hidup adalah proses

15 Agustus, 2012

“Hidup adalah proses.”
“Apa yang sudah berlalu tidak akan kembali lagi. Untunglah dia tidak bisa kembali.”
“Masa depan penuh harapan.”
“Bersyukurlah jika engkau menyadarinya.”
“Walaupun engkau masih punya waktu 1 hari lagi, jalanilah kehidupanmu.”

Setidaknya itulah beberapa quote pamungkas yang ditawarkan oleh film 童夢奇緣 (baca: Tóng Mèng Qí Yuán, Romantika Mimpi Kanak-kanak) kepada penontonnya. Anak-anak tidak dapat memahami kehidupan orang dewasa, sebaliknya orang dewasa sering tidak dapat memahami dan berkomunikasi dengan anak-anak, bahkan juga dengan sesamanya. Bagaimanapun kanak-kanak membutuhkan peran orang dewasa untuk mengantar mereka menuju kedewasaan, yaitu dengan mendengarkan anak-anak. Dan karena hidup adalah sebuah proses, maka baik itu anak-anak maupun orang dewasa perlu bersabar dalam menjalani hidup, saling memberi nasehat untuk dapat tegar, dan memberi maaf apabila sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan.

Sayangnya judul dalam bahasa Inggris: Wait ’til You’re Older terlalu naif dan dengan mudah menebak isi film. Barangkali judul tersebut dipilih agar penonton yang tidak berbahasa mandarin dapat langsung menangkap pesan tanpa bingung dengan filosofi ketimuran yang dibalut dengan fiksi sains modern pada kisah ini.


ulasan film: Mulan

16 Mei, 2010

Pada penerbangan jarak jauh disediakan fasilitas hiburan di setiap bangku berupa layar televisi dan headphone untuk menonton film maupun berita, mendengar musik, bermain game, melihat rekaman penerbangan, belajar bahasa maupun membaca ringkasan buku.

Hanya 3 buah film yang sempat saya tonton (sebenarnya 2,5 saja karena film terakhir tidak selesai ditonton) yaitu: Mulan, Invictus, dan Bodyguards & Assassins. Ketiganya diangkat dari kisah nyata.

Mulan berkisah tentang perempuan dari kerajaan Wei yang menjadi tentara karena menggantikan ayahnya yang sakit-sakitan. Selama lebih dari 12 tahun terlibat dalam peperangan melawan pemberontak Rouran, Mulan telah mencapai prestasi yang gemilang sebagai jenderal perang yang luar biasa. Namun fitrah keperempuanannya tidak dipungkiri sangat memengaruhi gaya kepemimpinannya.

Ia harus mengorbankan rasa cinta terpendamnya kepada Wentai yang selama ini berjuang membela dan menyemangatinya dalam peperangan, bahkan merawatnya dengan darah dan air mata ketika krisis obat-obatan. Wentai yang ternyata seorang pangeran Wei ditawan setelah menukarkan dirinya dengan obat-obatan dan suplai logistik untuk memulihkan kondisi tentara Wei.

Demi mendambakan berhentinya perang dan dimulainya perdamaian, Mulan berkongsi dengan putri Rouran yang berniat menjadi ratu Wei, membunuh Danyu (pemimpin) Rouran yang ambisius, menyelamatkan Wentai dan merelakannya menjadi suami sang putri.

Mulan menolak jabatan tertinggi sebagai Commander-in-Chief tentara Wei dan memilih kembali ke kampungnya menjadi penenun kain dan merawat ayahnya yang semakin tua.

Film buatan China ini lebih menampilkan sisi moral daripada mengumbar kisah cinta. Perang mengikat persaudaraan di antara para tentara, mengobarkan semangat perjuangan dan pantang menyerah, tidak takut mati demi membela prinsip yang diyakini, strategi maupun pengkhianatan, serta cinta tanah air dan rela berkorban, termasuk berkorban perasaan. Tidak ada adegan dewasa, sehingga aman ditonton oleh anak-anak tentu tetap dengan bimbingan orangtua.


the bucket list

12 Mei, 2008

di antara film yang andi tonton dalam perjalanan san francisco –
singapore dengan Singapore Airlines adalah the Bucket List yang
dibintangi oleh dua aktor kawakan Jack Nicholson dan Morgan Freeman.
Film bergenre drama komedi ini mengetengahkan cerita dua orang
stranger yang bertemu di rumah sakit karena mengidap penyakit kanker
otak yang sulit sembuh. Jack memerankan pemilik rumah sakit yang
keranjingan kopi luak, seorang yang egois dan sedikit memiliki teman,
bahkan tidak pernah dikunjungi keluarga pada saat dia dirawat.
Sedangkan Morgan memerankan bapak dan kakek yang perhatian terhadap
keluarga dan teman-teman dan termasuk orang yang religius.

the Bucket List adalah daftar rencana yang akan dilakukan oleh
seseorang sebelum kick the bucket alias meninggal dunia. Biasanya
berisi daftar kebaikan. Namun bersama Jack daftar yang dibuat oleh
Morgan menjadi daftar yang mengasyikkan dalam menghadapi sisa usia
mereka. Sky diving, balap mobil, safari Afrika, membuat tato, keliling
dunia dan lain-lain adalah kegiatan yang mereka lakukan dalam waktu
satu bulan.

Gaya hedonisme Jack masih bisa ditoleransi oleh Morgan, tetapi gaya
religius Morgan sama sekali out of topic bagi Jack. Bahkan ketika
Morgan berencana mempersatukan Jack bersama dengan anak dan cucunya,
Jack sangat marah dan kehilangan arah. Namun ketika pada akhirnya
Morgan harus menyelesaikan peran, alias wafat setelah melunasi
kebersamaan keluarga, Jack menyadari bahwa: “the last month of his
life is the best month of my life”.

Komedi yang sangat menyentuh, dan bukankah seharusnya kita berada
dalam penghabisan yang baik ketika kita meninggalkan dunia yang fana?


[nd, may ’08]


Kun Fayakuun, ikut-ikutan?

28 April, 2008

kekeliruan helmy yahya dalam menerbitkan film kanak-kanak “Joshua oh Joshua” sepertinya terjadi lagi. di tahun 2000, “petualangan sherina” mira lesmana meraih sambutan luar biasa dari penikmat film indonesia. film sherina itu ditahbiskan menjadi awal kebangkitan kembali film nasional setelah terpuruk beberapa lama. belum selesai kesuksesan film sherina meraih angka pasti, helmy yahya merilis film joshua. namun sambutan masyarakat terhadap film joshua ini tidak seantusias film sherina. bahkan banyak yang menganggap ikut-ikutan. akibatnya film joshua tidak memperoleh rating yang sama dengan film sherina.

[baca selanjutnya deh]


to live, is being a great adventure

26 Februari, 2006

the title above is taken from the last saying of Peter Pan to Wendy after he delivered her and her brother and the lost boys back from Neverland to the real world. i also put that title in front of page novelku because most of stories i wrote in that blog are daily stories which i get from everywhere, as the result of listening, reading, watching and feeling activities.

memang nggak muluk-muluk ketika Peter Pan mengatakan kalimat itu kepada Wendy after experiencing wonderful adventures in Neverland. hidup di Neverland adalah petualangan kanak-kanak yang selamanya terasa amat menyenangkan, just like a dream but real. dalam kisah Peter Pan, walaupun ia memilih untuk tetap tinggal di Neverland sebagai kanak-kanak, tetapi ia menjadi amat dewasa ketika mengucapkan kalimat perpisahan itu.

Peter Pan realise that live in this world and growing adult will be a great adventure everyone will face, no matter how they are. and i’m sure that live will be fulfilled by adventures.
we never know what will we face tomorrow, we just make predictions and link between causes, oh it will be more challenging. where we must breaking the ice of the problem, solve everything we run in this life. wherever we go, life will always challenging. setiap hari akan ada saja cerita baru dan pengalaman baru. rutinitas jadi relatif, karena sebenarnya hal-hal yang selalu kita kerjakan juga memberi tantangan baru kepada kita.

mungkin ada yang pernah nonton 50 First Date, Vanilla Sky, atau bahkan Matrix – Trilogy? setiap hari selalu saja menjadi petualangan baru.

are you ready to live?


the year of living dangerously

27 September, 2004

the year of living dangerously Posted by Hello

tahun penuh bahaya, begitu kira-kira judul novel yang dibuat oleh CJ Koch, novelis Australia, menggambarkan tahun 1965 di Indonesia, masa itu memang penuh revolusi.

cerita yang berlatar belakang kota Jakarta pada tahun terakhir kekuasaan presiden Soekarno, dimana saat itu terjadi krisis ekonomi yang sangat parah. Mengisahkan perjalanan beberapa orang jurnalis Australia: Guy Hamilton, Billy Kwan dan Jill Bryant. dengan fokus cerita pada Billy Kwan, seorang pria cebol yang sangat mengagumi Sukarno.

pada tahun 1982, Peter Weir, sutradara Australia, membuat film yang diangkat dari novel ini dengan judul yang sama, the year of living dangerously, yang dibintangi oleh Mel Gibson, Linda Hunt dan Sigourney Weaver.

ada beberapa kisah menarik di balik film ini:

1 film ini dilarang beredar di Indonesia oleh mantan presiden Suharto, barulah tahun 2000, film ini diselesaikan di Indonesia.

2 banyak dialog bukan dalam bahasa Inggris atau Indonesia, dan juga bukan bahasa Jawa, melainkan bahasa Tagalog. ini karena pengambilan gambar dilakukan bukan di Indonesia melainkan di Filipina.

3 banyak peran yang tidak diperankan oleh orang Indonesia, melainkan orang Filipina.

4 Billy Kwan diperankan oleh Linda Hunt

sayang sekali dalam film ini fokus cerita berpindah ke Guy Hamilton (Mel Gibson) bukan kepada Billi Kwan seperti dalam novelnya.

film ini ditayangkan oleh MetroTV dalam PanasonicCinema edisi 26 September 2004.


tentang film XXX

27 September, 2004

penasaran tentang kepuasan apa sih yang didapatkan oleh orang-orang yang menonton film XXX rating, kebetulan seorang teman bersedia meminjamkan VCD-nya. maunya sih membungkus dengan cerita, tapi yang ada cerita cuma hiasan saja. >80% isi film hanyalah adegan-adegan hardcore yang menampilkan sex intercourse dengan berbagai macam foreplay dan posisi. kok lama-lama jadi memuakkan dan justru tak menarik lagi bagiku. tak ada satupun manfaat dan kepuasan yang kudapat dari film semacam itu kecuali gambar-gambar menjijikkan, manalagi gak habis pikir kalau mereka yg suka nonton itu memutar dari awal sampai akhir yang memakan durasi 2 jam (untungnya daku menonton dengan mem-forward adegan demi adegan sehingga beberapa menit saja), bayangkan betapa banyak waktu terbuang untuk hal yang tidak manfaat???

terus terang, film XXX rated memang macam candu buat orang-orang yang ketagihan tapi “tak mampu”, begitu rendahnya kepercayaan diri mereka sehingga harus menonton blue film, berkali-kali bahkan setiap kesempatan. kok, tahu sih? ya begitulah menurut rubrik pertanyaan seksologi di media-media yang ada (misal klinikpria.com), bahkan sampai ke syariahonline pun ditanyakan juga tentang hukum syariahnya menonton blue film.

sex adalah naluri yang diberikan oleh Tuhan, dan naluri (insting) dapat bergerak begitu saja menurut ketentuan Tuhan tanpa harus dipelajari, siapakah yang mengajarkan sex kepada binatang? apakah mereka belajar dari orang tua mereka atau dari hewan lain? menurut kitab suci, apapun yang dilakukan oleh hewan adalah sesuatu yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepada mereka. Nah, bagaimana dengan manusia?

seharusnya sex manusia juga naluri alamiah, dan yang perlu dipelajari oleh manusia saya kira bukanlah dengan menonton adegan syuur, tetapi justru dengan mengetahui fungsi organ dan fungsionalitasnya agar melahirkan generasi yang berkualitas secara iman, akal dan fisik. kembalikan saja kepada kitab suci, apa yang telah dikabarkan oleh Allah dan nabi-Nya itulah yang menjadi tuntunan sex yang baik dan berkualitas tentu saja.


%d blogger menyukai ini: