jualan di craigslist

18 Desember, 2007

awalnya cuma mikirin tiket december pass yang dibeli sama koko dan toni, cerita berikutnya malah jadi lucu. kedua temanku itu harus membeli tiket pass supaya tidak perlu bayar setiap naik tram atau bus di calgary selama 2 minggu kursus karena tempatnya yang jauh dari penginapan kami di downtown. jacky mengenalkan kami dengan calgary.craigslist.ca -sebuah situs komunitas online yang menawarkan iklan gratis- untuk mengiklankan tiket pass tersebut barangkali ada yang membutuhkannya.

hari pertama pemasangan iklan sudah ada seorang bernama kelvin yang berminat membeli 2 tiket pass dengan harga $50. harga beli tiket itu $75 per lembar, sehingga kalau dijual dengan harga $25 per lembar tentulah sangat menarik, toni dan koko pun sudah menang pakai selama 12 hari. kami pun janjian ketemu di hari terakhir kami di calgary, jumat siang.

pergi ke negeri kulkas butuh persiapan seperti jacket, celana dan baju hangat sehingga sebelum berangkat ke calgary kami sudah membeli keperluan musim dingin di wintershop toko Lima Enam di ITC mangga dua. karena kabarnya belanja di negara tujuan mahal, lebih baik sudah bawa dari indonesia.  persiapan kami ini bukan percuma, karena kedatangan kami di calgary disambut dengan temperatur minus 22 C sehingga semua barang-barang winter kami terpakai.

kecuali snowpants, yang hanya dipakai ketika kami liburan weekend di banff yang banyak saljunya (salju di calgary tidak tebal dan melting karena temperatur kota lebih hangat daripada di perumahan atau di pegunungan). praktis karena tidak terlalu berguna, kutawarkan saja di craigslist dengan harga $50. tak dinyana, seseorang bernama steve berminat dengan celana salju tersebut. ketika hal ini kuceritakan kepada toni dan koko, koko malah berniat menawarkan winter jacket dan snowpant miliknya masing-masing $60 dan $40 dan dari iklan tsb seorang bernama jim tertarik membeli jacketnya. kami pun berkelakar kalau suatu hari nanti pergi ke negeri kulkas lainnya, tinggal belanja lagi aja, kalau bisa dijual lagi sebelum pulang, lumayan nambah uang saku 😀

hasil penjualan di craigslist tersebut: sebuah winter jacket terjual $55, 3 buah snowpant terjual dengan harga berbeda: $35, $25, dan $20, dan 2 buah tiket pass terjual $40. andi dapat komisi $15 dari seluruh penjualan barang yang dimiliki oleh koko dan toni. alhamdulillah…


i’m coming home soon

16 Desember, 2007

penerbanganku dari london ke singapore makan waktu kira-kira 12 jam, jam 10 waktu london dan mendarat jam 18 waktu singapore. aku mendapat tempat duduk di 28H terletak di barisan pintu emergeny yang jelas sekali lega buat aku menyelonjorkan kaki. teman perjalananku kali ini seorang perempuan singapore bernama Rachel. ia seorang pebisnis exhibition yang pulang dari meeting di Paris dan Brighton untuk persiapan eksebisi internasional tahun 2008.

dari obrolan awal, seorang cabin crew bernama jeremy ikut nimbrung, jeremy ternyata keturunan indonesia dan suriname yang lahir besar dan tinggal di holland. wah, asyik sekali 🙂 tetapi dia tidak bisa berbahasa indonesia atau bahasa jawa, hanya hapal beberapa frasa percakapan saja.

selebihnya penerbanganku terisi dengan tidur, nonton film, meregangkan badan dan melemaskan otot, ke toilet, dan makan makanan yang dihidangkan. asyiknya memesan special request untuk makanan walaupun kita duduk di kelas ekonomi, makanan kita datang lebih dahulu daripada penumpang lainnya. ah, menanti penerbangan berikutnya ke jakarta, kucharge bateri sambil menulis jurnal ini.


free wi-fi along my trip

16 Desember, 2007

setelah berlalu 12 menit kucoba logout dari koneksi internet pay per use di london heathrow untuk setengah jam. karena jika harus lanjut menulis jurnal akan menghabiskan waktu, sehingga kuputuskan koneksi dengan niat menyambung lagi setelah selesai. tetapi yang terjadi adalah username dan password yang kumasukkan selalu salah. akhirnya kusadari bahwa pay per use adalah untuk sekali login. waduh sayang sekali, remaining time 17 menit tidak bisa kupakai dan aku harus membayar full.

changi airport di singapore hanya menyediakan free internet access untuk fasilitas PC yang disediakan, sedangkan untuk akses wi-fi hanya tersedia bagi pelanggan starhub atau telepon singapore. walaupun ada menu pay per use dan harga promosi $6 per 1/2 jam sampai 31 desember 2007, tetapi menu tersebut hanya loop ke halaman muka bukan ke halaman untuk membeli voucher.

lain halnya dengan hongkong, aku bisa sepuasnya ber wi-fi ria, begitupun dengan hotel tempatku menginap di calgary, bebas 24 jam. memang enak jika punya akses unlimited tanpa bayar 🙂


oxford circus di akhir pekan

15 Desember, 2007

rencananya mau ketemu asim lagi di london, tetapi ia tidak pernah membalas smsku. akhirnya akupun turun di stasiun Piccadily Circus, kemudian mengambil gambar patung eros dan gedung-gedung di sekitarnya. lalu aku menuju Oxford Circus dan berjalan-jalan di sepanjang pertokoan yang menjual suvenir-suvenir london dan city of westminster dengan harga banting. sayang sekali, aku sedang tidak berniat untuk berbelanja. kunikmati perjalanan dengan double decker yang terhambat di tengah kemacetan karena ramainya orang-orang memenuhi sepanjang jalan oxford circus.

waktu berlalu, kulihat matahari mulai redup, karena tak kutemukan masjid di sekitarnya, kuambil jalur ke Baker Street dan kulangkahkan kaki menuju London Central Mosque. kutunaikan jamak zuhrain beberapa menit menjelang magrib. kusempatkan berjamaah salat magrib dengan muslim yang lain lalu kulanjutkan dengan salat isya. setelah puas menikmati suasana masjid, kuambil double decker nomor 94 yang mengantarku kembali ke stasiun Oxford Circus. dari lantai atas bus tingkat itu kurasakan keramaian malam akhir pekan sepanjang jalan Oxford Circus.

semua orang tumpah ruah meramaikan saat-saat menjelang natal dan tahun baru yang tentu saja banyak sale. 🙂 tak jauh beda dengan suasana menjelang lebaran di pusat-pusat perbelanjaan di jakarta. ah, sudah malam, kularikan diriku menuju london heathrow terminal 4. lebih baik menunggu di airport daripada terlambat. benar saja, aku datang 3 jam terlalu awal.

melalui screening, pertama kalinya aku diminta lewat fast track, melalui bilik tersendiri dengan melakukan 3 posisi screening. kubaca papan petunjuk ada multifaith prayer room, kulangkahkan kaki ke sana, ada shower room. kusempatkan menyegarkan badan dan mengganti sebagian pakaian yang sudah kotor. lalu kuambil salat sunnah dua rakaat di ruang doa multi keimanan itu.

masih lama menunggu di london heathrow, cuci mata di duty free shop, yang mahal-mahal harganya daripada di oxford circus. lalu duduk mencari tempat, mengeluarkan 3 poundsterling buat mendapat akses wi-fi untuk mengeposkan tulisan ini 🙂


see you next time, calgary

15 Desember, 2007

namanya javed, orang pakistan yang kerja di calgary, dia mau pulang kampung karena liburan natal dan tahun baru cukup panjang, dan ini pulang kampung pertamanya sejak bekerja di calgary 5 tahun yang lalu. awal perkenalanku dengannya adalah karena ia melihatku salat di ruang tunggu bandara calgary, lalu kami terlibat percakapan yang hangat dalam menghabiskan waktu menunggu saat boarding. kebetulan kami transit di london heathrow dan kebetulan pula pesawat berikutnya yang membawa dia ke abu dhabi berangkat jam 20, tak berbeda jauh dengan jadwal pesawatku ke singapore, sehingga kami memutuskan untuk visit london: artinya harus melalui border imigrasi UK.

nomor tempat duduknya adalah 32D (aisle) sedangkan aku 31A (window), ketika boarding kuminta pasangan suami istri yang duduk di 31B dan C untuk bertukar tempat denganku, karena duduk di aisle lebih mudah jika harus bolak-balik ke toilet atau meregangkan badan. tak disangka 31C dan 32D justru bertetangga di aisle, sehingga dalam perjalanan kami sempat melanjutkan obrolan. dia punya perhatian yang sama dengan memesan moslem meal. karena aku bertukar tempat duduk, awak kabin sempat bingung mengantarkan makananku, tetapi selanya lancar saja.

setibanya di london heathrow, kami pun tidak berbelok ke ruang transit, melainkan ke arrival karena berencana berjalan-jalan di london. alhamdulillah petugas mengijinkanku masuk ke london. tetapi tidak demikian dengan javed, ia tidak boleh karena di dalam paspornya yang pakistan tidak terdapat visa UK dan tidak cukup dengan menunjukkan kartu identitas canadanya. dengan begitu, kebersamaan kami sampai di situ saja. tetapi banyak hal yang kudapatkan dari javed sepanjang obrolan.

paling tidak aku mengetahui informasi bahwa calgary lagi butuh pekerja buat perminyakan, karena melihatku sebagai engineer yang bekerja di perminyakan, ia menanyakan apakah aku memiliki niatan untuk pindah ke calgary, sekaligus melanjutkan kuliah di sana. kalau yang ini… belum bisa kujawab 🙂


frozen calgary

14 Desember, 2007

it was take a long time to decide joining this course after canceling the same topic in october due to US visa application reason. because of find another course outside my scope of job was unacceptable, i came back to this topic and found it hold in calgary, in december, early winter.

few times was taken to get familiar with this city, from its weather, its panorama, its life, its food, many things. first time step on this city, the temperature was -22 C, it’s not only cold, but very cold as i am a tropical man. how could i pass this winter? thanks to God, all winter things were prepared in Jakarta prior to fly. and fortunately, i have jacky, was a school friend, to pick me at calgary airport.

i was coming to calgary with my 2 friends, and we decided to share the room in ramada hotel downtown although we were joining different topics and venue. both of my friend should take tram and bus to get their course venue, while i only went down the stair for 4 floors only.

in the beginning, 10 days course plus 2 days off was feel too long, but as the time goes by, and we did enjoy our course and off, it’s just passed so fast. minus 5 C to minus 20 C is a usual condition we face everyday. watching the snow fall from the sky and touch our dry face skin was very nice experience. watching the snow melt and clear the road, was a grateful moment. play on the snow was very interesting for the first time people like us.

dear frozen calgary in early december, although we know you’ll have the coldest ever in february, i hope this journey, its course and everything i can take for any lessons are useful and applicable to my daily job and life.


it’s london, then…

11 Desember, 2007

when i came to london on Dec 2nd, 2007 the weather is about 5C and i feel so cold just the time the tube arrived at upton park station. padahal selama di airport hingga naik tube, i didn’t feel so cold before. plus, the day was rainy, so the cold makin tambah lah. mampir di rumah asim for breakfast and mandi. guess that i couldn’t get the temperature. so mandi saat itu adalah wrong time. but i had to, because my long journey sejak saturday afternoon until monday morning (actually, if arriving london at 5 am, means 12 pm in jakarta), boleh dikira tak segar jika tak bathing.

asim then took me to a pakistani restaurant to have our lunch, makan donner turki yang subhanallah, mantap kenyangnya! then catch the tube to whitechapel and took join prayer for zuhr and asr. because asim was called by his motherfor shopping, he only accompany me till i get the piccadily line straight to heathrow. what a short day in london, between rain and shine. gak sempat mampir oxford circus, maybe next time.

it was dark in heathrow when waiting for boarding to canada. i join the prayer for magrib and isha before board the plane. it was an 8 hours journey to vancouver, must have enough rest to get fresh when arrived.


%d blogger menyukai ini: