[ssr] Bijak menggunakan kartu kredit

7 Desember, 2007

Oleh: Ahmad Gozali
(www.perencanakeuangan.com)

Dikutip dari Wanita Indonesia, 2007

Mas Gozali,

Akhirnya saya berhasil memperoleh kartu kredit pertama saya, tapi selama ini saya sering dengar kalau banyak orang yang bermasalah karena kartu kreditnya. Jadi saya ingin minta saran, sebaiknya bagaimana saya menggunakan kartu kredit itu nanti? Terima kasih.

NN. 08134587XXX

Jawaban:

Seperti kita ketahui bersama, memang belakangan ini perbankan di Indonesia sedang gencar-gencarnya membuka ?kran? untuk menyalurkan kredit nya kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan penyaluran kredit konsumtif melalui kartu kredit. Dengan hanya berbekal sebuah fotokopi KTP dan proses yang sangat singkat, maka dengan segera konsumen pun akan memiliki sebuah kartu kredit dengan limit tertentu ditangannya.

Sekarang yang menjadi pertanyaan Anda adalah sebaiknya bagaimana cara penggunaan kartu kredit ini? Nah, sekarang mari kita bahas. Perlu Anda ketahui, kartu kredit adalah merupakan sebuah alat bantu pembayaran. Maksudnya Alat Pembayaran disini adalah persis seperti Uang Tunai yang Anda pakai untuk membayar suatu transaksi. Hanya saja disini kartu kredit bisa menjadi pengganti sementara dari uang tunai yang kita tidak bawa, bukan pengganti uang tunai yang tidak kita miliki. Saya ulangi, bukan pengganti uang tunai yang tidak kita miliki yah, tapi yang tidak kita bawa. Hal ini perlu saya ulangi agar lebih jelas dan tidak terjadi salah penafsiran, karena banyak dari kita tidak membawa uang tunai adalah lebih karena faktor keamanan bukan karena tidak memilikinya.

Maksud dari ?pengganti sementara? disini artinya adalah bahwa kalau Anda ingin membeli barang yang harga tunainya Rp 250.000,- , Anda bisa saja tidak menggunakan uang tunai Anda, tetapi menggunakan Kartu Kredit Anda pun tidak salah. Tapi, pada akhir bulan ? atau pada bulan depan ? bank penerbit kartu kredit Anda akan memberikan tagihan sebesar Rp 250.000,- kepada Anda. Artinya, Anda tetap saja harus membayar senilai Rp 250.000,- atas harga barang yang telah menjadi milik Anda tersebut, hanya saja pembayaran tersebut tidak dilakukan di awal ketika barang tersebut dibeli, tetapi di tangguhkan hingga akhir ketika tagihan dari penerbit kartu datang. Lalu bagaimana kalau sampai akhir bulan ketika tagihan kartu kredit datang Anda tidak dapat langsung melunasi semuanya? Untuk itu ada bunga yang harus Anda bayarkan. Besarnya sih tergantung dari masing-masing bank memberikannya atau sebagai gambarannya yah sekitar 2,75% – 3,5% dari jumlah tagihan yang belum dibayar tersebut. Nah apabila Anda tidak ingin membayar lunas seluruh tagihannya, kartu kredit biasanya memberikan kemudahan berupa ketentuan pembayaran minimal. Besarannya sekitar 10% dari tagihan yang Anda terima pada bulan tersebut.

Terakhir, ada beberapa hal yang harus Anda cermati sebelum mempergunakan kartu kredit. Yang pertama adalah, pahamilah fungsi kartu kredit tersebut. Kedua, perhatikan kemampuan Anda dalam membayar tagihan yang diterima setiap akhir bulannya. Pastikan sebelum Anda berbelanja menggunakan kartu kredit, Anda memiliki sejumlah dana untuk membayar pemakaian tersebut agar tidak terkena beban hutang. Dan yang ketiga, pastikan waktu jatuh tempo pembayarannya agar Anda tidak dikenakan bunga apabila ingin melunasinya sekaligus. Jadi katakanlah jatuh tempo penagihan kartu kredit adalah tanggal 5 setiap bulannya, maka setiap awal bulan setelah Anda menerima penghasilan, langsung Anda sisihkan senilai sisa pemakaian yang akan dilunasi tersebut.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

– MOHON DI FORWARD –

_____________________________________________________
Kunjungi situs kami di www.perencanakeuangan.com
Ingin mendapatkan info dan artikel rutin di email Anda tentang perencanaan keuangan? Dapatkan newsletter kami. Kirimkan email kosong Anda ke alamat SSR-InfodanArtikel-subscribe@yahoogroups.com
Ingin bertemu dan berkenalan dengan rekan-rekan lain yang memiliki minat yang sama terhadap topik tentang perencanaan keuangan? Join klub kami. Kirimkan email kosong Anda ke alamat SSR-Klub-subscribe@yahoogroups.com
Ingin bertemu dan berkenalan dengan rekan-rekan lain  yang memiliki minat yang sama terhadap topik tentang perencanaan keuangan syariah? Join milis kami. Kirimkan email kosong Anda ke alamat SSR-Syariah-subscribe@yahoogroups.com


PENGHASILAN TIDAK PERNAH CUKUP (BAG 2/3)

6 Mei, 2005

Dikutip dari Danareksa.com

Kenali Penyebab Tidak Cukupnya Penghasilan Kita

Mari kita analisa dulu apa saja penyebabnya yang membuat penghasilan kita serasa tidak pernah cukup.

1. Kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi. Setiap tahun harga barang dan jasa-jasa mengalami kenaikan secara alamiah, yang bisa kita kenal dengan inflasi. Akibatnya dengan jumlah uang yang sama kita tidak lagi bisa mendapatkan atau membeli barang dan jasa sebanyak sebelumnya, sebab nilai uang jadi menurun. Masalahnya jika penghasilan kita tetap atau jika kenaikan penghasilan kita tidak sebesar kenaikan harga barang dan jasa, sudah pasti penghasilan kita tidak cukup. Apalagi jika sudah didera inflasi ditambah lagi kebutuhan kita terhadap barang dan jasa terus meningkat namun penghasilan kita tidak bertambah, bisa-bisa kita mengalami penurunan kesejahteraan hidup.

2. Menganut gaya hidup di luar kemampuan finansial, merupakan sumber dari hampir seluruh masalah keuangan keluarga. Penyebab utama defisit biasanya dipicu sifat boros sehingga membuat kita belanja diluar anggaran. Selain itu kita juga perlu waspadai beberapa pos pengeluaran yang sering jumlahnya terlalu besar seperti tagihan telpon, busana & aksesoris, barang- barang elektronik, hadiah dan sumbangan. Percaya atau tidak, kebanyakan dari pengeluaran itu sebenarnya tidak wajib. Misalnya, ngobrol di telpon selain tidak wajib juga bisa membuat tagihan telpon membengkak. Beli baju baru tidak harus sebulan sekali, mungkin bisa 2 bulan sekali.

3. Hutang dengan sistem bunga berbunga. Tagihan kartu kredit yang dibayar minimal saja akan membuat tagihan kita membengkak. Belum lagi kalau kita terlambat membayarnya, sudah pasti terkena biaya keterlambatan. Barang kreditan dengan cicilan ringan juga terkadang membuat kita terlena, tanpa disadari pengeluaran bulanan jadi besar karena terlalu banyak mengambil barang kreditan. Begitu juga dengan cicilan bulanan hutang jangka panjang seperti kredit rumah atau mobil. Dengan maksud ingin buru-buru secepatnya melunasi hutang, maka orang seringkali memaksa mengambil jangka waktu kredit yang pendek namun cicilannya besar. Padahal jika total cicilan hutang bulanan terlalu besar, akibatnya penghasilan kita mungkin tidak cukup untuk membayar kebutuhan rumah tangga lainnya.

4. Pengeluaran tak terencana. Belum lagi kalau ada saudara dekat yang pinjam uang, sumbangan uang untuk perkawinan, atau membelikan hadiah untuk seseorang yang berulang tahun, walaupun sesekali namun nampaknya karena budaya kekerabatan kita dekat ditambah lagi teman-teman Anda juga banyak mau tidak mau setiap bulan tanpa direncanakan harus keluar uang untuk ini.

Selanjutnya: Jurus Ampuh Agar Penghasilan Kita Cukup


PENGHASILAN TIDAK PERNAH CUKUP (BAG 1/3)

3 Mei, 2005

Dikutip dari Danareksa.com

“Aduh..gaji cuma numpang lewat aja nih !” kalimat ini sepertinya tidak asing bukan ? Anda mungkin secara tidak sadar pernah mengucapkannya atau paling tidak pernah terlintas dipikiran atau mendengar teman-teman Anda mengucapkan kalimat ini. Anehnya kalimat ini seringkali terucap pada saat belum lama orang gajian. Orang sering mengeluh karena penghasilannya dirasa terlalu kecil sehingga tidak memiliki cukup uang untuk beli ini itu. Biasanya kalau sudah begitu orang menuding kenaikan harga-harga sebagai biang keladi gaji yang tak pernah cukup. Mulai dari sembako sampai barang kebutuhan sehari-hari lainnya seperti susu, pasta gigi, sabun, mi instant, bahkan baju, sepatu, dan kosmetik, semuanya merambat naik. Belum lagi kenaikan tarif telpon, listrik, air, atau biaya transportasi, yang semakin membuat pengeluaran Anda membengkak. Jangan lupa lho, biaya pendidikan anak-anak berikut buku-buku pelajaran sekolahnya juga rajin sekali naik tiap tahunnya. Masalahnya, belum tentu kenaikan harga-harga ini selalu diimbangi dengan kenaikan penghasilan kita, bahkan tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya

Namun kenaikan harga-harga bukanlah satu-satunya penyebab gaji yang tidak pernah cukup. Sebab ada juga orang yang merasa penghasilannya tidak pernah cukup, tidak perduli sudah berapa kali kenaikan gaji yang diterimanya. Mungkin Anda sendiri pernah mengalaminya, dimana pernah menarik ratusan atau puluhan tibu rupiah dari ATM kemudian menyimpannya di dompet dan tiba-tiba menyadari tidak berapa lama setelahnya uang Anda di dompet sudah hampir habis ? Anda mungkin sudah tidak ingat lagi untuk apa saja uang itu dibelanjakan.

Jika Anda berusaha mengingatnya, yah….kemungkinan besar paling-paling habis untuk beli majalah,koran, secangkir capucino, beli makanan kecil, atau rokok. Belanjaan kecil-kecil seperti tanpa disadari kalau kita kumpulkan jumlahnya besarnya juga. Padahal jika kita mengeluarkan uang setiap hari untuk belanjaan kecil, maka kalikan saja dengan jumlah hari dalam setahun.

Saya yakin Anda akan terpukau melihat berapa besarnya jumlah yang Anda belanjakan untuk belanjaan kecil. Itu baru belanjaan kecil, belum lagi biaya berlangganan TV kabel, baju-baju yang Anda beli saat diskon tapi belum sempat dipakai, iuran keanggotaan fitness, dan lain-lain. Rasanya semakin hari semakin sulit membedakan keinginan dan kebutuhan disebabkan tuntutan gaya hidup yang sulit dipuaskan.

Mengapa antara penghasilan dan pengeluaran kita seringkali seperti berlomba – lomba mengalahkan siapa yang paling besar ? Padahal rasanya kita tidak pernah belanja berlebihan atau sengaja menghambur-hamburkan uang. Biasanya yang terjadi adalah saat penghasilan kita bertambah maka kita terdorong untuk berbelanja lebih banyak lagi.

Akibatya sama saja, berapapun kenaikan penghasilan kita selalu saja tidak pernah cukup. Nah.. apa yang harus kita lakukan agar seberapapun penghasilan yang kita miliki bisa mencukupi kebutuhan kita dan bisa membantu kita mencapai tujuan keuangan lainnya.

Bersambung ke bagian 2 : Kenali Penyebabnya…

“The Financial Tips”

Kompleks Koperasi No.35 , Jl.Gatot Subroto (Sebelum PMI), Jakarta, DKI Jakarta 12780, INDONESIA

http://spreilutju.com/financialtips.html


TIDAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK MENABUNG

2 Mei, 2005

Quoting : Safir Senduk

“Siapa, sih, yang tak ingin punya tabungan?
Saya juga mau, kok, menabung. Masalahnya, uang saya habis terus…” “Belum lagi anak-anak minta dibelikan sepatu…” “Saya kan juga perlu beli ini dan itu…” “Ah, saya memang enggak berbakat mengelola uang…”

Kata-kata tersebut diatas mungkin akrab di telinga Anda, atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya. Anda ingin sekali bisa menabung, tapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu?

Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti akan mengalaminya. Menabung (melakukan investasi secara rutin) seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Namun demikian, apabila Anda menyisihkan uang secara rutin, maka uang yang Anda kumpulkan tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun menabung hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun, ia mengatakan penghasilannya sering habis dipakai dalam sebulan. Jadi, ia tidak bisa menabung.
Sebetulnya, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulan, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya.
Apakah situasi seperti ini cukup akrab di telinga Anda? Atau, apakah Anda juga mengalaminya?

MENINGKATKAN DAN MENEKAN

Saya akan beberkan satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu membelanjakan dulu uang Anda sehingga selalu kehabisan uang untuk ditabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu?

Ketika Anda mendapatkan gaji Anda pada tanggal 25, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk ditabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar.

Bila Anda melakukan hal itu, maka Anda tidak ada alasan lagi untuk tidak menabung. Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Tapi itulah konsekuensinya: Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan Anda.

Sebagai contoh, penghasilan Anda tadinya adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu per bulan.
Bila Andamerasa jumlah itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu diantara tiga pilihan dibawah ini: 1. Meningkatkan pendapatan. Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Andatetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Andabukan lagi Rp 900 ribu, tapi kembali menjadi Rp 1 juta. 2. Menekan pengeluaran. Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu saja. 3. Melakukan keduanya, yakni meningkatkan pendapatan sekaligus menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda malah memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan!

Terserah Anda , mana dari ketiga cara tadi yang hendak Anda pilih. Yang paling penting, Anda harus membiasakan diri untuk menabung. Dalam hal ini, apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan.

Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak. Sangatlah tidak bijak bila kita egois umtuk memenuhi semua kebutuhan kita saat ini dan secara tidak langsung akan menelantarkan pemenuhan kebutuhan anak-anak kita kelak.

KE MANA MENABUNG?

Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di bank. Kelebihan tabungan adalah bahwa dana dalam tabungan bisa diambil kapan pun Anda inginkan. Kelemahan tabungan adalah bahwa pada saat ini, umumnya tabungan di bank hanya memberikan bunga yang kecil.

Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar, katakan, Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja.

Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti Reksa Dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi dimana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim Manajer Investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu.

Jelas, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Kenapa tidak memulainya?


“The Financial Tips”
Kompleks Koperasi No.35 , Jl.Gatot Subroto (Sebelum PMI), Jakarta, DKI Jakarta 12780, INDONESIA

http://spreilutju.com/financialtips.html


::: Arena Konglomerat … Anda dinyatakan Pailit

2 Mei, 2005

“Kocek Anda bernilai < -20 juta “( Anda dinyatakan Pailit”

Akhirnya, kuklik juga tombol RESET untuk keluar dari jalur melarat yang menyesakkan sbg PNS, …

::: Arena Konglomerat …


::: Arena Konglomerat … Apa jadinya jika bermain simulasi sebagai PNS?

27 April, 2005

Bayangkan, sudah 20 tahun saya sebagai PNS dengan penghasilan 4juta rupiah per bulan, dan aset sebuah mesin potong rumput seharga 600ribu rupiah yang memberi pemasukan 5000 rupiah perbulan. Saya hanya mendapatkan pemasukan 625ribu rupiah per bulannya.

Dan yang lebih menyesakkan dada adalah jumlah kocek saya sebesar:
Rp -23.132.500,-
artinya adalah saya memiliki hutang sebesar itu setelah bekerja 20 tahun sebagai PNS ???!!!

mau tahu yang terjadi 7 tahun kemudian? TIDAK JAUH BEDA! karena hutang saya berlipat dua kalinya menjadi Rp -52.647.500,- pheww!!

It’s only game… but it can be a true game… who knows?

::: Arena Konglomerat …


::: Arena Konglomerat … Kecerdasan Finansial

26 April, 2005

TAHUKAH ANDA APA ITU FINANSIAL QUOTIENT (FQ)?
TAHUKAH ANDA APA YANG MENYEBABKAN BILL GATES, KENNEDY, ROCKEFELLER, FORD, J. PAUL GETTY, DAN ROSS PEROT BEGITU KAYA?!!
DAN TAHUKAH ANDA TENTANG RUMUS 10:90???

Ya, perlu anda ketahui bahwa dalam diri manusia telah terbentuk kecerdasan-kecerdasan, seperti yang kita ketahui bersana yaitu IQ, EQ dan SQ, namun sedikit orang yang mengetahui dan menyadari sebuah kecerdasan yang akan membawa orang itu kepada kekayaan hakiki, kekayaan yang selama ini hanya dimiliki oleh orang-orang kaya. Merekalah orang yang telah mengoptimalkan kecerdasan finansialnya yang akan mencapai kekayaan sebagai orang KONGLOMERAT kelas DUNIA!

Rumus 10:90 tidak lain adalah sebuah perbandingan antara orang-orang konglomerat dengan orang melarat! Ya, dari hasil penelitian yang pernah dilakukan di suatu wilayah di Amerika, dihasilkan perbandingan bahwa orang konglomerat hanya berkisar 10 % dari total penduduk yang menduduki wilayah tersebut. Dan meskipun orang-orang konglomerat tersebut hanyalah sebanyak 10 % (bahkan kurang dari itu!!), namun mereka memiliki kekayaan orang-orang yang 90 % tadi, sehingga apabila di jumlahkan maka hasilnya akan sama, bahkan mungkin akan tetap unggul jumlah orang-orang konglomerat tadi yang hanya 10 % !!! LUAR BIASA!!

Inginkah anda memiliki kekayaan sejati seperti orang-orang itu? Tahukah anda bahwa mereka pun dulunya bukanlah apa-apa….bahkan sangat melarat-kalau boleh saya katakan-namun karena kegigihan mereka dan perjuangan mereka yang tak pernah henti dalam menggapai keinginannya….akhirnya mereka layak mendapatkannya.

Dan di ARENA KONGLOMERAT ini, anda akan kami ajak untuk bermain dan berpetualang dalam perjuangan hidup untuk menggapai keinginan anda. Kami bukanlah memberikan ceramah ataupun pidato basa-basi-yang tidak menjadikan anda apa-apa-kami berkeinginan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama anda dalam membangun bisnis, keluar dari perlombaan tikus (permainan orang melarat) dan mencapai kekayaan sejati, bukan saja uang yang anda dapatkan, namun lebih dari itu….karena kesuksesan bukanlah akhir, namun kesuksesan adalah sebuah perjalanan, sebuah proses!!
Mari mulailah dari sekarang kita singsingkan lengan baju, dan maju ke arena kehidupan guna menggapai kebahagiaan kita, kekayaan sejati…karena SUKSES ADALAH HAK KITA SEMUA!! Bukanlah milik segelintir orang…..

::: Arena Konglomerat …


%d blogger menyukai ini: