meneladani nabi Ibrahim

6 November, 2011

Selalu setiap hari raya Idul Adha kita diperingatkan tentang nabi Ibrahim alaihisalam dalam hal ketaatan kepada Allah atas perintah berkurban dan kesabaran putra satu-satunya yaitu nabi Ismail alaihisalam. Namun perlu juga kita ketahui bahwa pengurbanan keduanya tidaklah sempurna tanpa dilandasi tauhid, pengesaan terhadap Allah semata dalam peribadatan kepadanya dan berserah diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pencipta alam semesta dan satu-satunya yang berhak diibadahi. Kita juga diingatkan tentang bagaimana meneladani nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail alaihimasalam, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasalam.

http://www.ziddu.com/download/17413838/PV_KhutbahIdulAdha_UstSofyanRuray.mp3.html


muslim in China – 6

8 Desember, 2010

Idul Adha is one of muslim feasts that took place on the tenth day until the thirteenth day of month Dzulhijjah. After took a congregation prayer, wealthy people of muslim slaughter the cattles (such as cow, bull, sheep and goat) for their meat distributed to the poor and some are presented to the family. Among Chinese muslims, many events were held to celebrate the day. In an Arabic-language television shows covering other forms of events organized to celebrate Eid al-Adha, there was a celebration dinner to the accompaniment of dances from the countries of origin of Chinese muslims combined with middle eastern dance.

But the fact which makes me more amazed was the television channel I was watching: China Central Television (CCTV-العربية) that provide Arabic language broadcasting services to reach more than 300 million Arabic-speaking audiences. Even though my Arabic language skills are minimal, but I was feels more comfortable to watch Arabic-language after listening to mandarin conversations mixed with english all the day.


muslim in China – 5

8 Desember, 2010

Shopping at Ikea, Dalian was spending much time. We almost forgot to eat until our tummy were rumbling. But first, we need to find the Dalian Mosque in Beijing Street, near People’s Square, Dalian, and took day prayer there. The mosque was built in 1922. At the time of Cultural Revolution happened in China until 1979, all of worship building for any religion include this mosque did not operate.

In the courtyard there are several holes that had been prepared for the slaughter of the cattles. And there is  a wall inscribed with a verse of the Qur’an which reads: “And hold firmly to the rope of Allah all together and do not become divided.”

你們當全體堅持真主的繩索,不要自己分裂。

We met Imam Hajj Yusuf as the master of the mosque, he invited us to come to the mosque at 9 a.m. in the next day for Idul Adha prayer. After had a light chat with him, we say goodbye to him, and went for late lunch at Alabo Dalian Minzu Restaurant which laid just the next building to the mosque. This restaurant managed by Chinese muslim, serving meals in mediteranian style. We feel very relieved and satisfied eating at this restaurant because it guarantees provided halal cuisine.


hari raya haji tahun ini

21 Desember, 2007

makna hari raya haji tak sekedar sate dan gulai serta ketupat yang melengkapi suasana kumpul keluarga. hampir setiap hari raya baik itu hari raya puasa (idul fitri) maupun hari raya haji (idul adha) rumah mama jadi tempat kumpul adik-adik mama dan bapak. bakar sate, masak gulai serta ketupat sayur adalah hal yang lumrah saat hari raya qurban. namun tidak dengan tahun ini, ketika mama dan bapak sedang menunaikan ibadah haji di mekkah, tak ada kumpul keluarga yang meramaikan hari raya.

praktis ketupat sayur dan ayam goreng hanya dinikmati oleh andi-citra-raka, nug, dana dan bude asih (kakak pertama mama yang tetap melajang sampai saat ini). 2 kantung daging sapi jatah qurban mengeram di dalam freezer yang menanti untuk dimasak rendang, terpaksa menambah masa penantiannya untuk dimasak atau diteruskan kepada orang lain.

anak mama cuma dua, andi dan nug. andi sudah berkeluarga dan tinggal terpisah hanya sesekali berkunjung ke rumah mama. nug sudah bekerja dan tinggal di kos-kosan dekat tepat kerjanya. rumah hanya dirawat oleh bibi yang datang setiap hari. untunglah ada dana, sepupu kami yang bekerja di klinik, yang bersedia menempati rumah sekalian ia menghemat daripada harus ngekos. bude asih hanya datang sesekali di akhir pekan atau hari libur.

tanpa kehadiran mama dan bapak, terasa sekali kekurangannya. cerewetan mama tak terganti walau cerewetan bude kerap terdengar. atau gelak tawa bapak ketika bermain dengan raka, cucu pertamanya – anak kami, tak terpenuhkan walau raka tak memilih bercanda dengan siapa saja. belum lagi tanpa kehadiran sanak saudara, menambah sepi dan rindu kebersamaan.

inilah yang jadi pengorbanan kami pada hari raya haji tahun ini. hanya doa terpanjat semoga mama dan bapak kembali dengan sehat wal afiat dan mendapat haji mabrur yang pahalanya surga serta harapan semoga keluarga kami dapat merasakan lagi ramainya kebersamaan di hari raya dan hari-hari lainnya di dunia dan di akhirat kelak.

taqobbal Allahu minna wa minkum – semoga Allah menerima ibadah dari kami dan dari anda. Amin.


%d blogger menyukai ini: