pengampunan

17 Oktober, 2016

​Abu Bakar Ash-Shidiq murka begitu tahu ada di antara kerabatnya yg turut andil dalam penyebaran kisah bohong yg menimpa putrinya, Aisyah Ash-Shidiqah, istri Rasulullah s.a.w. sehingga beliau bersumpah untuk menghentikan santunan yg rutin diberikan kepada kerabatnya itu. 
Kemudian Allah s.w.t. menurunkan ayat Alquran surat Annuur: 22, sehingga Abu Bakar membatalkan sumpahnya dan tetap menyantuni kerabatnya demi mengharap ampunan Allah.
Kebanyakan orang bereaksi seperti reaksi pertama Abu Bakar. Tidak sudi lagi menafkahi orang yg mengkhianatinya. Hanya sedikit orang yang bereaksi seperti reaksi kedua Abu Bakar. Mengampuni orang yg mengkhianatinya demi mengharap ampunan Allah.
Inilah dermawan yg sebenarnya. Memberi tanpa harap kembali. Namun jadi sasaran empuk bagi orang2 yg suka mengkhianati. Sang dermawan akan tetap mendapat pahalanya, sedangkan si pengkhianat akan tetap mendapat dosanya.
@ndi, 16011438


tentang buruk sangka

23 Februari, 2015

Pernah dengar kisah Haditsul Ifki? Tentang Bunda Aisyah radiyallahu anha dipergunjingkan, sehingga Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat-ayatNya untuk menyucikan beliau dari tuduhan jahat.

Kisah itu menunjukkan betapa besar potensi buruk sangka di dalam umat ini. Padahal ketika itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam masih berada di antara mereka.

Apalagi di saat ini, sepeninggal beliau, masanya fitnah merebak merajalela. Alangkah baiknya jika kita mampu menjaga lisan dan tingkah laku kita dari membuka pintu bagi buruknya persangkaan orang lain kepada kita.

View on Path


%d blogger menyukai ini: