hancur dan bangun

24 Agustus, 2014

Memperhatikan Radya yang sedang bermain lego hero factory dan terus menerus membongkar pasang mainannya itu, Baba bertanya, “Mas, kok dibongkar lagi lalu dipasang lagi?” Radya menjawab, “Iya, Ba. Ini jadi scorpion. Lalu yang ini berubah jadi  monster raksasa.” Baba mengangguk mencoba memahami kreativitas Radya.

Radya menghampiri Baba dengan orang-orangan legonya, lalu berkata, “Baba, ini kan dilepas. Hancur, lalu dibentuk lagi. Terus dibongkar. Hancur, lalu dibangun lagi.”

Baba menimpali, “Begitulah yang terjadi dengan penghuni neraka.” Radya tercengang. “Mereka dihancurkan, lebur, kemudian dibangun dan dibangkitkan kembali. Dihancurkan, lebur dan dibangun kembali. Begitu seterusnya,” lanjut Baba. “Seterusnya, Ba?” selidik Radya. Baba menjawab, “Seterusnya bagi orang-orang yang berdosa lagi kafir.”

“Kecuali orang beriman, setelah habis dosanya dilebur di neraka. Kemudian mereka diangkat ke surga. Atas berkat rahmat Allah,” Baba meneruskan. “Pintu surganya dibuka, deh,” timpal Radya sambil memeragakan robot hero factory dengan gerakan membuka pintu.

“Iya, tapi bukan dibuka oleh robot melainkan oleh malaikat penjaga yang besar-besar,” jelas Baba. Radya pun tersenyum.


uang lebaran

8 Agustus, 2014

Lebaran adalah masa bersuka cita, termasuk bagi kanak-kanak. Bertemu sanak saudara dan handai tolan meramaikan silaturahim. Turut pula momen bagi-bagi uang lebaran. Uang cetakan terbaru dengan nilai mata yang beraneka dikumpulkan satu persatu dari paman, bibi, kakek dan nenek.

Sebagaimana kanak-kanak lain memanfaatkan uang lebaran untuk membeli benda kesukaannya, begitupun anak kami. Setelah selesai menghitung dan memilah pendapatan masing-masing, Toys Kingdom di Living Plaza Cinere menjadi pilihan jitu tempat membelanjakan uang lebaran.

Sebelum berangkat, Baba dan Bubu mengingatkan anak-anak agar memilih mainan hanya yang paling disukai dan mencermati harganya. Baba atau Bubu tidak akan menomboki jika harga mainan lebih besar daripada uang lebaran yang dikumpulkan, tetapi mereka boleh berutang jika perlu.

Di toko anak-anak langsung menuju rak mainan. Athiya, 3 tahun, memilih mainan boneka bayi 1 set dengan perlengkapan mandi serta stiker. Tsuraya, 6 tahun, memilih 1 set boneka barbie, 1 set boneka penata rias dan rambut, dan pola pakaian barbie. Sedangkan Radya, 8 tahun, memilih 2 set lego hero factory dan 1 set megablocks hotwheels.

Setelah yakin dengan pilihannya, anak-anak menuju kasir untuk membayar dengan uang lebaran masing-masing. Penggenapan kembalian per seribu rupiah disumbangkan untuk sedekah anak yatim, kerja sama antara Toys Kingdom dengan PKPU. Celotehan riang anak-anak tentang rencana mereka dengan mainan yang baru saja dibeli pun mengiringi perjalanan pulang ke rumah.


%d blogger menyukai ini: