Tentang cemburu

5 April, 2016

Kalau istri Anda cemburu, bersyukurlah wahai suami. Itu tanda dia dewasa, tidak cengeng, dan peduli denganmu.

Kalau suami Anda cemburu, bersyukurlah wahai istri, itu tanda dia dewasa, bertanggung jawab dan mengasihimu.

Kalau pasangan Anda sama sekali tidak cemburu, kecewalah, karena itu tanda ia tidak sayang padamu, tidak peduli, tidak bertanggung jawab, dan tidak dewasa.

@ndi, 06042016

Iklan

bukan salah pasangan anda

13 Maret, 2015

Jika Anda menunggu pasangan hidup Anda untuk membuat Anda bahagia, maka Anda akan menunggu untuk waktu yang lama. Tidak mungkin bagi seorang suami mengambil tanggung jawab untuk keamanan emosional istrinya. Begitu pula sebaliknya, tidak mungkin seorang istri bertanggung jawab atas kepuasan suaminya. Ringkasnya: tidak seorang pun dapat mengambil tanggung jawab atas kebahagiaan atau kepuasan orang lain. Harapan yang tidak sehat ini disebabkan oleh ego, ketidakpuasan dan permasalahan “diri” di dalam pikiran. Kadang-kadang mengarahkan seseorang untuk salah menempatkan tanggung jawab pada pasangan hidupnya.

Prinsip dari sebuah hubungan dapat melibatkan apakah mengambil tanggung jawab atau mengelaknya, tergantung kepada mana yang adil. Satu alasan yang didambakan oleh ego dalam membina hubungan adalah karena di dalam hubungan berpeluang besar untuk menghindari tanggung jawab. Ego menginginkan orang lain mengambil tanggung jawab atas rasa bahagia, dihargai, aman, diurus, dll. Ego tidak mau bertanggung jawab atas hal-hal ini jika ada orang lain yang mau melakukannya.

“Mengapa saya harus berupaya mencari kebahagiaan, apabila saya dapat melimpahkan tanggung jawab itu kepada pasangan saya?”

“Banyak laki-laki yang antri untuk menerima saya apa adanya, mengapa saya harus belajar menerima diri sendiri?”

“Itu tanggung jawab istri untuk memuaskan suaminya, mengapa saya harus belajar pengendalian diri?”

Ego barangkali akan bertanya hal-hal seperti ini untuk merasionalisasi kecanduannya, egois, dan kelakuan tidak mau bertanggung jawab, yang dapat merusak hubungan romatis. Ketika seseorang menyadari bahwa ekspresi cintanya yang tanpa pamrih mulai membuat pasangannya tidak bertanggung jawab, maka ia harus melepas tanggung jawab darinya.

Seorang istri dapat mengatakan kepada suaminya bahwa ia dapat mencoba menyenangkan suaminya tetapi ia tidak dapat bertanggung jawab apabila suami tidak puas, tidak dapat dipersalahkan atau dituntut apabila tidak memuaskan. Seorang suami dapat mengatakan kepada istrinya bahwa ia dapat menghabiskan waktu lebih banyak untuk istrinya dan berkomunikasi dengan lebih baik kepadanya tetapi ia tidak dapat bertanggung jawab atas rasa tidak aman atau emosi yang tidak stabil pada istrinya.

Memang, cinta tanpa pamrih itu sehat, tetapi cinta tanpa pamrih hanya dapat terlindungi dengan penerapan yang benar pada tanggung jawab atas hubungan. Ketika seseorang bertanggung jawab atas apa yang ia dambakan, maka cinta tanpa pamrih bebas diekspresikan tanpa berisiko untuk memungkinkan pasangannya tidak bertanggung jawab atau memiliki rasa berhak yang tidak tepat. Secara bersama-sama, cinta tanpa pamrih dan tanggung jawab atas hubungan akan mempertahankan hubungan yang bahagia dan langgeng.

sumber: http://familyshare.com/marriage/ladies-its-not-your-husbands-fault-youre-crying


3 macam harta yang bernilai

25 Februari, 2015

ليتخذ أحدكم قلب شاكرا، و لسانا ذاكرا، وزوجة مؤمنة، تعين أحدكم على أمر الآخرة.

رواه الترمذي و أحمد وابن ماجه

“Hendaklah kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, istri yang beriman yang menolong kalian pada urusan akhirat.”

Diriwayatkan oleh At-Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah.

View on Path


hak-hak suami dan istri

22 Februari, 2015

– at Masjid Al Muhajirin wal Anshor

View on Path


menjadi suami pendamping persalinan

15 Juli, 2014

Dalam tradisi Islam, perkara yang disebutkan dengan rinci di dalam Alquran biasanya merupakan perkara yang besar dan perlu mendapat perhatian serius. Di antara perkara itu adalah kisah kehamilan Maryam sampai ia melahirkan Isa alaihi salam. Alquran menceritakannya dalam serangkaian ayat yang tersusun secara kronologis dan sarat makna, yaitu di dalam surat Maryam, 19: 22-26.

Pemahaman terhadap ayat-ayat ini dapat kita pelajari dari kitab-kitab tafsir semacam Tafsir Ibnu Katsir dan semisalnya. Adapun artikel ini ditulis hanyalah dengan maksud merefleksikan beberapa faidah dan hikmah dari serangkaian ayat kisah persalinan tersebut ke dalam pengalaman sebagai suami yang mendampingi persalinan.

Kehamilan adalah kondisi yang memayahkan bagi seorang ibu. Sembilan bulan seorang ibu mengandung dan bertambah payah menjelang kelahiran bayinya. Kondisi yang juga dialami oleh Maryam ketika mengandung Isa. Oleh rasa sempit di hatinya, Maryam memencilkan diri ke suatu tempat yang jauh dari Yerusalem, yaitu Betlehem.

فَحَمَلَتْهُ فَانتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (19:22)

Seorang suami berperan mendukung suasana hati bagi istrinya yang sedang hamil. Meringankan rasa kepayahan oleh karena membawa beban kandungan yang semakin berat. Ketenangan dan kelapangan hati menjadi hal yang sangat berharga bagi ibu hamil, menjaganya untuk tetap optimis dan berprasangka baik kepada Tuhannya.

Sebagaimana Maryam telah menjauh dari keramaian manusia, menjelang kelahiran adalah saat-saat yang sangat membutuhkan privasi. Secara naluri, perempuan yang akan melahirkan akan mencari tempat dan posisi yang nyaman hingga pada titik tertentu kehilangan rasa malu. Maka sangat penting bagi suami untuk menjaga aurat istrinya dari pandangan manusia yang tidak berkepentingan.

Memilih tempat persalinan mestilah mempertimbangkan kenyamanan si ibu, menjaga privasinya, dan menjamin keamanan serta tindakan yang diperlukan apabila timbul masalah. Rumah sakit bersalin biasanya dipilih karena dianggap paling aman karena menyediakan dokter dan peralatan yang memadai ketika menghadapi masalah persalinan.

Persalinan di rumah dapat dipertimbangkan jika kondisi ibu dan janin sehat tanpa komplikasi. Lagipula sebenarnya lebih aman karena kecil kemungkinan terjadinya infeksi (umumnya kuman di rumah lebih sedikit dibandingkan di rumah sakit). Hanya saja dokter atau penolong enggan membantu karena kemungkinan timbulnya kesulitan saat persalinan.

Alih-alih memberikan ketentraman bagi seorang ibu yang akan melahirkan, membawanya ke rumah sakit umum atau rumah bersalin malah membuatnya kehilangan banyak privasi dan sulit untuk menjaga auratnya dari pandangan manusia. Oleh karenanya tidaklah salah jika Syaikh Al-Albani menasihatkan agar  perempuan yang hamil hendaknya melakukan persalinan di rumah.

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.” (19:23)

Maryam adalah perempuan pilihan Tuhan, kesalehannya pun tidak dipungkiri, sebaik-baik wanita di masanya. Bagaimanapun ia juga seorang manusia, yang mengalami rasa sakit akan melahirkan seperti perempuan lainnya. Penderitaannya itu pun ditambah pula dengan perasaan berat menanggung fitnah yang akan dihadapinya dengan kelahiran anaknya.

Seorang suami berperan mendampingi istrinya melalui rasa sakit ini. Memilih metode melahirkan juga dapat menjadi pertimbangan sendiri. Persalinan di dalam air dianggap mengurangi rasa sakit saat kontraksi, memberi rasa nyaman dan lebih tenang, serta tidak menimbulkan trauma bagi bayi. Persalinan alami yang tanpa obat penghilang rasa sakit memerlukan ketenangan dan teknik pernapasan, dan yang penting adalah kesiapan hati ibu untuk menghadapi rasa sakit melahirkan.

Pada saat persalinan, suami ibarat pangkal pohon kurma bagi istrinya. Suami berperan dengan menghibur dan memberi semangat. Tetap sabar walaupun istri menjengkelkan pada saat dia sangat menderita. Mengingatkan tentang teknik pernapasan, mengusap kening istrinya yang berkeringat, memeluk bahunya, mengurut punggungnya untuk mengurangi rasa sakit, dan memberi minum bila dia haus.

Suami sangat diharapkan memberikan dukungan agar istrinya tetap menjaga kesalehan selama proses kelahiran. Memperbanyak mengingat Allah untuk menghadirkan ketenangan dan ketentraman hati. Tak lupa memohon keampunan-Nya dan berdoa agar dimudahkan dalam melahirkan.

فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا

“Maka ia diseru dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.” (19:24)

Suami adalah penghibur istrinya di saat kepayahan, memberi semangat dan menyediakan kebutuhan yang diperlukan. Suami harus mendukung secara fisik dan membesarkan hati istri, melalui tahap demi tahap persalinan. Menghapus kesedihan istri dengan kabar gembira akan kelahiran bayi yang dinanti-nantikan.

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,” (19:25)

Penderitaan dan perasaan frustasi yang dialami Maryam tidak boleh memupuskan harapan dan persangkaan baiknya kepada Allah. Pangkal pohon kurma adalah bagian yang sangat kokoh, sehingga sangat sulit dibayangkan bahwa seorang ibu yang kepayahan dan belum pulih akibat melahirkan dapat menggoyangnya sehingga pohon itu menggugurkan buah kurmanya. Allah mengajarkan Maryam untuk bersikap tawakal, manusia harus tetap berupaya sedangkan hasilnya adalah urusan Tuhan.

Rutab atau kurma segar adalah makanan terbaik bagi ibu melahirkan. Penelitian menunjukkan bahwa kurma mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pemulihan. Sebuah makalah ilmiah Shiraz E-Medical Journal menyimpulkan bahwa memakan buah kurma setelah melahirkan lebih cepat mengurangi pendarahan daripada penggunaan suntikan oxytocin pada persalinan normal.

Bahkan sebuah makalah ilmiah pada Journal of Obstetrics and Gynaecology menyimpulkan bahwa mengonsumsi kurma pada 4 minggu menjelang persalinan mengurangi kebutuhan akan induksi dan menjaga pembesaran janin secara signifikan, serta menghasilkan kelahiran yang menyenangkan.

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا

“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.” (19:26)

Suami yang suportif menyediakan buah kurma sebagai cadangan bagi istrinya yang sedang hamil tua maupun selepas melahirkan. Apabila kesulitan mendapatkan rutab atau kurma segar, maka kurma kering atau tamar pun dapat menggantikannya agar ibu melahirkan memperoleh manfaatnya.

Kemudian memberi makan dan minum kepada istrinya yang tentu saja kelaparan dan kehausan setelah berjuang menghadapi rasa sakit melahirkan. Maka apabila bayi yang dinantikan kehadirannya itu telah lahir, suami masih diharapkan perannya membantu istri mengatasi perasaan murung akibat perubahan kadar hormon dan euforia melahirkan.

Suka cita kelahiran adalah karunia dari Allah yang diharapkan keberkahannya dan didoakan kesejahteraannya. Menjadi suami pendamping persalinan adalah sebuah kesempatan dan sangat dihargai perannya.

Wallahu a’lam.


menziarahi al-baqi

11 Maret, 2014

image

Kuburan Al-Baqi terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Telah dimakamkan di sana para istri dan bibi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, anak beliau Ibrahim, dan beberapa orang sahabat radiyallahu anhum. Kebanyakan warga Madinah dan peziarah merindu untuk disalatkan di Masjid Nabawi kemudian dikuburkan di Al-Baqi ketika wafat. Selain karena banyaknya yang menyalatkan juga karena adanya anggapan bahwa penghuni Al-Baqi adalah yang pertama kali dibangkitkan di hari kiamat sebelum penghuni kubur lainnya.

Al-Baqi dibuka untuk umum yang hendak menziarahinya hanya pada dua waktu, yaitu pagi hari di waktu duha dan sore hari setelah salat Asar. Selain kedua waktu itu tertutup dan dibuka bagi yang menguburkan mayat saja. Hanya laki-laki saja yang diperkenankan masuk pekuburan, sedangkan para wanita dipersilakan untuk menunggu dan mendoakan dari luar.

Di Al-Baqi, semua kuburan memiliki bentuk yang sama, berbentuk gundukan dan batu penanda sebagai nisan tanpa nama. Hanya kerabat saja yang mengetahui di mana kubur sanaknya berada. Dahulu pernah ada penanda pada kubur para istri Rasulullah dan beberapa sahabat, berupa bangunan yang memayungi dan nisan bernama. Tetapi para pelaku kesyirikan menjadikannya kuburan keramat dan tempat mengalap berkah. Kemudian semua bangunan diratakan dan tanda nama dihilangkan oleh pemerintah kerajaan Saudi, dalam rangka memenuhi wasiat Rasulullah terhadap kuburan.

Berziarah kubur adalah sunah yang tidak hanya ditujukan pada Al-Baqi tetapi juga kepada pekuburan lainnya, yaitu dalam rangka mengingat mati dan orang yang telah mati, mengingat tempat kembalinya bisa surga atau neraka. Disunahkan pula ketika mendatangi pekuburan muslim untuk mendoakan keselamatan dan memintakan ampun kepada Allah bagi penghuni kuburan. Bukan untuk berwasilah apalagi mengalap berkah.


free mini cup Häagen-Dazs

23 Maret, 2013

banner_shell_free_minicupSebagai salah satu pelanggan pompa bensin Shell dan pengguna kartu kredit Citibank, selalu saja mendapat penawaran bertubi-tubi dari kerja sama keduanya. Yang paling saya nikmati adalah bolehnya potong poin sehingga mendapatkan harga bensin lebih murah daripada harga tertera. Poin diperoleh dari pembelanjaan kartu kredit di manapun termasuk di pombensin. Penawaran yang berlaku pada 18 Februari – 31 Maret 2013 adalah dengan minimum transaksi Rp 300 ribu akan mendapatkan 1 (satu) Minicup Häagen-Dazs. Pada mulanya di spanduk hanya tertera tanda bintang, syarat dan ketentuan berlaku. Kemudian di setiap spanduk yang terpampang di pombensin Shell, ditempel tambahan “pada transaksi kedua”.

Ternyata, tidak cukup sampai di situ. Karena tidak membaca halaman promo Citibank, saya mendapat kejutan justru ketika menukarkan receipt bertuliskan Free 1 Minicup Häagen-Dazs di retail shop bandara Soetta Cengkareng. Pramuniaga yang menerima saya mengatakan bahwa akan memotong poin yang saya miliki untuk memperoleh es krim gratis. Pramuniaga kedua yang melihat saya bertengkar kecil dengan temannya malah dapat menjelaskan dengan lebih baik. Bahwa setiap membeli bensin Shell sebagaimana disebut di atas, pada transaksi kedua akan diberikan bonus poin sebanyak 1350 poin yang dapat ditukarkan dengan es krim gratis. Sebenarnya belanja dengan poin adalah belanja gratis, namun karena banyak pelanggan seperti saya yang tidak membaca lengkap syarat dan ketentuan dan hanya cukup dengan iklan di spanduk, merasa kena jebakan betmen.

Bagaimanapun, ketika kesederhanaan menjadi sesuatu yang berharga, saya akhirnya membawa pulang  1 minicup es krim untuk dinikmati bersama istri tercinta 🙂


%d blogger menyukai ini: