hijrah ilmu

21 September, 2016

​banyak orang mengira dunia yang dia peroleh sebagai tanda keridaan dari Allah pada dirinya: kesehatan, harta, wanita, anak-anak, jabatan, usaha yang berkembang. sehingga mereka hanya mau berhijrah dari suatu kondisi kekurangan menuju keberlimpahan.

adapun jika kondisinya tidak jelas, atau akan mengurangi pendapatannya, atau kehilangan posisinya, sangat sulit mengiyakan untuk berhijrah.

padahal Nabi -sallallahu alaihi wasallam- telah bersabda bahwa barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang dia cari atau kepada wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya. diriwayatkan oleh imam al-bukhari dan imam muslim.

hadits tersebut mengajarkan bahwa, hijrah tergantung pada niatnya. setiap orang akan memperoleh hasil sesuai apa yang dia niatkan. 

maka, ketika berhijrah pun, niatkanlah yang terbaik, berlimpah, dan lebih bermanfaat. hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, sudah barang tentu “the best” lah. Allah yang telah menciptakan pasti menjamin hidup kita dengan kecukupan.

tahukah bahwa hadits itu diriwayatkan dari khalifah umar bin al khatthab? seorang sahabat terbaik yang dimiliki oleh Islam, yang telah berhijrah menuju Allah dan Rasul-Nya, berjuang bersama Rasulullah, dan masyarakat Islam di masa pemerintahannya selama 10 tahun adalah masyarakat yang cemerlang.

dan sebagai khalifah, kepala negara, penguasa dunia, ia sendiri tidak perlu malu untuk meriwayatkan hadits. sebagai bukti hijrahnya yang tulus dan sikapnya yang rendah hati untuk memuliakan ilmu.
Semoga Allah melimpahkan taufik.
@ndi, 19121437


Kelakuan kita terhadap dosa

14 Oktober, 2015

Perilaku kita menghadapi dosa-dosa besar adalah cerminan keadaan hati kita,

… dan juga masyarakat kita.

image

Anas berkata: “Anda telah melakukan perbuatan yang telah, di mata anda, sangat kurang penting. Walaupun di zaman Rasulullah (salawat dan salam dari Allah ke atasnya) kami menganggapnya sebagai dosa-dosa besar. ” [HR. Al-Bukhari]

… dan ini telah dikatakan lebih dari 1300 tahun yang lalu

………………………………………………………….

Notre coeur face aux péchés majeurs

………………………………………………………….

Al-Hasan berkata: “Kami pernah mengetahui beberapa orang yang takut kebaikan mereka akan ditolak, (merasa) lebih prihatin daripada kalian yang tidak takut diazab atas perbuatan dosa kalian.” [al-Jaami’]

#hijrah


mengapa tidak dengan tahun baru hijrah?

9 Januari, 2008

ketika sebagian orang menghabiskan harta di malam tahun baru masehi dan tahun baru umat agama lain dengan berbagai macam acara dan perayaan, mengapa tidak dengan tahun baru hijrah?

ketika sebagian umat meributkan penentuan awal ramadhan, awal syawwal dan awal dzulhijjah, mengapa tidak dengan awal tahun baru hijrah?

karena tahun baru hijrah bukanlah salah satu dari dua hari raya umat islam (‘idul fitri dan ‘idul adha), sehingga tidak memerlukan hiruk pikuk dan kerepotan semacam di atas untuk memeringatinya. toh bagi umat islam, setiap hari adalah hari yang baru, rekreasi yang baru, kehidupan yang baru, tambahan pahala yang baru, pertobatan yang baru. dan karena bagi muslim setiap hari serba baru sebenarnya tidak diperlukan peringatan tahun baru 🙂


resolusi niat

21 Januari, 2007

niat

Dari Amirul Mukminin Abi Hafs Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu: Aku mendengar Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mndapatkan sesuai apa yang diniatkan, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan. (HR. Bukhori Muslim)***catatan kali ini tidak bermaksud untuk men-syarah hadits tersebut, dimana sudah banyak para ahli hadits dan ulama yang membahasnya. namun memasuki tahun hijriah 1428 ini, kami sekeluarga mengucapkan:

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1428!

Semoga semangat berhijrah senantiasa menghiasi hari-hari kita. Menjadikan setiap kesulitan sebagai jalan mendekati Allah, dan menjadikan segala kemudahan sebagai sarana syukur atas nikmat dan karunia-Nya.

 


%d blogger menyukai ini: