Kualitas

14 Juni, 2016

image

Sebuah kalimat terpajang di dinding toko kue kenamaan di Jakarta, bertuliskan

“Quality is never an accident, it is always the result of high intention, sincere effort, intelligent direction and skillful execution.”

Seakan-akan hendak menyampaikan pesan bahwa kue-kue yang disediakan oleh toko tersebut hanyalah yang berkualitas dan proses penyajiannya pun berkualitas.

Tentu saja kualitas bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari niat yang baik, upaya yang tekun, arahan yang cerdas dan dilakukan secara mumpuni.

Dalam kehidupan manusia, kualitas adalah sesuatu yang dituntut untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain. Begitu juga dengan ibadah, seorang hamba akan memperoleh pahala dari Allah hanya jika ibadahnya berkualitas.

Yaitu ibadah yang diniatkan ikhlas sebagai persembahan kepada Allah, secara tekun dan bersungguh-sungguh, mengikuti contoh atau perintah dari Rasulullah s.a.w. serta dikerjakan dengan pengetahuan dan keahlian.


hantu pocong

23 Februari, 2014

obrolan antara baba dengan tsuraya sambil menyuapi makan siang.

baba: mba aya, kalau kamu malas makan, nanti tidak bisa menegakkan badan.
tsuraya: jadi lemes ya ba?
baba: iya, ga bisa beribadah dengan baik. hanya berbaring saja.
tsuraya: seperti orang mati?
baba: maka itu kita makan agar tetap hidup.

tsuraya: kalo orang mati nanti jadi pocong ya ba.
eyang ikut menimpali: orang mati itu dibungkus kain kafan.

baba: iya, pocong itu kain kafan yang membungkus mayat.
tsuraya: terus nanti pocongnya bangun, menakut-nakuti orang ya ba?

eyang: mana sempat menakuti orang? mayat itu kalau sudah dikubur sibuk menghadapi pertanyaan malaikat.

baba: iya mbak. yg menakut-nakuti orang itu namanya hantu.
tsuraya: hantu kan setan ya ba?
baba: iya, hantu atau jin yang nakal, itu temannya setan. orang biasa gak bisa melihat mereka.
tsuraya: setan kan hanya bisa dilihat oleh temannya ba.

eyang: wahaha… kalau begitu yang bisa melihat setan sama dengan temannya setan dong?

tsuraya: iya, hihihi. temannya setan.
baba: maka beruntunglah kita yang tidak diperlihatkan, bukan termasuk temannya setan.
tsuraya: aya gak mau ah jadi temannya setan.
baba: makanya, makannya yang lahap dan jangan malas ya!
tsuraya: oke deh ba!


menjaga Allah

4 Agustus, 2012

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pernah memberi nasehat kepada sahabat mulia Abdullah bin Abbas radiyallahu anhuma, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah, “Wahai Anak! Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”

Sesungguhnya Allah telah menjadikan manusia cinta kepada 3 hal: cinta kepada wanita, anak-anak, dan harta duniawi [1]. Namun Allah juga telah menjadikan orang yang mati karena berjuang membela kehormatan diri, keluarga dan hartanya, dianggap sebagai syahid di sisi Allah [2].

Allah mengisahkan di dalam surat Al-Kahfi (QS 18: 60 – 82) tentang Nabi Khidir alaihissalam yang menjadi rujukan bagi Nabi Musa alaihissalam dengan berguru kepadanya. Ketika Nabi Khidir melubangi perahu yang dinaiki sehingga dapat menenggelamkan penumpangnya, adalah sebagai penjagaan Allah kepada orang-orang miskin yang bertakwa, supaya perahu mereka tidak dirampas oleh raja yang lalim.

Ketika Nabi Khidir membunuh seorang anak yang dikhawatirkan dewasanya kelak akan mengajak kedua orang tuanya yang beriman kepada kesesatan kekufuran adalah sebagai bentuk penjagaan Allah kepada orang tua yang beriman itu, supaya Allah memberi ganti bagi mereka dengan anak yang lebih baik dan lebih menyayangi orang tuanya.

Ketika Nabi Khidir menegakkan kembali dinding sebuah rumah di kota yang tidak mau menjamu mereka, sebagai penjagaan Allah bagi dua anak yatim yang ayahnya soleh. Karena di bawah rumah tersebut terdapat harta simpanan yang dapat mereka pergunakan apabila dewasa nanti.

Itulah di antara bentuk penjagaan Allah bagi orang-orang yang menjaga hak-hak Allah. Hak untuk diimani dan diibadahi tanpa menyekutukan Dia dengan sesuatupun. Semoga Allah memperbaiki dan menerima amal ibadah kita di bulan Ramadan.

(disarikan dari tausiyah Ustadz Syamsul Albuthoniy hafizhahullah pada kultum ifthar di Masjid Al-Urwatul Wutsqa, Komplek Taman Ventura Indah, Depok)

[1] “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” [QS Ali Imran, 3: 14]

[2] “Siapa yang terbunuh karena membela agamanya, maka ia dianggap mati syahid, dan siapa yang terbunuh karena membela darahnya, maka ia dianggap mati syahid, dan siapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia dianggap mati syahid, dan siapa yang terbunuh karena membela keluarganya, maka ia dianggap mati syahid.” [HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah]


memurnikan niat dalam ibadah

21 Juli, 2012

Dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah di dalam kitab Shahih-nya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam bersabda yang artinya bahwa yang pertama kali diadili di pengadilan Allah Yang Mahaadil adalah tiga orang. Orang pertama adalah yang berjihad dengan penuh keberanian dan mati di jalan Allah. Kemudian dihadapkan kepadanya segala nikmat yang Allah berikan kepadanya dan ditanyakan kepada orang tersebut mengapa ia beramal sedemikian itu. Orang itu menjawab bahwa amalan jihadnya adalah karena Allah semata. Namun Allah mendustakannya dan menguakkan bahwa ia berjuang sepenuh tenaga dan keberanian hanya untuk dikatakan oleh orang sebagai pemberani dan pahlawan yang mati syahid. Kemudian orang tersebut di seret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke dalam neraka.

Adapun orang yang kedua adalah orang yang belajar agama dengan sungguh-sungguh, mempelajari Alquran dan mengajarkannya. Ketika ditanyakan mengapa ia beramal demikian, dijawabnya karena Allah semata. Namun Allah mendustakannya dan menampakkan bahwa ia ingin dikatakan oleh manusia sebagai orang yang berilmu. Kemudian orang tersebut di seret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke dalam neraka.

Orang yang ketiga adalah orang yang diberi nikmat kelebihan harta yang ia belanjakan hartanya di jalan Allah. Ketika ditanyakan mengapa ia beramal demikian, dijawabnya karena Allah semata. Namun Allah mendustakannya dan menunjukkan bahwa orang itu ingin disebut-sebut manusia sebagai orang yang dermawan. Kemudian orang tersebut di seret dengan muka telungkup dan dilemparkan ke dalam neraka.

Kita mengetahui bahwa amalan yang dilakukan oleh ketiga orang tersebut adalah amal yang utama, paling tinggi dan mulia: berjihad di jalan Allah, mempelajari dan mengajarkan Alquran, dan mendermakan harta di jalan Allah. Namun justru karena amalan tersebut menyebabkan ketiganya masuk neraka. Inilah yang dinamakan dengan riya’, sebuah bentuk kesyirikan dalam beramal hanya untuk mendapat pujian dan penghargaan manusia. Padahal kita disuruh untuk memurnikan ketaatan dalam ibadah kita kepada Allah semata.

Allah menyegerakan harapan-harapan duniawi seorang hamba jika ia menginginkannya dan Allah tidak mengurangi sedikitpun apa yang diharapkannya. Tetapi hendaklah ia waspada karena bisa jadi sama sekali  tidak ada baginya bagian di akhirat. Oleh karenanya, mumpung masih di awal Ramadan, bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan Allah, bulan yang dilipatgandakan balasan setiap amal kebajikan, alangkah baiknya jika kita melepaskannya dari segala bentuk riya’ dan memurnikan niat dalam ibadah kita hanya untuk Allah semata. Semoga Allah memberkahi dan menerima amal ibadah Ramadan kita.

[disarikan dari taujihat Ustadz Ayub Abu Ayub hafizhahullah pada kultum tarawih Masjid Al’Urwatul Wutsqa, Komplek Taman Ventura Indah, Depok]


akuarium planet – 3

11 Juli, 2012

Kenangan masa kecil dahulu di ruang pertunjukan Planetarium tidak mampu diwujudkan kembali ketika memasukinya bersama anak-anak pada liburan yang lalu. Naratornya yang dahulu kocak dan mampu menghidupkan suasana sudah berganti dengan narator yang textbook dan sekadarnya saja. Laser pointer menjadi alat bantu yang mengganggu kenyamanan menikmati suasana malam buatan. Kehadiran mantan planet kesembilan dan kemunculan pesawat antariksa USS Enterprise dari episode awal film seri StarTrek menunjukkan bahwa program pertunjukan tidak diperbarui selama lebih dari 20 tahun.

Pembelaan paham heliosentris dan upaya penguburan paham geosentris masih dipertahankan. Padahal hingga saat ini belum terbukti secara empiris bahwa paham heliosentris adalah kebenaran dibandingkan paham geosentris. Kebenaran tersebut masih berupa bukti secara teoretis. Banyak pertanyaan yang belum dapat dipenuhi oleh paham heliosentris dipaksakan untuk diterima secara logika. Di antaranya masalah rotasi (perputaran pada porosnya) bumi yang menyebabkan pergantian malam dan siang, revolusi bumi terhadap matahari yang menyebabkan perjalanan satu tahun, penampakan 13 rasi bintang dalam satu tahun untuk menunjukkan 12 bulan pada kalender matahari.

Bagaimanapun pengetahuan mengenai benda-benda luar angkasa tetap diperlukan sebagai tambahan ilmu yang seharusnya digunakan dalam mendukung kehidupan manusia seperti penunjuk arah, musim bercocok tanam dan terutama penunjang peribadatan kepada Allah (penentuan waktu untuk shalat, puasa dan haji).

Sebagaimana merujuk kepada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Albukhari rahimahullah di dalam kitab Shahih-nya, bahwa Abu Qatadah radiyallahu anhu menyebut ayat Allah yang artinya, “Dan kami hiasi langit yang terdekat dengan pelita-pelita,” lalu menjelaskan, “Bahwa penciptaan bintang-bintang  adalah untuk tiga tujuan, yaitu sebagai penghias langit, sebagai misil untuk melempari setan-setan, dan sebagai petunjuk arah bagi musafir. Maka, barangsiapa yang mencoba mencari-cari penafsiran lain, dia akan tersesat, upayanya sia-sia, dan memberatkan dirinya dengan sesuatu yang berada di luar jangkauan pengetahuannya yang terbatas.”

[selesai]


kaidah dalam bertauhid

2 April, 2010

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ

QS Al-Bayyinah, 98: 5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.

Telah diketahui bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia adalah dalam rangka beribadah kepada Allah, dan tujuan diutusnya para Nabi dan Rasul ke tengah-tengah manusia adalah supaya manusia mengenal Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah tanpa mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun dalam peribadatan.

Baca entri selengkapnya »


ruwatan politik

20 Maret, 2010

ru·wat·an n upacara membebaskan orang dr nasib buruk yg akan menimpa

Dalam ranah tradisi Jawa, ruwatan, sebagaimana didefinisikan dalam KBBI seperti di atas, dilakukan pada orang dengan ciri-ciri dan syarat-syarat tertentu, seperti anak tunggal, anak tengah, anak kembar, dll, dengan tujuan membebaskan mereka dari pengaruh Batara Kala atau nasib buruk yang akan menimpa kemudian memulihkan kembali kepada keadaan semula yang lebih baik (recovery). Upacara ruwatan dilaksanakan dengan ritual tertentu diikuti dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Pada pertunjukan tersebut, lakon yang dibawakan sang dalang berisikan petuah dan nasihat supaya penonton, terutama yang diruwat, mengambil manfaatnya dan dapat melaksanakan kebaikan yang dicontohkan.

Golkar, sebagai pemain politik lawas dan langgeng di Indonesia, di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie pada beberapa hari lalu  menggelar ruwatan dalam rangka memulihkan kondisi partai tersebut dari cabaran yang menimpa sekaligus memperingati maulid Nabi.

Dari sudut pandang Islam, sebagaimana dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ada beberapa hal yang membuat upacara ruwatan menjadi cacat syariat:

  1. Maulid Nabi merupakan upacara yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya radliyallahu anhum.
  2. Ruwatan bukanlah budaya yang berasal dari Islam,  hanya berdasarkan persangkaan belaka.* Bahkan banyak mengandung kesyirikan walaupun dibungkus se-islami mungkin.

Bagaimanakah contoh yang benar dalam menghindari nasib buruk? Tentu saja jawabnya adalah memurnikan tauhid kepada Allah dengan berpedoman kepada Alquran dan Sunnah sebagai sumber hukum utama ibadah manusia.

* Analogi yang digunakan oleh Al-Zastrow yaitu mengambil tawaf sebagai budaya jahiliyah yang diadopsi oleh Nabi adalah sangat tidak tepat. Tawaf adalah ibadah yang dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim dan para Nabi alaihimus salam sebelumnya yang diperintahkan oleh Allah untuk berhaji. Adapun orang-orang jahiliyah yang bertawaf kepada berhala-berhala mereka adalah karena jauhnya mereka dari syariat Nabi Ibrahim. Kedatangan Nabi Muhammad adalah untuk memurnikan kembali peribadatan kepada Allah.


to love is to follow

27 Februari, 2010

Allah has created everything that exists in nature with a sense of love, including the man who has made as caliph, bearers of trust on earth. So the love of Allah to man, He did not allow us to live without purpose and without guidance. Human beings were not created by Allah but to serve Him [1] by purifying worship without associate with Him in worship of any kind[2].

However, can not be denied that some people worship their own way and think that Allah will accept their worship[3]. They argue that the love is the religion itself, even Allah is the love, so they replenish themselves with love it is it. Though there is no reason for anyone who claims to love, except to follow what is desired by the beloved.

Consequence of the love of Allah requires us to follow the Prophet as the Messenger in all goodness, faith, tawadhu’, and humble ourselves, thus all the sins we have done will be forgiven[4]. And whoever loves the Prophet, is mandatory for him to accept all guidances given by the Prophet, indeed it is really the best guidance. Among the evidence to follow the Prophet is believed that what was conveyed by him solely from Allah and the Prophet is not lying, reducing or adding to the words of Allah.

Then, with adherence to his commands, away from what he forbids, worship by following the Sunnah and avoid heresy as the worst case and an error that can lead us to Hell. In addition, a sign of devotion to the Prophet should be realized by sending Salawat as a tribute to him when his name is called, whether in prayer or on other occasions[5].

That’s what true love should be addressed to Allah and the Prophet.

[1] QS 51:56. “And I (Allah) created not the jinns and humans except they should worship Me (Alone).”

[2] QS 98:5. “And they were commanded not, but that they should worship Allah, and worship none but Him Alone (abstaining from ascribing partners to Him), and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat) and give Zakat: and that is the right religion.”

[3] QS 2:165. “And of mankind are some who take (for worship) others besides Allah as rivals (to Allah). They love them as they love Allah. But those who believe, love Allah more (than anything else). If only, those who do wrong could see, when they will see the torment, that all power belongs to Allah and that Allah is Severe in punishment.”

[4] QS 3:31. Say (O Muhammad SAW to mankind): “If you (really) love Allah then follow me (i.e. accept Islamic Monotheism, follow the Qur’an and the Sunnah), Allah will love you and forgive you of your sins. And Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.”

[5] QS 33:56. “Allah sends His Salawat (Graces, Honours, Blessings, Mercy, etc.) on the Prophet (Muhammad SAW) and also His angels too (ask Allah to bless and forgive him). O you who believe! Send your Salawat on (ask Allah to bless) him (Muhammad SAW), and (you should) greet (salute) him with the Islamic way of greeting (salutation i.e. As-Salamu ‘Alaikum).”


agar qurban lebih bermanfaat

15 Desember, 2006

Tidak boleh dilupakan oleh kita bahwa qurban sebagai sebuah bentuk peribadatan umat Islam telah mengalami transformasi sejak jaman Nabi Adam as. hingga sempurna pada masa Nabi Muhammad saw. Dengan berqurban, manusia membuktikan ketaatannya kepada perintah Allah swt. sebagai Sang Pencipta. Dengan begitu, upacara qurban sendiri harus merujuk kepada ketentuan yang Allah dan Rasul-Nya tunjukkan kepada kita.

Selama bertahun-tahun, kita mengalami hari raya qurban yang begitu-begitu saja, datang ke panitia qurban dengan menuntun kambing atau sapi, kemudian disembelih dengan nama Allah dan takbir, dagingnya dibagi-bagikan kepada para tetangga dan orang-orang miskin. Namun sadarkah kita bahwa seiring waktu kondisi di sekitar kita telah membaik, sehingga tanpa kita sadari, hari raya adha kini menjadi pesta bagi orang-orang yang mampu? Sementara itu jauh dari tempat kita berada, di desa, di pelosok, di daerah bencana, di daerah yang kekurangan, makan daging kambing atau sapi sudah seperti menikmati hidangan surga?

Alhamdulillah, sejak hadirnya LSM keislaman yang tepercaya, qurban menjadi lebih bermanfaat dan lebih bermakna. Qurban tidak hanya dinikmati oleh orang-orang mampu, orang-orang kota, tetapi sampai ke desa, ke daerah bencana, ke daerah yang membutuhkan. Sebut saja program Tebar Hewan Kurban dari Dompet Dhuafa, Sebar Qurban Nusantara dari PKPU, dan SuperQurban dari Rumah Zakat Indonesia menawarkan asas kemanfaatan dari qurban kita. Bahkan RZI memberikan kemudahan baru membayar qurban dengan kartu kredit dan memaketkannya dalam bentuk kornet agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih panjang.

Kemanapun kita berqurban, ingat selalu NIATKAN SEMATA KARENA ALLAH. Selamat berqurban!


bila lelah

8 Juni, 2004

tubuh memiliki hak yang harus kita penuhi, seperti halnya kita meminta hak kita kepada orang lain, tubuh berhak atas makanan dan minuman yang baik dan menyehatkan, berhak atas excercise untuk kesegaran jasmani, berhak atas istirahat yang cukup, berhak atas perawatan diri yang baik, berhak atas ibadah yang benar.

jika hak-hak tubuh itu tidak kita penuhi, akan muncul permasalahan-permasalahan yang merepotkan kita, dan mengganggu aktivitas keseharian kita. salah makan bisa bikin perut bermasalah, merokok dan alkohol membuat fungsi organ menjadi cacat, tidak berolahraga membuat kita malas dan kekurangan oksigen, minim istirahat membuat tubuh kelelahan, tidak dirawat membuat penampilan buruk, tidak beribadah membuat kita kehilangan pegangan yang hakiki.

kenali dirimu sendiri agar kamu dapat memperlakukan dirimu dengan baik

ada sebuah jam dalam tubuh kita yang berfungsi mengingatkan kita saat-saat untuk memenuhi hak-hak tubuh. ia berdentang beberapa kali untuk masing-masing hak. apabila kita tidak segera memenuhi haknya, ia akan berdentang lebih keras lagi. bila kita melalaikannya, jam tersebut memberikan toleransi kepada jadwal tertentu seperti harian, mingguan, atau bulanan bahkan tahunan.

seperti layaknya jam mekanik, jam di dalam tubuh memiliki siklus. memiliki rentang waktu tertentu untuk setiap hak. ketika aktivitas eksternal kita mengabaikan peringatan jam tubuh, ia akan mengakumulasi persoalan dan meminta hak-hak secara sekaligus pada batas jatuh tempo. saat itulah kita membutuhkan istirahat…


%d blogger menyukai ini: