gff gold bagi penumpang bisnis

11 Februari, 2013

GFFwebaboutgffregular-card3sebagai pemegang gff gold berhak mendapat fasilitas garuda executive lounge/ gff lounge di bandara domestik untuk 1 orang. sebagai penumpang kelas bisnis juga berhak mendapat fasilitas garuda executive lounge di bandara domestik untuk 1 orang. (di beberapa bandara meminta kartu undangan/invitation card yang berwarna biru). maka sebagai pemegang gff gold sekaligus penumpang kelas bisnis saya beranggapan berhak mendapatkan fasilitas lounge untuk 2 orang.

di terminal 2F bandara soetta cengkareng saya pergi ke garuda executive lounge bersama seorang teman perjalanan yg duduk di kelas ekonomi. tetapi petugas lounge menolak dan menjelaskan bahwa jika saya pemegang gff platinum maka dibolehkan menikmati fasilitas lounge untuk 2 orang. kemudian petugas menyarankan ke gff lounge. pada mulanya kamipun ditolak, namun saya membujuk sehingga petugas meminta advis supervisornya dan kami dibolehkan masuk dengan jatah 1 orang dengan kartu gff gold dan 1 orang lagi dengan status penumpang bisnis.

tidak demikian halnya di bandara palembang. petugas lounge syailendra/garuda executive lounge menolak kami dan ditegaskan lagi dengan menelepon petugas cek in, dengan alasan nama yang tertera dalam kartu invitation atas nama saya sehingga tidak boleh satu nama dicatat 2 kali. saya mencoba membujuk namun akhirnya harus mengalah dan membayar Rp50 ribu agar teman saya dapat turut masuk ke lounge bersama saya.

😦


mobil dinas dan bbm subsidi

19 Juli, 2012

“Mobil dinas Pemerintah, BUMN, BUMD harus menggunakan BBM Non Subsidi,” begitu bunyi spanduk yang terpampang di jembatan penyeberangan, halte bus, dan pagar SPBU Pertamina. Upaya ini merupakan salah satu cara pemerintah menggalakkan kepedulian masyarakat untuk menggunakan BBM Non Subsidi setelah kampanye “BBM Subsidi adalah BBM Miskin” tidak terlalu berhasil. Diharapkan dengan mengawali penggunaan BBM Non Subsidi di lingkungan pemerintahan dan badan usaha milik pemerintah, akan banyak masyarakat kalangan “non miskin” tergerak hatinya untuk mengikuti.

Selama ini diketahui bahwa subsidi yang dialokasikan kepada BBM tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat miskin, malah kebanyakan daripada penggunanya adalah kalangan mampu dan usahawan. Sehingga sempat ada empat bupati yang memprotes  pembatasan BBM bersubsidi di wilayah mereka. Bukan karena memenuhi kebutuhan rakyat miskin yang mereka naungi, namun demi kepentingan bisnis mereka sendiri yang potensi keuntungannya berkurang karena menggunakan BBM non subsidi. Langkah yang diambil pemerintah sebagaimana tertera di spanduk patut diacungi jempol, walaupun patut juga untuk dikritisi.

Bukankah kendaraan dinas pemerintah, BUMN dan BUMD mendapatkan uang pengganti BBM sesuai pemakaian? Artinya sudah ada subsidi bagi kendaraan dinas. Jika menggunakan BBM bersubsidi, maka dianggap terdapat subsidi kembar. Namun tidak berarti jika menggunakan BBM non subsidi sama dengan bebas subsidi sama sekali. Bahkan subsidinya sama atau bisa jadi lebih besar karena harga BBM yang dua kali harga biasa.

Ada usulan solusi tidak populer yang belum diambil saat ini oleh Pemerintah, yaitu menghilangkan subsidi sama sekali sehingga harga BBM murah menjadi setara dengan harga BBM non subsidi. Dijamin tidak hanya masalah subsidi saja yang terselesaikan secara baik dengan penerapan solusi ini, namun juga masalah lainnya seperti kemacetan akan berkurang, fasilitas kesehatan dan pendidikan gratis akan tercapai. Semoga.


fasilitas

17 Mei, 2010

Selalu ada kompensasi: atas fasilitas berlebih yang diterima tentu ada fasilitas yang dikurangi

Saya telah meminta pihak sponsor untuk membiayai hotel saya selama berada di London dengan pertimbangan acara yang saya hadiri diselenggarakan di ruang konferensi di hotel Novotel London West yang sekarang saya tempati, akibatnya saya mengalami pemotongan uang saku dari kantor sebesar 35% per hari. Namun saya tidak merasa rugi karena harga sewa per hari kamar saya ternyata lebih besar daripada potongan uang saku saya. Walaupun sebenarnya saya bisa mendapatkan harga jauh lebih hemat sekitar GBP55 saja jika mengambil hotel di sekitarnya, atau GBP17 saja jika menginap di Wisma Siswa Merdeka, namun hal itu membuat saya harus berangkat lebih pagi, berjalan lebih jauh, menggunakan Tube dan pulang lebih larut.

Dan kebanyakan hotel ternama kelas dunia tidak menyediakan Wi-Fi akses secara gratis, sedangkan hotel-hotel kelas dua atau B&B menyediakannya. Begitupula dengan hotel ini, saya harus menyamankan diri mengantri untuk menggunakan fasilitas internet gratis di komputer umum yang tersedia di lobby hotel secara bergantian dengan tamu lain. Dengan demikian tidak bisa selalu update status dan posting 🙂


bertukar bangku?

16 Mei, 2010

Penataan bangku kelas Economy pesawat A380-800 dari Singapore ke London adalah 3-4-3, saya memilih duduk di kolom kiri pada sisi gang, pada sisi jendela duduk seorang perempuan Inggris yang bekerja sebagai dokter anak dan perempuan di Bangladesh. Antara bangku saya dan dia tidak ada satupun yang menempatinya hingga pintu pesawat ditutup. Bangku kosong itu dapat kami gunakan untuk menaruh barang-barang, atau menaruh kaki ketika tidur.

Pada kolom tengah di deretan terdepan setelah toilet ataupun galley diperuntukkan bagi keluarga yang membawa bayi, sehingga dapat ditaruh di bassinet apabila pesawat telah mengudara. Sebuah keluarga kecil duduk di sana, para pramugari menaruh perhatian kepada mereka. Bayi mereka yang berusia kurang lebih 1,5 tahun tertidur di pangkuan ayahnya. Karena ukuran bassinet yang tersedia lebih pendek daripada panjang si bayi.

Pramugari berinisiatif mencari solusi dengan menawarkan pertukaran bangku pada penumpang lain yang terdapat bangku kosong di antara 3 bangku, supaya si bayi mendapat bangku tersendiri. Pramugari menawarkan kepada saya dan perempuan di sebelah saya untuk bertukar, dengan mengatakan bahwa bertukar bangku bukan sebuah kewajiban. Sebenarnya saya tidak berkeberatan jika bertukar bangku. Namun perempuan di sebelah saya memperlihatkan keengganannya. Jadi akan tidak bermanfaat juga apabila hanya saya yang bertukar. Pada akhirnya keluarga kecil tersebut mendapat tempat di kolom kanan.

Saya kira alasan ekonomilah yang membuat keluarga kecil itu memesan 2 bangku: untuk ayah dan ibunya saja. Dan mereka berpikir anaknya dapat dipangku ketika tertidur dan dapat bermain di lantai ketika terjaga. Alasannya biaya bangku kelas Economy untuk penerbangan jarak jauh masih terbilang mahal. Jadi bagi beberapa orang keluarga itu telah mengorbankan kenyamanan, maka sudah sepantasnya mendapat fasilitas sesuai yang telah dibayarkan. Keberuntungan bagi mereka bahwa pesawat ini tidak terisi penumpang sepenuhnya sehingga masih terdapat bangku kosong yang dapat mereka tempati lebih layak, dan terdapat orang-orang baik hati yang mau bertukar bangku.

Saya kemudian menyangka-nyangka dokter anak dan perempuan macam apa perempuan yang duduk di sebelah saya karena enggan memberikan fasilitasnya kepada keluarga kecil dengan seorang bayi?


kegemukan dan fasilitas

12 Mei, 2008

kontras sekali melihat penduduk kota houston dan kota san francisco di
amerika serikat. bukan bermaksud generalisasi, kebetulan pada kedua
kota itu andi temukan perbedaan yang signifikan.

houston adalah kota baru, buatan amerika serikat sendiri, tempatnya
perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang perminyakan. baik sebagai
produser maupun sebagai broker. sebagaimana kota-kota di amerika,
downtown adalah daerah usaha, sedangkan perumahan dan perbelanjaan
tersebar di sekelilingnya. di houston, ruas jalan lebar-lebar, dan
jarang ditemui orang berjalan kaki. hampir semua berkendaraan. taxi
tersebar dimana-mana. model mobil baru tersebar di seluruh jalan raya.

gaya hidup orang houston adalah fast food buat sarapan dan lunch,
kemudian makan berat buat dinner. di subway, porsi sandwich yang biasa
saja bagi andi sudah over, tetapi mereka menyediakan menu longfoot
yang artinya 3 kali porsi standar. saat makan malam, kebanyakan makan
di luar alias restoran, porsi sepiringnya bisa buat bertiga kalau
makan di jakarta. tak heran kegemukan menjadi hal yang biasa di
houston.

san francisco, adalah peninggalan eropa, kota lama yang menjadi kota
turis, ruas jalan pun tidak terlalu lebar. transportasi umum mudah
dicapai, banyak orang berlalu lalang. walaupun porsi makanan tidak
jauh beda dengan houston, tetapi karena kebiasaan orang san francisco
yang doyan jalan-jalan. tak banyak ditemui orang gemuk.

so… tersedianya fasilitas umum membolehkan setiap orang bepergian
dengannya dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. selain itu boleh
saja makan melebihi porsi orang biasa, asalkan tetap beraktivitas
fisik sehingga tidak bikin kegemukan 🙂


[nd, may ’08]


%d blogger menyukai ini: