lemari buku

14 November, 2016

“Sebaik-baik teman duduk adalah buku”, begitu kiranya pepatah arab mengatakan. Alhamdulillah buku-buku bermanfaat yang berada di rak buku saya telah mendampingi saya dalam memelajari agama Islam, baik melalui majelis taklim, siaran radio, maupun siaran dalam jaringan. Buku-buku itu telah hadir melengkapi hari-hari saya dengan ilmu.

Menjadi kebahagiaan kiranya jika ilmu itu bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang-orang di sekitar kita.

Atas kemudahan dari Allah, melalui blog almarikitab.wordpress.com saya membagikan halaman demi halaman buku-buku yang saya baca kepada Anda yang berminat untuk memelajari Islam dari hal-hal yang mendasar.


akhlak Islam

19 September, 2016

​ketika bunda Aisyah -semoga Allah meridainya- ditanya tentang bagaimanakah akhlak Rasulullah -sallallahu alaihi wasallam, maka  dijawab, “Akhlak beliau adalah Al-Quran”. diriwayatkan oleh Imam Muslim.

yang hilang dari kita adalah akhlak, agama menjadi formalitas, religiusitas sekadar status, knowledge sebagai justifikasi penghakiman. praktiknya pragmatis. gagal paham.

padahal, islam adalah jalan keselamatan, tentu bagi yang berkomitmen dan berupaya konsisten. 

sebagaimana nasihat Nabi kepada seseorang yang bertanya tentang Islam dalam satu kalimat pendek, “katakanlah aku telah beriman kepada Allah, kemudian istikamahlah.” diriwayatkan oleh Imam Muslim.

istikamah dapat dimulai dari pribadi muslim sebagai penganut Islam, perbaikan diri dan keluarga, lalu masyarakat. menjadikan muslim sebagai sebenar-benar keberserahan diri.

pemaksaan syariat pada umat yg belum siap dapat melahirkan pembangkangan dan pertikaian, minimal kemunafikan.

cukup bahagia tentunya melihat Islam hadir di tengah umat yg terus memperbaiki diri, dan bukan sebagai kendaraan hawa nafsu. semoga Allah mengaruniakan taufik.

@ndi, 17121437


belajar dari terorisme

18 Januari, 2016

Terorisme menurut bahasa adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan, terutama tujuan politik. Kata terorisme sendiri berasal dari bahasa Perancis yang mengacu secara khusus kepada aksi teror yang dilakukan oleh pemerintahan Perancis pada tahun 1793-1794.  Terorisme menjadi topik hangat kembali setelah beberapa peristiwa pengeboman. Aksi-aksi teror menyita perhatian publik di media massa maupun media sosial. Tidak sedikit yang menarik benang merahnya ke kaum muslim, walaupun tidak melulu, karena para pelaku teror itu kebanyakan beragama Islam.

Dari sisi ideologis, kebanyakan teroris meyakini bahwa pemerintah yang sah bukanlah ulil amri yang patut dipatuhi, yang boleh diperangi, karena dianggap kafir baik karena secara personal bukan muslim atau karena hukum yang dibuat bukan di atas dasar Kitab dan Sunnah. Adapun dari sisi ekonomi dan sosial, terorisme muncul di tengah keputusasaan dan hadir untuk memenuhi harapan. Terorisme berkembang sebagai reaksi atas masalah ketidakadilan, kesenjangan ekonomi, praktik korupsi, dan lahir dari sikap inferior yang ekstrem.

Di dalam sejarah Islam, pemikiran seperti ini berasal dari dua sumber: Dzul Khuwaishirah dan Abdullah bin Saba’. Diriwayatkan bahwa Dzul Khuwaishirah meragukan keadilan Rasulullah -sallallahu alaihi wasallam- dalam membagi ghanimah (harta rampasan perang). Para pengikutnya disebut sebagai Haruri atau lebih terkenal dengan istilah Khawarij. Pemberontakan besar mereka yang pertama telah menyebabkan terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan -radiyallahu anhu.

Adapun Abdullah bin Saba’ telah meramu pemikiran Khawarij ini, menempelkannya kepada sebuah golongan politis dan membungkusnya dalam sebuah akidah baru bernama Rafidhah alias Syiah. Kaum ini tidak mengakui kepemimpinan yang sah kecuali kepemimpinan dari kalangan mereka sendiri. Pemberontakan dan aksi-aksi teror berikutnya di dalam peradaban Islam pastilah dilakukan oleh kedua saudara kembar ini: Khawarij dan Syiah, atau oleh orang-orang yang teracuni oleh pemikiran mereka.

Ibarat tanaman, bibit terorisme tumbuh subur dalam lingkungan yang korup, mendapat pupuk dari pemikiran ekstrem, dan mendapat oksigen melalui publikasi media massa. Tidak dimungkiri pula adanya teror yang dilakukan dan sengaja dipelihara untuk memenuhi kepentingan dan untuk tujuan tertentu. Bagaimanapun terorisme memberikan pelajaran bahwa sikap bijak dalam beragama, menjaga persatuan dan memperjuangkan keadilan adalah hal-hal yang diperlukan untuk mengatasinya.


islam bukan dogma

9 Maret, 2015

bukan dogma

View on Path


pensiun almarhum bapak

6 Februari, 2015

Melalui PT. Taspen (Persero), Pemerintah memberikan uang duka wafat dan asuransi kematian kepada keluarga almarhum pensiunan PNS. Selain itu, masih menggaji almarhum bapak selama 4 bulan setelah wafat. Pada bulan ke-5 dan seterusnya ibu pun berhak atas gaji janda.

Fasilitas ini tentulah terinspirasi dari syariat Islam: masa duka janda ditinggal mati suaminya adalah 4 bulan 10 hari, serta anjuran berbuat baik kepada para janda. Masya Allah.

Semoga Allah ta’ala terus memberkati Pemerintah Republik Indonesia. Amin. – at PT. Taspen (Persero)

See on Path


islam yang paling baik

26 Desember, 2014

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga keselamatan atas Anda sekalian, beserta rahmat Allah dan keberkatan dari-Nya.

View on Path


mengelola depresi

12 Agustus, 2014

image

Berita kematian Robin Williams tidak dipungkiri memunculkan kesan sedih pada hati sebagian manusia. Aktor komedian berbakat yang telah menghibur jutaan orang di layar lebar itu ditemukan tewas di rumahnya.  Investigasi koroner menduga penyebab kematian adalah bunuh diri karena ditemukan bukti asfiksia [1]. Juru bicara media keluarganya mengatakan bahwa dia telah lama bertarung untuk mengatasi rasa tertekan [2]. Kematiannya yang tiba-tiba memunculkan begitu banyak tanda tanya. Bahkan ada yang mengatakan kematiannya adalah tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang penghibur hati banyak orang tidak mampu mengatasi depresi [3].

Bunuh diri dianggap sebagai kematian yang terkait dengan keyakinan. Bagaimana jika ternyata keyakinan itu salah? Sampai-sampai sebuah artikel di situs psikologi mengulas pelajaran yang dapat diambil dari kematian Robin Williams [4].

Bunuh diri menurut ajaran Islam adalah salah satu dari dosa-dosa besar. Tidaklah orang yang melakukannya kecuali ia telah berputus asa dari rahmat Allah. Padahal di antara ciri orang yang beriman adalah tidak berputus asa [5][6][7]. Allah juga telah berfirman, “Manusia tidak jemu-jemu memohon kebaikan. Dan kalau ia ditimpa kesusahan maka menjadilah ia seorang yang sangat berputus asa, lagi sangat nyata kesan putus harapnya (dari rahmat pertolongan Allah).” [8] Kesan putus harapan ini ditampakkan dengan melarikan diri kepada minuman keras dan obat-obatan, baik melalui resep dokter seperti anti-depresan maupun karena penyalahgunaan, sedangkan bunuh diri menjadi puncak keputusasaan.

Oleh karena itu, Rasulullah s.a.w. telah memberikan panduan bagi seorang muslim yang ditimpa kecemasan dan kesedihan dengan doa. Orang yang berdoa meyakini keberadaan Allah. Ia meyakini bahwa Allah pasti memiliki semua jawaban atas pertanyaan. Orang yang berdoa juga meyakini bahwa Allah pasti menguasai perbendaharaan untuk membebaskan dirinya dari kesusahan. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah s.a.w. adalah, “Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu daripada ditimpa kesusahan dan kedukaan, daripada kelemahan dan kemalasan, daripada kekikkiran dan rasa pengecut, dan daripada desakan berutang dan paksaan orang.” [9]

Semoga Allah menyelamatkan kita dari berputus asa.

***

[1] http://abcnews.go.com/Entertainment/actor-robin-williams-dead-63/story?id=24937522

[2] http://edition.cnn.com/2014/08/11/showbiz/robin-williams-dead/index.html

[3] http://edition.cnn.com/2014/08/11/opinion/seymour-robin-williams/index.html?hpt=op_t1

[4] http://www.psychologytoday.com/blog/science-and-sensibility/201408/what-can-we-learn-comedian-robin-williams-suicide?tr=MostViewed

[5] http://quran.com/12/87

[6] http://quran.com/29/23

[7] http://quran.com/39/53

[8] http://quran.com/41/49

[9] HR. Al-Bukhari 7/158


jangan coreng janggutmu

16 Maret, 2014

Diceritakan ada dua orang, salah satunya berjanggut dan bercelana cingkrang, memasuki sebuah rumah yang sedang dibangun. Mereka melihat-lihat ke dalam dan seperti mencocokkan sesuatu di dalam kertas yang mereka bawa dengan rumah tersebut. Dari dalam rumah, sedang beristirahat si empunya rumah dan para tukang yang sedang menikmati kopi dan cemilan. Melihat kedua orang tersebut, si empunya rumah menghampiri dan mengucapkan salam, “Assalamualaikum.” Tanpa mendapat jawaban, si empunya rumah mengulangi lagi salamnya lalu berkata, “Maaf, Anda siapa?” Kedua orang itu tidak memperhatikan pertanyaan malah terus sibuk dengan urusannya. Si empunya rumah bertanya kepada tukangnya perihal orang itu. Dikatakan mereka adalah pemilik tanah di seberang jalan yang sedang membangun pondasi. Maka si empunya rumah berkata, “Pak, adabnya kalau bertamu mengucapkan salam, walaupun rumah yang didatangi belum jadi. Dan kalau bapak mau mencontoh rumah ini, silakan saja difoto, biar tidak bolak-balik masuk sini tanpa izin.”

Si empunya rumah yang bercerita kepada saya tentang hal itu kemudian menyimpulkan, “Kok gitu ya, orang jenggotan dan celana cingkrang gak punya sopan santun?” Jlebb!!! Kita tidak bisa menyalahkan maupun membenarkan seratus persen pengambilan kesimpulan tersebut. Apalagi jika fakta yang membuktikannya. Akan tetapi hal itu menunjukkan bahwa masyarakat awam masih punya harapan bagi para pengamal sunah. Pemahaman yang cukup baik mengenai agama tidaklah menunjukkan apapun jika tanpa pengamalan dan penghayatan. Telah banyak ditulis dan diajarkan kitab adab oleh para ulama sebelum mereka mengajarkan ilmu. Oleh karena adab juga merupakan bagian dari sunah, maka hendaknya para pengamal sunah memerhatikannya dan berakhlak mulia, tidak mencoreng janggut dan celana cingkrangnya.


20 cara berbakti kepada orang tua

24 Februari, 2014

(disampaikan oleh Ust. Wira al-Bankawy di Sekolah Islam An-Nash, 23-04-1435)

1. Berbicaralah kepada mereka dengan lembut dan penuh adab. Tidak boleh membentak atau berkata kasar kepada orang tua.

2. Patuh kepada kedua orang tua di dalam kebaikan.

3. Selalu ramah dan tidak boleh cemberut kepada orang tua.

4. Membantu mereka di rumah tanpa harus diperintah.

5. Memenuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “ya bunda” atau “ya ayah”.

6. Belajar yang rajin dan tidak berbuat nakal atau tidak sopan di sekolah.

7. Menghormati dan memuliakan teman-teman orang tua.

8. Tidak membantah ucapan orag tua. Apabila orang tua keliru, berikanlah nasihat dengan santun dan lembut.

9. Apabila ingin bepergian, mintalah izin terlebih dahulu.

10. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam menyajikan.

11. Berilah hadiah kepada mereka, hadiah yang membuat mereka senang dan berseri.

12. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.

13. Tidak berbohong kepada mereka.

14. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya.

15. Jangan mencela mereka, jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.

16. Janganlah duduk di tempat yang lebih tinggi dari orang tua. Tidak boleh juga menjulurkan kaki di hadapan mereka.

17. Berdoalah selalu untuk kebaikan kedua orang tuamu.

18. Jangan mencela atau mengolok-olok orang tua teman-temanmu, karena mereka nantinya akan membalas dengan mengolok-olok orang tuamu.

19. Bahagiakanlah hati orang tuamu dengan menjadi anak yang salih dan berprestasi.

20. Apabila kalian besar nanti dan menjadi orang yang sukses, janganlah kalian sombong. Tetaplah merendahkan diri dan tidak melupakan jasa-jasa orang tua kalian.


investasi huruf ba

10 Oktober, 2013

Bagi para pengusaha, return of investment (ROI) adalah tolok ukur pencapaian investasi yang diharapkan. Apabila sebuah investasi telah mencapai ROI pada saat itulah disebut breakeven point (BEP) atau balik modal. Ketika ROI sudah melampaui BEP, pengusaha tinggal menikmati keuntungan sampai habis usia produktivitas modal tersebut. Semakin tinggi BEP atau semakin lama balik modal maka risiko kerugian pun semakin besar. Sebaliknya, semakin rendah BEP atau semakin cepat pengembalian modalnya maka semakin kecil risiko kerugian. Oleh karena itu pemilihan investasi biasanya didasarkan kepada rendahnya BEP.

Kebanyakan pengusaha menginginkan untuk mendapatkan investasi dengan ROI setinggi-tingginya dan BEP (sekaligus risiko) serendah-rendahnya. Untuk mendapatkan hal tersebut hanya dengan cara-cara berikut: berinvestasi pada hal yang sudah pasti dan nyata hasilnya, menaikkan harga jual, atau menurunkan bahkan menghilangkan biaya tetap. Kenyataannya sangat sulit memperoleh kondisi ideal yang diinginkan.

Dalam ajaran Islam, setiap pemeluknya sangat dianjurkan menjadi umat yang cerdas, baik dalam urusan ibadah maupun urusan penghidupan. Sangat tidak diharapkan apabila seorang pemeluk Islam bekerja keras dalam kedua urusan tersebut namun tidak memperoleh pembayaran yang layak dan wajar apalagi merugi dunia dan akhirat. Oleh karenanya banyak sekali jenis perniagaan dan investasi yang ditawarkan oleh Allah bagi umat Islam yang menjanjikan ROI sangat tinggi dengan BEP dan risiko yang boleh dikatakan rendah. Risiko tersebut menjadi rendah hanya dengan 2 syarat: ikhlas karena Allah, dan mengikuti (ittiba) sunnah Rasulullah (sesuai pemahaman salafus salih).

Di antara jenis investasi yang ditawarkan adalah “investasi huruf ba”. Bagi kebanyakan orang huruf ba dianggap huruf biasa yang terdapat di dalam abjad arab. Namun hanya sebagian kecil yang menganggapnya luar biasa, apalagi memiliki ROI yang sangat luar biasa. Di dalam aktivitas kehidupan para pemeluk Islam, huruf ba ini diaplikasikan kepada banyak hal. Sebagai salah satu huruf dari huruf-huruf Alquran, apabila dibaca huruf ba bernilai 10 kebaikan.

Adalah kebiasaan umat Islam untuk membaca “bismillah” setiap kali mengawali aktivitasnya. Hal itu sangat dianjurkan dan menunjukkan kepasrahan kepada Allah. Apabila tidak ada huruf ba pada kalimat “bismillah” maka kalimat itu menjadi tidak berarti. Dalam sehari semalam, dapat dipastikan seorang muslim membaca kalimat “bismillah” minimal 22 kali. Angka itu diperoleh dari jumlah rakaat salat wajib karena membaca surat Al-Fatihah dan ketika memulai wudu. Sehingga jika ia memenuhi syarat, ia berhak memperoleh 220 kebaikan. Belum lagi jika dalam memulai aktivitas lainnya ia juga membacanya tentu akan lebih banyak kebaikan yang diterimanya.

Akan tetapi, investasi huruf ba tidak berakhir di sini. Allah juga menjanjikan bahwa siapapun yang memberi contoh kebaikan di dalam Islam, maka si pemberi contoh akan mendapatkan nilai kebaikan yang setara apabila contoh itu diamalkan oleh orang lain dan orang-orang setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka. Dengan kata lain apabila kalimat “bismillah” sebagai kalimat yang baik kita contohkan kepada orang lain, maka dari 1 orang yang mengamalkannya kita berhak mendapatkan minimal 220 kebaikan yang sama. Bagaimana kalau lebih dari 1 orang, tinggal dikalikan saja. Luar biasa! Duhai betapa beruntungnya para guru ngaji yang mengajarkan huruf ba.

Karena investasi huruf ba sudah jelas dan pasti hasilnya, jelas tinggi harga jualnya (nilai pahalanya) dan tidak membutuhkan biaya. Dapat dipastikan bahwa berinvestasi pada huruf ba, akan memperoleh ROI yang tinggi dan BEP (sekaligus risiko) yang rendah.

Namun, jangan berkecil hati jika kita tidak menjadi guru ngaji. Investasi terbesar bagi setiap orang tua adalah anak-anak yang dititipkan oleh Allah baik secara kandung, maupun secara asuh. Jika orang tua menginginkan bagian yang banyak pada investasi huruf ba, sangat dianjurkan untuk mulai mengajari anak-anaknya membaca huruf ba secara baik dan benar. Tentu dengan tetap memenuhi 2 syarat: ikhlas dan ittiba. Insya Allah mendapatkan ROI dan BEP yang diharapkan.


%d blogger menyukai ini: