wi-fi di rumah

8 Januari, 2013

Terbiasa dengan lingkungan nirkabel untuk koneksi internet di rumah, maka setiap kali mengganti penyedia layanan internet (ISP), setiap saat pula harus setting ulang modem dan wifi router, dan setiap saat pula harus mengalami kerepotan gara-gara lupa setting. Memiliki modem dan wifi router yang terpisah, membuat saya harus mengingat berbagai prosedur, membuka kembali user guide, dan mensinkronisasi keduanya dengan pc atau laptop. Tak dapat dihindari menghubungi layanan pelanggan ISP untuk menanyakan beberapa setting dasar. Namun harus siap-siap menghadapi penolakan karena alat yang kita gunakan berbeda dengan yang disediakan oleh ISP tersebut.

sketsa gambar sambungan wi-fi

Berbekal beberapa kerepotan berikut tips sederhana yang saya catat:

  1. Selalu menyambung modem dan router dalam keadaan mati ke pc atau laptop. Menyambung dalam keadaan hidup masih dimungkinkan namun sinkronisasi seketika menadi jauh lebih lambat.
  2. Setiap ISP memiliki alamat IP yang berbeda dan mungkin juga alamat DNS yang berbeda juga. Pastikan agar kita memasukkan data yang tepat.
  3. Apabila menggunakan modem dan router yang terpisah, amat disarankan untuk mengganti alamat IP pada router supaya menghindari conflict dengan modem yang memiliki IP default yang sama.
  4. Pasang security pada wifi (minimal password) untuk menghindari numpang akses dari luar rumah.
  5. Selalu baca user guide, usahakan bertanya kepada layanan pelanggan, dan googling jika tidak mendapat jawaban yang pas.

antara groovia dan rainbow

8 Januari, 2013

Gara-gara modem dan decoder groovia kesambar petir di bulan Oktober 2012 lalu, ditambah gejala kecanduan Disney Junior dan Nickelodeon pada anak-anak, kami memutuskan untuk stop langganan paket prima (IPTV, Speedy dan Telepon Rumah hanya Rp275 ribu/bulan plus pulsa telepon) kemudian kembali kepada koneksi internet Speedy saja yang katanya lebih stabil. Ternyata benar, tanpa groovia koneksi Speedy terasa jauh lebih cepat karena jalurnya tidak dibagi dengan si IPTV, walaupun hanya mengambil paket kecepatan 384 kbps (Rp99 ribu/bulan).

Belum ada sebulan balik ke Speedy, ada agen Firstmedia datang menawarkan paket Combo Rainbow Plus yang memadukan antara home cable dengan koneksi internet hingga 512 kbps hanya Rp45 ribu/bulan. Tertarik dengan tawaran kecepatan lebih tinggi dan biaya lebih murah, akhirnya kami pun memasangnya. Namun karena dalam taraf percobaan kami tidak memutus Speedy, sebagai cadangan.

Sejak awal pemasangan kami sudah merasakan perbedaan yang sangat signifikan. Dalam hal siaran TV, groovia membuka semua channel, sedangkan Rainbow hanya membuka 21 siaran lokal plus sedikit siaran mancanegara. Untunglah siaran untuk anak-anak hanya D-Kids dan Jimjam yang menurut kami lebih positif bagi anak-anak. Dengan fitur TV yang terbatas, interaksi sesama anggota keluarga menjadi lebih baik.

Sedangkan dalam hal koneksi internet kecepatan Fastnet pada Rainbow terasa lebih lambat daripada Speedy pada groovia. Fastnet pada Rainbow menawarkan kecepatan unduh hingga 512 kbps tetapi kecepatan unggah hanya 110 kpbs. Sedangkan Speedy yang menawarkan kecepatan unduh dan unggah hanya 384 kbps mampu memberikan kinerja yang lebih stabil bahkan sering memberi lebih.

hasil uji kecepatan fastnet 512 kbps

hasil uji kecepatan speedy 384 kbps

Pada awalnya koneksi Fastnet pada Rainbow ini menguntungkan karena anak-anak dipaksa mengurangi aktivitas bermain game online. Lama kelamaan, koneksi yang tidak stabil bikin kesal istri yang menggunakan aktivitas internet untuk berjualan online. Sehingga saya pun kembali menyambungkan Speedy yang menganggur selama sebulan lebih.


no facebook please

22 November, 2010

“According to local government regulation, facebook, twitter and other social networking is not allowed and disabled from our internet service.” It is stated when you click a user agreement during your use of internet services at Shangri-La Hotel Kerry Centre, Beijing and Shangri-La Hotel Dalian in China. Also in public internet such as airport and wi-fi spots. And so does at The Peninsula Palace Hotel, Beijing. Almost at every internet spot do not allow access to that kind of pages. Even accessing wordpress is disabled. This kind of policy made me wonder if facebook, twitter, wordpress are harmful or act as a threat to people of China? Or just as my company does, that those kind of pages are huge consumed of bandwith and never increase any productivity of the workers?


cobain XL 3G dengan HSDPA modem

22 November, 2007

hari ini pertama kalinya pake XL 3G dengan HSDPA modem… cepet banget ya? dibandingkan dengan wifone hiks… lagipula tuh barang udah kejual… yah hitung-hitung sedekah…:P

jatah dari XL 3G sih 1 GB, ini udah 40 menitan baru 14 MB, jatahnya masih banyak…yang jelas jauh lebih murah karena profil internetan citra kan bukan download mania, tapi browsing.

makasih buat mas andi yang dah mau modalin 🙂 makasih juga buat mas jonru yang udah rekomendasiin.


bahwa hidup bukanlah selebar layar monitor

3 Januari, 2007

Dahulu ketika IRC berjaya, hampir tiap hari chatting, bisa berjam-jam sampai mata perih dan lupa tidur. Kaget-kaget, tagihan telepon membengkak tiga ratus persen. Terpaksa menyisihkan uang saku buat bantu mama bayar telepon. Sampai sempat berseteru dengan ortu, ngga pulang ke rumah – di kos aja. Akhirnya dikejutkan dengan waktu kuliah yang sudah lewat tujuh semester. Hari-hari kemudian diisi oleh mencari bahan penulisan skripsi dan berjuang menyelesaikan kuliah dalam sembilan semester.

Kenalan dengan messenger dari yahoo maupun msn, belum lagi tertarik membuat website, serta menyelancari dunia milis membuat dunia internetku tetap berlanjut. Kadang-kadang terperosok dan menghabiskan waktu di situs-situs “dewasa” (saya kira justru itu situs “kekanak-kanakan”, karena orang dewasa kan harusnya tidak menghabiskan waktu untuk membuat atau menikmati situs tersebut, hehehe). Untunglah diselamatkan oleh modem yang tersambar petir, sehingga akses internet pun terhenti.

Pesawat ponsel yang mengakomodasi jaringan gprs masih mahal ketika promo gprs masih gratis. Ketika aku dapat membeli sebuah pesawat ponsel sederhana yang memiliki fasilitas gprs, promo itu sudah berubah menjadi bayar dua puluh lima ribu rupiah per bulannya. Bermodalkan kabel data seharga seratus ribuan, keasyikan berselancar pun kembali dijalani sampai dengan suatu waktu penyedia layanan gprs merubah tarifnya menjadi sepuluh rupiah per kilobyte data. Tagihan ponselku melewati angka satu juta rupiah!

Beruntunglah aku masih dapat mengakses internet selama delapan jam sehari di kantor, sehingga kekecewaanku akibat menutup langganan ponsel terobati. Blogging menjadi sarana yang baik untuk memulai kembali budaya menulis yang sudah lama tak kujalani. Dengan aktivitas internet belakangan itu telah mempereratkan aku kepada seseorang yang kini menjadi ibu dari anakku.

Blogging nyaris menjadi kebutuhan utama selain sandang-pangan-papan, di mana tertulis semua keseharian, buah pikiran serta rekaman gambar-gambar. Belum lagi ditambah dengan komentar-komentar pengunjung yang memranalakan situs blog kami pada situs blog mereka. Pertemanan di dunia maya selayaknya di dunia nyata, berbagi cerita dan pengalaman, menjadikan blogging pengobat kerinduan. Semua itu menjadi sebuah ketagihan yang “memaksa” diri untuk blogging setiap ada waktu.

Tersadar akan kenyataan di antara delapan jam waktu kerja hanya empat jam saja yang benar-benar bekerja, tetap tidak mengurungkan kesibukan blogging. Bahkan aktivitas internet pun bertambah menjadi moderator di berbagai milis, menanggapi tulisan dan membuat sanggahan, atau membuat “khutbah” pribadi. Seakan-akan “that’s the real job”. Dan kenyamanan itu sampai juga pada batasnya ketika mengetahui aktivitas blogging menjadi salah satu penyebab tingginya bandwith yang disediakan oleh kantor. Oleh administrator server, akses ke dunia blogging yang mengarah kepada chatting dan semua situs yang tidak relevan sama sekali dengan pekerjaan diblokir.

Dengan rasa sedih dan terpaksa dinyatakan, “blogging is temporarily suspended”.

Di depan monitor ini, kupalingkan wajah ke sisi lain meja kerjaku, di atasnya menumpuk dokumen-dokumen. Baik yang sudah selesai diproses maupun yang belum tersentuh sama sekali, bahkan melirik tarikhnya sudah lewat berminggu-minggu. Belum lagi menengok kolong meja yang juga terisi bertumpuk dokumen yang belum sempat dirapikan kembali. Tersentak aku kaget, “ternyata selama ini pekerjaanku hanya menyelesaikan yang mendesak saja”.

Kini, ketika blogging tidak lagi terlalu kebutuhan, aku bisa membenahi kembali kehidupan normalku. Pekerjaan yang kusia-siakan, masih saja memberikan aku pemasukan setiap bulannya yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah, Allah, yang selalu teringat ketika waktu salat sudah hampir berganti, masih mengaruniakanku kesempatan untuk teringat kepada-Nya dan mengingatkanku bahwa hidup bukanlah selebar layar monitor 🙂

[lesson on early january 2007]


Para Penipu di Internet

8 April, 2005

Setiawan, Panggah to ssr-klub

8 april 2005

Para penipu di internet

Ini adalah kisah yang sungguh-sungguh terjadi di Jordania. Seorang lelaki, berchating dengan seorag gadis yang sudah ngebet mendapatkan suami. Keduanya berchating ria mencari kesesuaian. Dari hasil chating, keduanya ternyata menemukan kecocokan untuk menjalin api yang panas. Apalagi sang lelaki mengaku sebentar lagi akan bercerai-berai dengan istinya. Lalu keduanya sepakat ketemu di suatu tempat, dengan ciri-ciri pakaian dll, seperti yang disepakati di chating.

Ketika keduanya ketemu, sang lelaki malah ngamuk-ngamuk, dan sang wanita mencak-mencak. Kenapa? Karena keduanya sudah lama saling kenal. Bukan itu saja, sang lelaki ternyata adalah suami si “gadis”, dan si gadis, tentu saja, istrinya si lelaki.

Itu adalah sebagian kisah yang sempat terekam media massa. Banyak lagi kisah lain yang tidak tercatat. Bagi anda yang sudah lama malang-melintang di dunia internet pasti sudah sering menerima email yang bermacam-macam isinya, seperti menang lotre, dapat warisan, lowongan kerja, kartu kredit dll.

Berikut adalah beberapa “subject” peniupan yang sering beredar di internet:

– Menang lotre

– Dapat warisan

– Kartu Kredit

– Lowongan kerja

– Mesin pembuat uang

– File Finder (247, FMD)

Modus-modus penipuan di atas juga beragam. Email yang mengabarkan anda menang lotre biasanya datang dari negri kincir angin, Belanda. Walaupun anda belum pernah beli 4D ala singapura atau Lotto atau sejenisnya, tiba-tiba anda dikirimi email yang menyuruh anda untuk mengklaim hadiah tsb. Nominal hadiahnya gak tanggung-tangung, bisa jutaan dollar.

Begitu juga personal email yang dikirim kepada anda, mengabarkan bahwa anda bisa dapat warisan jutaan dolar, kalau mau mengaku sebagai kerabat dari orang terkenal yang sudah wafat di daerah konflik, seperti negara-negara Afrika, menjanjikan imbalan sampai 50 persen. Malah sekarang bukan hanya para penipu dari Afrika yang mencatut nama-nama orang terkenal untuk menipu. Suha Arafat juga pernah kirim email ke saya, menceritakan “penderitaannya” di bawah tekanan Palestina, dan minta tolong saya membebaskan dirinya, dan jutaan dolar uangnya. Imbalannya, nanti saya dapat komisi yang tidak habis dimakan 70 turunan.

Selain dari “Suha Arafat” saya sendiri pernah beberapa kali “mengerjai” para penipu kreatif semacam itu. Beberapa kali saya dapat email dari sebuah negri di Afrika, yang secara mengharukan menceritakan bahwa keluarganya tewas dibantai musuh, atau tewas kecelakaan pesawat terbang. Sang penipu bilang bahwa dia perlu bantuan “ahli waris” orang asing untuk mencairkan kekayaan yang dimiliki si orang top tsb. Di email balasan saya pura-pura tertarik membantu dan mencantumkan alamat saya yang diminta, lengkap dengan no. HP saya.

Benar-benar penipu nekat. Ternyata dia langsung menelpon saya dari negri yang jauhnya ribuan kilometer itu. Saya pun dengan senang hati bertanya-jawab dg makhluk hitam itu. Sampai lama. Entah berapa ratus dolar dia habiskan guna menelepon saya. Saya sengaja melama-lamain conversation, kan tujuan saya “ngerjain” si penipu itu. Biar bengkak tagihan teleponnya.

Inti pembicaraan di telpon, dia minta secepat-cepatnya datang ke negrinya guna mengambil hak saya. Tentu saja, jarak yang jauh dan waktu, tak memungkinkan saya datang. Lalu dia tawarkan agar saya menghubungi notaris di negaranya sana, diberi kuasa mencairkan warisan saya. Saya setuju, tapi saya minta waktu 2-3 minggu. Mr. Columbus, demikian si penipu mengaku, keberatan karena terlalu lama. “Well, no option,” kata saya membela. Dia mafhum dan wanti-wanti (alert me) untuk tidak memberi tahu orang lain tentang deal-deal kami.

Ajaib, 3 minggu kemudian ternyata tawarannya masih berlaku, walaupun dia bilang buru-buru. Tapi dengan berbagai exuze, alasan, saya mengatakan duit belum terkumpul. Akhirnya tuntutannya mengendor. Dia minta berapa saja uang yang saya punya segera dikirimkan. Urgent, katanya. Mungkin sudah terlanjur habis ratusan dolar. Itung-itung balik modal, pikirnya. Saya pun setuju, akhirnya saya kirimi dia uang 5 dolar bergambar Osama bin Laden. Supaya cepat saya kirim lewat email.

Belum terdengar lagi kabar Mr. Columbus tsb, sampai sekarang, entah masih hidup atau kena serangan jantung.

Jangan percaya juga kalau anda mendapat email yang menawarkan kartu kredit. Melalui emailnya yang meyakinkan, dia mengatakan bahwa kartu kredit yang dia jual bisa menarik uang tunai sejuta sehari dari ATM bank tertentu. Harganya pun sangat murah, antara 250 ribu sampai 1juta. Dengan alasan keamanan, supaya pihak bank tidak bisa melacak kartu kreditnya, dia menyebar luaskan kartu itu dengan cara menjualnya.

Jangan percaya itu sebab, sampai sekarang belum ada teknologi yang bisa menjiplak kartu kredit seseorang lengkap dengan chip dan passwordnya. Apalagi kalau yang menjual menggunakan mediasi internet. 200 persen jangan percaya.

Kalau anda sudah lama menganggur, dan sudah melamar ke sana ke mari, tapi belum menampakkan hasil, coba cari lowongan di internet. Banyak sekali lowongan yang ditawarkan di internet. Tapi ingat, seperti juga di dunia nyata, di internet juga beredar calo-calo pencari mangsa. Mereka menawarkan kerja fantastis bergaji ribuan dollar. Tentu saja dengan syarat, anda harus mengirimkan sekedar “uang kopi” yang lumayan jumlahnya.

Ada juga penipuan yang sebenarnya bukan penipuan, seperti program “sharing file” antar computer. Program ini dipelopori oleh 247 dan FMD. Situs ini menawarkan suatu aplikasi bernama File Finder, di mana dengan aplikasi ini kita bisa mendownload / mengcopy ribuan, bahkn jutaan file, misal file movie (film), MP3 (music) dan program-program yang sulit didapat di pasaran. Tentu saja untuk mendapatkan aplikasi file finder, anda harus membayar, lewat kartu kredit, tentunya.

Tapi begitu anda telah membayar, dan menginstal file finder, anda tak akan menemukan satu judul filem pun! Absudrdnya, si pembuat file menyediakan trouble shooting yang sangat panjang lebar. Tapi ujung-ujungnya, anda tetap tak bisa memakai File Finder tsb. Kenapa? Karena program ini cara kerjanya sama saja “mencuri” file orang lain. Pertama dia mengendus (sniffing), lalu harus mengenal IP address orang, dan menyetujui sang pemilik IP mengijinkan filenya disharing. Mau curi file, tapi minta ijin dulu, biar gak dituntut. Itulah amerika. Pokoknya very-very complicated dah! Coba, ada nggak yang mau bagi-bagi file di sini?

Program semacam ini sepintas bukan penipuan, tapi setelah kita masuk, kita makin terjebak dalam jurang tak berdasar.

Begitulah modus operandi para penipu di internet, yang menawarkan warisan, menang lotre, dll. Mereka tak putus asa mengirim email bahkan menelepon, supaya terlihat meyakinkan. Tapi ciri-cirinya jelas, ujung-ujungnya minta dana agar kita bayar notaris fiktif.

Untuk memastikan bahwa suatu produk di internet bukan penipuan, pastikan situs itu mempunyai alamat yang jelas di dunia nyata, bukan cuma di www. Pastikan pula ada nomor telp yang bisa dihubungi. Kalau perlu selidiki dulu kepastian usahanya.

Ingat, Internet adalah makhluk liar yang lahir dari ilusi-ilusi otak manusia. Dia bermutasi dan berkembang biak sesukanya, ke mana dia mau, dan tak ada yang sanggup mengendalikan atau mengontrol, sekalipun FBI atau CIA.

Wassalam


UsahaTipuTipu.com

8 Februari, 2005

APAKAH ANDA INGIN BERPENGHASILAN Rp.X.XXX.XXX,-/ BULAN…?

PENGHASILAN ITU BISA ANDA CAPAI JIKA SAJA ANDA MAU MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU ANDA UNTUK MEMBACA INFORMASI SEDERHANA INI

“Benar-benar luar biasa, Uang di Rekening Bank Anda akan berlipat-lipat hanya dengan 1 bulan, DAN HANYA dengan 1X Membeli Produk Wajib dan 10X kegiatan promosi ”

Tapi tunggu dulu jika saja anda memesan produk informasi kami sebelum DAY, DD MM CCYY , kami beri potongan harga sebanyak XX% , jadi anda cukup membayar Rp.XXX.XXX,- untuk produk kami. Iya hanya dengan Rp.XXX.XXX,- saja anda berhak memiliki produk informasi kami untuk meraih penghasilan Rp.X.XXX.XXX,- setiap bulan.

Ingat Harga diatas sewaktu-waktu bisa berubah, oleh karena itu saya sarankan segera pesan produk kami 24 jam dari sekarang.

===

Pernah membaca hal seperti di atas? Saya begitu seringnya, bahkan dalam email yang masuk ke inbox saya seringkali tertulis di subject: “JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN INI!!! Baru launching 1 Februari 2005”

Ketika mendapat informasi seperti ini, hal pertama yang harus kita kritisi adalah: Apakah orang yang lebih dahulu ikut program ini akan menjadi yang paling untung sedangkan yang paling terakhir bergabung akan merugi?

Jika dijawab tidak ada kerugian sama sekali karena anda mendapatkan produk (walaupun tidak mendapatkan uangnya), pertanyaan selanjutnya adalah: apakah produknya benar-benar bermanfaat, atau produknya dapat dimanfaatkan untuk memanfaatkan orang lain???

Seringkali kita terlalu sering dijebak oleh kondisi piramida sistem seperti ini. Dan masuklah piramida sistem itu dalam rantai makanan, yang duluan akan memakan yang belakangan, dan yang paling belakangan ngga bisa makan apa-apa…

Penawaran semacam ini ibaratnya kita menawarkan kepada orang lain: “Eh mau ngga jadi kaya dengan nipu? Loe gabung dulu nanti gue ajarin cara nipu yang tokcer” dan semakin banyak orang bodoh yang akan tertipu.

***

mau jadi milyuner? baca buku-buku pengembangan diri dan cari ide di Bearbookstore.Com toko buku online no.1 di Indonesia, dan dapatkan 3 kunci sukses kekayaan hakiki di Milyuner.Com


%d blogger menyukai ini: