azan mempersatukan hati

11 Desember, 2014

Hari ini di kantor kami kedatangan pengunjuk rasa. Digelar oleh SPSI berseragam biru strip merah. Sebagai solidaritas pekerja alih daya bidang migas. Menuntut agar menghapus outsourcing, mengangkat mereka jadi permanen.

Satuan pengamanan disiapkan. Sepasukan polisi berjaga-jaga. Lengkap dengan barikade kawat dan senjata seperlunya.

Azan zuhur berkumandang. Unjuk rasa pun bubar. Berbondong-bondong mereka menyerbu masjid. Sama-sama mengantre wudu. Berdiri berdampingan salat berjamaah. Duduk menyimak taklim.

Seusai makan siang, unjuk rasa berlanjut penuh semangat. Tak lama pun usai pula. Tanpa ada keributan. – at Wisma Mulia

See on Path

Iklan

(belum) ada bedanya

2 Juni, 2008

di tengah pertikaian antara pro dan kontra kenaikan BBM, saya gak mau ikut ambil bagian ah… bagi saya keputusan pemerintah, apapun di luar jangkauan kemampuan saya. toh di akhirat nanti para pembuat kebijakan itu yang akan ditanyakan oleh Tuhan. sebagai rakyat, saya hanya butuh jaminan kehidupan saya dilindungi secara hukum 🙂

tapi, lucu juga ya… kenaikan BBM ternyata tidak mengubah gaya hidup perkotaan yang doyan mobil maupun motor. setiap pagi, para pengendara kendaraan bermotor itu rela antri menghabiskan BBM dalam meneruskan parade kemacetan. sepertinya ini semakin membuktikan bahwa subsidi BBM selama ini hanya dinikmati oleh orang-orang tingkat menengah ke atas. lalu ke mana kalangan rakyat miskin?

selanjutnya dibaca ya


%d blogger menyukai ini: