investasi huruf ba

10 Oktober, 2013

Bagi para pengusaha, return of investment (ROI) adalah tolok ukur pencapaian investasi yang diharapkan. Apabila sebuah investasi telah mencapai ROI pada saat itulah disebut breakeven point (BEP) atau balik modal. Ketika ROI sudah melampaui BEP, pengusaha tinggal menikmati keuntungan sampai habis usia produktivitas modal tersebut. Semakin tinggi BEP atau semakin lama balik modal maka risiko kerugian pun semakin besar. Sebaliknya, semakin rendah BEP atau semakin cepat pengembalian modalnya maka semakin kecil risiko kerugian. Oleh karena itu pemilihan investasi biasanya didasarkan kepada rendahnya BEP.

Kebanyakan pengusaha menginginkan untuk mendapatkan investasi dengan ROI setinggi-tingginya dan BEP (sekaligus risiko) serendah-rendahnya. Untuk mendapatkan hal tersebut hanya dengan cara-cara berikut: berinvestasi pada hal yang sudah pasti dan nyata hasilnya, menaikkan harga jual, atau menurunkan bahkan menghilangkan biaya tetap. Kenyataannya sangat sulit memperoleh kondisi ideal yang diinginkan.

Dalam ajaran Islam, setiap pemeluknya sangat dianjurkan menjadi umat yang cerdas, baik dalam urusan ibadah maupun urusan penghidupan. Sangat tidak diharapkan apabila seorang pemeluk Islam bekerja keras dalam kedua urusan tersebut namun tidak memperoleh pembayaran yang layak dan wajar apalagi merugi dunia dan akhirat. Oleh karenanya banyak sekali jenis perniagaan dan investasi yang ditawarkan oleh Allah bagi umat Islam yang menjanjikan ROI sangat tinggi dengan BEP dan risiko yang boleh dikatakan rendah. Risiko tersebut menjadi rendah hanya dengan 2 syarat: ikhlas karena Allah, dan mengikuti (ittiba) sunnah Rasulullah (sesuai pemahaman salafus salih).

Di antara jenis investasi yang ditawarkan adalah “investasi huruf ba”. Bagi kebanyakan orang huruf ba dianggap huruf biasa yang terdapat di dalam abjad arab. Namun hanya sebagian kecil yang menganggapnya luar biasa, apalagi memiliki ROI yang sangat luar biasa. Di dalam aktivitas kehidupan para pemeluk Islam, huruf ba ini diaplikasikan kepada banyak hal. Sebagai salah satu huruf dari huruf-huruf Alquran, apabila dibaca huruf ba bernilai 10 kebaikan.

Adalah kebiasaan umat Islam untuk membaca “bismillah” setiap kali mengawali aktivitasnya. Hal itu sangat dianjurkan dan menunjukkan kepasrahan kepada Allah. Apabila tidak ada huruf ba pada kalimat “bismillah” maka kalimat itu menjadi tidak berarti. Dalam sehari semalam, dapat dipastikan seorang muslim membaca kalimat “bismillah” minimal 22 kali. Angka itu diperoleh dari jumlah rakaat salat wajib karena membaca surat Al-Fatihah dan ketika memulai wudu. Sehingga jika ia memenuhi syarat, ia berhak memperoleh 220 kebaikan. Belum lagi jika dalam memulai aktivitas lainnya ia juga membacanya tentu akan lebih banyak kebaikan yang diterimanya.

Akan tetapi, investasi huruf ba tidak berakhir di sini. Allah juga menjanjikan bahwa siapapun yang memberi contoh kebaikan di dalam Islam, maka si pemberi contoh akan mendapatkan nilai kebaikan yang setara apabila contoh itu diamalkan oleh orang lain dan orang-orang setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka. Dengan kata lain apabila kalimat “bismillah” sebagai kalimat yang baik kita contohkan kepada orang lain, maka dari 1 orang yang mengamalkannya kita berhak mendapatkan minimal 220 kebaikan yang sama. Bagaimana kalau lebih dari 1 orang, tinggal dikalikan saja. Luar biasa! Duhai betapa beruntungnya para guru ngaji yang mengajarkan huruf ba.

Karena investasi huruf ba sudah jelas dan pasti hasilnya, jelas tinggi harga jualnya (nilai pahalanya) dan tidak membutuhkan biaya. Dapat dipastikan bahwa berinvestasi pada huruf ba, akan memperoleh ROI yang tinggi dan BEP (sekaligus risiko) yang rendah.

Namun, jangan berkecil hati jika kita tidak menjadi guru ngaji. Investasi terbesar bagi setiap orang tua adalah anak-anak yang dititipkan oleh Allah baik secara kandung, maupun secara asuh. Jika orang tua menginginkan bagian yang banyak pada investasi huruf ba, sangat dianjurkan untuk mulai mengajari anak-anaknya membaca huruf ba secara baik dan benar. Tentu dengan tetap memenuhi 2 syarat: ikhlas dan ittiba. Insya Allah mendapatkan ROI dan BEP yang diharapkan.


belum terlambat

29 Desember, 2010

Anda sempat membaca tulisan saya tentang naik gaji? Pada tulisan itu saya hanya ingin mengajak Anda kembali melihat bahwa gaji kita (jika beruntung mendapatkan majikan yang memahami time value of money) akan selalu berkejaran dengan inflasi. Kenaikan gaji setinggi apapun pada kenyataannya tetap tergerus oleh inflasi yang terus membubung. Maka untuk menyelamatkan kebuntungan karena salah menabung, perlu dibenahi lagi pilihan investasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi hari depan kita. It’s never too late to start 🙂


7 Langkah Menuju Kesuksesan Finansial

16 Mei, 2005

Halo, senang sekali dapat bertemu lagi …walaupun hanya lewat kata-kata hehehe, kali ini kita akan bahas tentang langkah apa yang harus kita tempuh untuk dapat mencapai kesuksesan finansial.

KEMBANGKAN RENCANA KEUANGAN

Perencanaan sangat besar artinya bagi kesehatan kondisi keuangan Anda. Buat daftar tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda. Dengan mengetahui tujuan-tujuan Anda, Anda dapat merumuskan cara untuk mencapainya, dan segera memulai langkah-langkah untuk mewujudkannya. Mungkin Anda berpikir ,”Gimana nanti aja deh…”. Coba Anda renungkan saat ini juga apakah kita akan memliki penghasilan seperti ini selamanya, dan apakah tujuan hidup kita akan tercapai begitu saja tanpa perencanaan yang jelas? Tampaknya gak mungkiiin deh….

TAATI BUDGET ANDA

Pas jam makan siang, Anda mampir ke ATM dan ingin mengambil uang 50,000 untuk makan siang di luar (sekali-kali gak di pantry lah…). Pada saat Anda lihat saldo yang tersisa ternyata tinggal 20,000!! Hei, kemana saja perginya uang Anda??

Ini semua kembali ke masalah budgeting. Sebisa mungkin monitor secara ketat pengeluaran Anda sehari-hari. Buatlah catatan, berapa banyak yang harus Anda alokasikan untuk keperluan bulanan, keperluan harian dan keperluan rekreasi atau hobby Anda.

Jangan lupa sisihkan jumlah uang yang tetap setiap bulannya untuk ditabung. Ingat!! Pay yourself first, bayar diri Anda dulu untuk tabungan Anda, masa depan Anda, sebelum uang penghasilan kita pakai untuk keperluan kita yang lain…Menyusun budget itu gampang….yang susah itu bagaimana menaatinya…hehehe

HIDUPLAH SESUAI KEMAMPUAN ANDA

Jangan biarkan gaya hidup melampaui penghasilan Anda. Apabila Anda naik gaji (Amiiiin), jangan biarkan pengeluaran Anda ikut naik juga, Justru tingkatkanlah jumlah tabungan Anda…Selalu pisahkan kebutuhan dan keinginan, Anda mungkin tidak akan sakit atau mati jika keinginan Anda tertunda bukan?? Tapi kebutuhan adalah hal yang harus sebisa mungkin dipenuhi tiap bulannya.

Tipsnya….pandai-pandailah memilih teman. Kalau kita berteman dengan perokok…bukan tidak mungkin ada budget tambahan untuk beli rokok. Jika berteman dengan seorang ‘shop-a-holic’ bisa jadi kita jadi beli sesuatu yang sebenarnya kita tidak perlukan….Intinya : KEEP ALL UNDER CONTROL

MENABUNGLAH !!!

Ingat, idealnya setiap orang mempunyai tabungan sebesar 2 – 4 kali lebih besar dari penghasilannya yang tidak boleh disentuh keuali dalam keadaan emergency. Mungkin saja mobil Anda rusak berat bersamaan dengan tanggal jatuh tempo pembayaran asuransi tahunan Anda. Di saat seperti ini…kerasa kan manfaat tabungannya.

Tipsnya…sisihkan 10% dari penghasilan Anda untuk ditabung sebaelum pengeluaran dan tagihan menanti. Jika tidak sanggup 10% bisa didapatkan dengan mengurangi ‘gaya hidup’ kita sebesar 10%. Susah?? Siapa bilang? Jika kita biasa makan dengan budget 10,000 sekali makan….apakah jika dikurangi 1,000 saja akan membuat Anda kelaparan? Hmm…

BEBASKAN DIRI DARI JERATAN HUTANG KARTU KREDIT

Kartu plastik ini memang godaan, seakan-akan kita memiliki uang lebih. Ingat bahwa kartu kredit bukanlah uang lebih!! Gunakan hanya di saat emergency dan bukan ketika Anda ingin membeli barang yang harganya di luar kemampuan Anda.

Tipsnya…memiliki 2 kartu kredit sudah sangat lebih dari cukup untuk Anda. Tapi 1 kartu saja sebenarnya sudah sangat cukup jika dapat digunakan secara bijak.

MEMILIKI PERLINDUNGAN KEUANGAN

Asuransi adalah bagian yang sangat penting dari sebuah perencaan keuangan Anda, dan memegang peranan utama dalam menjamin kepastian kondisi keuangan Anda di masa depan. Tentunya Anda tidak ingin sebuah bencana seperti insiden PJR di tol Jagorawi kemarin menghancurkan rencana masa depan Anda dan keluarga. Pertimbangkan kembali, apakah Anda telah memiliki proteksi yang cukup atas jiwa Anda, kesehatan, pendidikan, masa pensiun, mobil atau bahkan rumah Anda.

Sebuah fenomena menarik yang terjadi adalah orang Indonesia lebih bangga memiliki 3-4 kartu kredit, sementara di Jepang (katanya) orang justru memiliki 3-4 asuransi untuk dirinya. Di Indonesia banyak orang yang mengasuransikan rumahnya, mobilnya (karena masih kredit…hehehe), tapi tidak jiwanya (coba bayangkan siapa yang harus melunasi kredit mobil tersebut jika Anda meninggal)

BERINVESTASILAH

Jika memungkinkan, akan lebih ideal apabila di samping menabung dan mengikuti program asuransi, Anda juga dapat menyisihkan sejumlah dana untuk diinvestasikan.

Apabila Anda telah menjalankan empat saja dari tujuh hal di atas. Anda tengah berada di jalan menuju kesuksesan finansial. Namun, apabila Anda belum memulainya, tidak pernah ada kata terlambat.

Mulailah sekarang juga. Ingat bahwa ribuan langkahpun selalu dimalai dengan LANGKAH PERTAMA.

Salam Sukses

“The Financial Tips”

Kompleks Koperasi No.35 , Jl.Gatot Subroto (Sebelum PMI), Jakarta, DKI Jakarta 12780, INDONESIA

http://spreilutju.com/financialtips.html


PENGHASILAN TAK PERNAH CUKUP (BAG 3/3 – selesai)

9 Mei, 2005

Dikutip dari Danareksa.com

Jurus Ampuh Agar Penghasilan Kita Cukup
Setelah mengenal berbagai penyebab tidak cukupnya penghasilan kita, maka saatnyalah kita mencari obat penyembuhnya. Empat jurus ampuh berikut ini bisa di praktekkan untuk mengatasi penghasilan yang tidak pernah cukup, dan lebih dari itu bisa juga membantu anda mengembangkan dan menambah harta kekayaan anda.

Jurus Ampuh 1 : Mulailah Kebiasaan Berinvestasi
Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengalahkan inflasi, karena inflasi terjadi secara alami dan di luar kemauan kita. Inflasi selain bisa membuat kita defisit, juga bisa menggerogoti harta kekayaan kita jika tidak membuatnya berkembang biak ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi dari asumsi tingkat bunga inflasi.

Karena itu milikilah anggaran untuk investasi agar hasil keuntungan hasil investasi bisa menambah penghasilan kita. Mulailah dengan menghidupkan kebiasaan menabung sebesar minimal 10% dari penghasilan kita dan terus ditingkatkan jumlahnya sejalan dengan kenaikan penghasilan kita dan biasakanlah membayar tabungan kita dahulu sebelum membayar keperluan lainnya.

Jurus Ampuh 2 : Biasakan Untuk Membuat Anggaran Belanja Bulanan.
Tidak peduli berapapun penghasilan kita baik besar maupun kecil, memiliki anggaran belanja bulanan sangat penting karena akan membuat pengeluaran kita lebih terkendali. Kuncinya adalah membuat anggaran pengeluaran lebih kecil dari penghasilan, dan biasakan berbelanja hanya sebesar jumlah yang sudah dianggarkan saja. Dengan mematuhi anggaran yang kita buat sendiri, kita tetap bisa berbelanja tanpa mengalami defisit. Dengan anggaran juga kita bisa memilah mana pos pengeluaran wajib dan mana yang tidak wajib. Tidak perlu menghilangkan pengeluaran tidak wajib jika tidak mau, namun karena tidak wajib kita bisa lebih leluasa untuk menguranginya. Karena itu belajarlah untuk membedakan mana pengeluran yang wajib, mana yang tidak wajib, mana keinginan dan mana kebutuhan.

Jurus Ampuh 3 : Batasi Cicilan Hutang Bulanan
Kewajiban cicilan hutang bulanan seperti cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan barang kreditan, dan cicilan hutang kartu kredit, jika di total semuanya sebaiknya tidak melebihi 30 % dari penghasilan bulanan. Dengan demikian 70% sisanya dari penghasilan kita dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup lainnya dan juga investasi.

Semakin kecil porsi hutang kita ( kurang dari 30% ), maka akan semakin besar sisa penghasilan bulanan yang menganggur yang bisa dimasukkan ke investasi, sehingga akan semakin baik pula kondisi keuangan kita.

Jurus Ampuh ke 4 : Miliki Dana Cadangan
Untuk mengatasi pengeluaran yang tidak terduga dan tidak terencana, sebaiknya memang tidak mengambil dari gaji rutin anda. Sebab gaji rutin memang diperuntukkan untuk pengeluaran yang rutin juga. Sedangkan untuk pengeluaran tidak rutin, sebaiknya diambil dari Dana Cadangan. Dana cadangan ini bisa berbentuk sejumlah uang yang anda simpan direkening di bank, sehingga anda bisa mengambilnya dengan cepat saat terjadi keperluan mendadak. Bentuklah dana cadangan minimal tiga kali pengeluaran Anda perbulan.

Namun jika penghasilan anda tidak rutin atau penghasilan anda belum stabil maka sebaiknya dana cadangan yang dibentuk lebih besar lagi, misalnya 6 kali pengeluaran keluarga per bulan. Jika saat ini andasudah memiliki sejumlah dana tertentu sesuai dengan kebutuhan jumlah minimal Dana Cadangan maka pisahkan dana ini ke dalam sebuah rekening tersendiri. Jika andasama sekali tidak mempunyai simpanan uang tunai, maka segeralah berusaha menyisihkan minimal 10% secara rutin setiap bulannya dari gaji anda.

Jika sudah tercapai sejumlah Dana Cadangan yang ditargetkan, maka anda bisa berhenti membentuk Dana Cadangan, dan kegiatan setoran rutin tabungan tadi bisa dialihkan ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi. Jika sewaktu-waktu Dana Cadangan terpakai, maka segeralah isi kembali, sampai sejumlah target Dana Cadangan nya tercapai.

OK, selamat berjurus ria!!
Salam Sukses


“The Financial Tips”
Kompleks Koperasi No.35 , Jl.Gatot Subroto (Sebelum PMI), Jakarta,
DKI Jakarta 12780, INDONESIA

http://spreilutju.com/financialtips.html


%d blogger menyukai ini: