hospitality

19 September, 2012

Good morning! How are you today? Have a good day!

Ada hal yang selalu membuat saya heran adalah kebanyakan dari kita memilih untuk berbicara hanya kepada orang yang dikenalnya, membuat batasan sendiri untuk berteman dengan orang yang asing baginya, dan asyik sendiri dengan kesibukannya. Entah itu di elevator, di bus, di kereta, di pesawat, hampir tidak ada yang bertegur sapa dengan orang yang berada di sebelahnya kecuali kepada yang dikenalnya saja. Merasa jengah dengan sikap ramah yang dihadirkan oleh orang lain. Sehingga membeku dalam suasana yang kita bikin sendiri.

Di dalam penerbangan ke Amerika Serikat, saya duduk di sebelah seseorang yang begitu antusias mencurahkan perhatiannya untuk saya. Mengetahui bahwa saya baru akan pertama kali mengunjungi kota tujuan dan dalam waktu yang cukup lama untuk ukuran berkunjung, orang tersebut memberi arahan apa saja yang dapat saya lakukan untuk mengisi waktu selama saya di sana. Bahkan sebelum berpisah pun ia masih sempat mengucapkan harapan agar saya menikmati pengalaman berada di kota tujuan.

Masih di Amerika Serikat: di gedung yang saya datangi setiap hari kerja, saya selalu disambut senyuman dan tegur sapa oleh petugas front desk yang menanyakan bagaimana kabar saya, sehingga kami akrab. Di toko-toko yang mengutamakan pelayanan bagi para pembeli, staf pramuniaga selalu aktif menyambut dan menanyakan keperluan kemudian membantu kita mencarikan apa yang kita perlukan. Di rumah makan yang berkualitas, para pramusaji  selalu mencurahkan senyuman dan tegur sapa terbaik mereka kepada pengunjung. Menjadikan kita nyaman dengan fasilitas yang ada.

Barangkali sebagian orang akan menganggap bahwa keramahan mereka hanya sebatas tuntutan pekerjaan, aturan yang “memaksa” mereka untuk ramah, jika tidak dilakukan akan menyebabkan mereka diberhentikan dari pekerjaan. Boleh jadi demikian, namun bagaimana halnya dengan orang-orang lain yang memang tulus menunjukkan keramahannya? Seperti teman satu penerbangan saya, atau orang-orang tak dikenal yang saya jumpai di elevator yang mengajak berbicara sejak menunggu hingga keluar dari lift? Atau orang-orang ramah yang saya jumpai di taman-taman?

Hospitality, barangkali itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya. Sebagiannya diadakan dalam rangka pemasaran, sebagian lainnya memang karena ketulusan untuk membantu orang lain. Tidak ada ruginya, hospitality akan menunjukkan siapa kita dan mencairkan suasana sehingga menjadi lebih nyaman.

Have a good night for you!


not allowed green laser pointer

8 September, 2012

Barangkali saja karena “gratifikasi” menerima hadiah laser pointer berwarna hijau untuk mendukung penampilan presentasi, baru sekali digunakan harus berpisah dengan laser pointer tersebut tanpa harapan berjumpa lagi. Melalui gerbang sekuriti transit di Dubai International Airport, laser pointer tersebut tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam kabin pesawat.

Astaga, sudah terbang 8 jam dan selama itu laser pointer tidur tenang di dalam kotaknya di tas jinjing, dan pada waktu keberangkatan semula tidak ada larangan. Maka larangan itu membuat saya bertanya kepada petugas, saya juga bersikeras bahwa saya membutuhkannya untuk presentasi. Jawaban yang sangat tidak memuaskan adalah “tidak boleh”, begitu saja. Ketika ditanyakan, bagaimana mungkin tidak boleh? Mendapat jawaban yang lebih tidak memuaskan: “Karena bisa dimain2kan di dalam kabin dan mengganggu pekerjaan pilot.”

Astaga, memangnya saya idiot yang tega membuat keadaan tidak nyaman di pesawat? Untuk menumpang pesawat saja sudah merasa tidak aman, apalagi ditambah membuat masalah? “Pak, tolong bereskan barang Anda karena mengganggu penumpang lainnya yang akan lewat.” WHAT? Karena mlas bertengkar, saya terpaksa say goodbye to the green laser pointer.

Untuk Dubai, barangkali hanya Emirates yang melarang untuk memasukkan laser pointer ke dalam kabin. Namun sesuai TSA, petugas dapat saja melarang masuknya suatu benda yang dicurigai ke dalam kabin walaupun tidak ada di dalam daftar barang-barang berbahaya.

cerita senasib ini juga dapat dibaca di threads berikut:

http://www.emirates.com/english/help/faqs/FAQDetails.aspx?faqId=214915

http://www.tsa.gov/travelers/airtravel/prohibited/permitted-prohibited-items.shtm

http://www.emirates.com/english/images/DGR%20Table%202.3A%202011%20(2011.08.07)%20-%20rev.02_tcm233-239104.pdf

http://www.ainonline.com/aviation-news/ainsafety/2012-05-21/laser-incident-numbers-climb-enforcement-increases

http://www.travelbanter.com/showthread.php?t=144019

http://www.tsa.gov/assets/pdf/Prohibited%20and%20Permitted%20Items_printerfriendly_3-16-07.pdf

http://www.flyertalk.com/forum/american-aadvantage/150151-laser-pointers-really-banned-carryon-list.html

http://www.tsa.gov/assets/pdf/Prohibited%20and%20Permitted%20Items_printerfriendly_3-16-07.pdf

http://www.aktnz.co.nz/2010/10/20/laser-shown-on-plane/


i’m coming home soon

16 Desember, 2007

penerbanganku dari london ke singapore makan waktu kira-kira 12 jam, jam 10 waktu london dan mendarat jam 18 waktu singapore. aku mendapat tempat duduk di 28H terletak di barisan pintu emergeny yang jelas sekali lega buat aku menyelonjorkan kaki. teman perjalananku kali ini seorang perempuan singapore bernama Rachel. ia seorang pebisnis exhibition yang pulang dari meeting di Paris dan Brighton untuk persiapan eksebisi internasional tahun 2008.

dari obrolan awal, seorang cabin crew bernama jeremy ikut nimbrung, jeremy ternyata keturunan indonesia dan suriname yang lahir besar dan tinggal di holland. wah, asyik sekali 🙂 tetapi dia tidak bisa berbahasa indonesia atau bahasa jawa, hanya hapal beberapa frasa percakapan saja.

selebihnya penerbanganku terisi dengan tidur, nonton film, meregangkan badan dan melemaskan otot, ke toilet, dan makan makanan yang dihidangkan. asyiknya memesan special request untuk makanan walaupun kita duduk di kelas ekonomi, makanan kita datang lebih dahulu daripada penumpang lainnya. ah, menanti penerbangan berikutnya ke jakarta, kucharge bateri sambil menulis jurnal ini.


i request for special meal

4 Desember, 2007

flying with an airline, even though arranged by travel agent, we can make our fly better. choose the time sufficient for you to do the administration process in the airport. for me, as a muslim, meals and drinks does matter. actually you can request special meals before flying so that the airline can preserve for you. and something good that you can request it is by joining as member of frequent flyer. you just not only can request for the meals, but you can also request for the seat preference, and you will get the mile points which can be exchange to free journey when achieve some values.

when flying british airways from jakarta to london via hong kong, the cathay pacific (code share with british airways) flight attendant came to my seat and explain that they don’t serve for the moslem meal requested. then she give me list of meals i can choose. i prefer vegetarian and fish. in the flight to london, the attendance automatically serve for me moslem meal. but in the morning, i was shock when served an english breakfast: pork sausage and meat.

“i cant eat this, i have request for special meal,” then the attendance notice shortly, “oh sorry, maybe was serve while you were sleep. i will get your meal soon.”

and my special meal then come, and i can eat in convenience.


%d blogger menyukai ini: