lemari buku

14 November, 2016

“Sebaik-baik teman duduk adalah buku”, begitu kiranya pepatah arab mengatakan. Alhamdulillah buku-buku bermanfaat yang berada di rak buku saya telah mendampingi saya dalam memelajari agama Islam, baik melalui majelis taklim, siaran radio, maupun siaran dalam jaringan. Buku-buku itu telah hadir melengkapi hari-hari saya dengan ilmu.

Menjadi kebahagiaan kiranya jika ilmu itu bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang-orang di sekitar kita.

Atas kemudahan dari Allah, melalui blog almarikitab.wordpress.com saya membagikan halaman demi halaman buku-buku yang saya baca kepada Anda yang berminat untuk memelajari Islam dari hal-hal yang mendasar.


Pancasila: dasar negara muslim terbesar

16 April, 2010

Beberapa syubuhat dihembuskan oleh beberapa kalangan yang terpengaruh oleh pemikiran haruri, yaitu kufurnya muslim yang hidup di negara yang tidak berhukum kepada hukum Allah secara seratus persen. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, namun dasar negara ini adalah Pancasila. Apakah hal ini membuat muslim yang tinggal di dalamnya menjadi kafir? Dengan mengurai satu per satu sila dalam Pancasila, tentulah akan meneguhkan identitas diri sebagai muslim Indonesia.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Siapakah yang paling mengakui bahwa Tuhan itu Maha Esa? Merujuk kepada QS Al-Ikhlaas, 112:1 menunjukkan bahwa Islam adalah landasan sila pertama.

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Siapakah yang paling menghargai hak-hak asasi manusia? Merujuk kepada QS An-Nisaa, 4:85 menunjukkan bahwa Islam menjadi landasan sila kedua ini.

Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik (yang ditujukan untuk melindungi hak seorang muslim atau menghindarkannya dari sesuatu kemudharatan), niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3. Persatuan Indonesia
Siapakah yang paling menganjurkan persatuan dan menjauhi bercerai berai? Merujuk kepada QS Aal Imraan, 3:103 menunjukkan bahwa Islam menjadi inspirasi bagi sila ketiga.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Siapakah yang paling menganjurkan bersikap hikmah, bijak dan bermusyawarah? Merujuk kepada QS Aal Imraan, 3:159 menunjukkan bahwa Islam adalah pondasi sila keempat.

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Siapakah yang paling diwajibkan untuk bersikap adil? Merujuk kepada QS An-Nisaa’, 4:135 menunjukkan bahwa Islam adalah landasan sila kelima.

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Jika mau membuka sejarah, kita dapati bahwa Pancasila pertama kali terdapat dalam Mukadimah UUD 1945, sedangkan mukadimah itu berasal dari Piagam Jakarta, dimana sebagian dari penyusun Piagam Jakarta adalah ulama-ulama muslim Indonesia pada saat itu. Jadi, bagaimana mungkin Negara Pancasila ini tidak terinspirasi dari agama Islam?

sebagai tambahan ilmu


%d blogger menyukai ini: