagai penjual: betapa bahagianya diriku bila mendapatkan pembeli yg dermawan, membeli dengan harga termahal melebihi penawaran dan dapat bonus lagi.

***

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan tafsir telah menjelaskan peringatan terhadap perbuatan curang yang disinggung pada surat Al-Muthaffifin ayat 1-3 diperuntukkan bagi para pedagang atau penjual. Namun betapa banyak para pelaku jual beli yang tidak menyadari bahwa baik penjual maupun pembeli memiliki potensi curang yang sama, terutama pada pembeli intermediate atau pembeli yang akan menjual kembali barang dagangan (reseller).

Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa pelaku kecurangan itu ketika membeli meminta keinginannya terpenuhi, sedangkan ketika menjualnya ia mengurangi takaran dan timbangan. Demikian pula para reseller ini menginginkan harga murah ketika ia membeli, dan mengharapkan keuntungan yang besar ketika menjual. Bahkan tak segan mencurangi penjual lain dengan menjatuhkan harga demi merebut pasar. Pelatih usaha mereka adalah orang-orang yang silau dengan dunia dan mungkin lupa dengan pesan akhirat. 

Jika mau ditilik, sungguh tidak semua pedagang (تاجر) itu kaya raya, hanya karena salah kaprah تاجر dimaknai sebagai orang kaya. Banyak di antara تاجر itu justru hidup secukupnya bukan berkecukupan, hidup pas-pasan karena impas antara biaya operasional dengan keuntungannya. Hanya saja mereka tetap menjalani perniagaan dalam rangka memenuhi kewajiban mereka menafkahi keluarga dan mengupahi orang-orang yang bekerja kepada mereka.

Sebaliknya, tidak semua pembeli kaya raya sehingga dapat membayar lebih untuk membeli keperluannya. Namun alangkah indahnya jika pembeli bersikap dermawan. Jika menawar sebaiknya tidak jauh di bawah harga pasar. Dan ketika meminta bonus juga tidak di atas kewajaran. Oleh karenanya, baik penjual maupun pembeli, baik pembeli intermediate (reseller) maupun pembeli final (customer), sebaiknya sama-sama dermawan, saling menghargai hak-hak kedua belah pihak.

Wallahu a’lam.


menikahimu

15 Agustus, 2012

http://www.hdwallpapers.in/happy_wedding-wallpapers.htmlMengarungi samudera kehidupan berkeluarga dalam sebuah bahtera rumah tangga, membutuhkan waktu seumur hidup untuk dapat saling memahami dan menerima satu sama lain: latar belakang, karakter, pola pikir, gaya hidup. Belum lagi untuk menerima lingkaran kedua: orang tua, mertua, ipar; lingkaran ketiga: keluarga besar, kerabat, teman-teman, kolega dan tetangga. Kehadiran putra-putri menambah kekayaan hati dan kebijaksanaan dalam bertindak. Satu demi satu konflik dihadapi bagai badai yang mestinya berlalu, menguji kesetiaan dan kesabaran. Tidak mengherankan jika syair yang pernah didendangkan Kahitna berikut ada benarnya:

menantimu hingga saat cintaku temukan dirimu
usai sudah sampai di sini berdiri melabuhkan asmara

menikah denganku menempatkan cinta
melintasi perjalanan usia

menikah denganmu menetapkan jiwa
bertahtakan kesetiaan cinta selamanya

Suami dan istri bagaikan dua bersaudara. Cinta yang terjadi di antara keduanya hendaklah kecintaan yang didasari pemahaman yang benar dan karena alasan ilahiah yang hakiki. Suami yang menginginkan bagi istrinya apa yang ia inginkan bagi dirinya sendiri, begitupun sebaliknya, mudah-mudahan Allah melimpahkan bagi keduanya keimanan yang benar dan keberkahan kepada keluarga yang dibentuk.


%d blogger menyukai ini: