Tentang amal

18 Maret, 2016

Kita sering kali mengatakan, “ah, apa sih kebaikan yang sudah dia lakukan?” namun tidak mempertanyakan diri sendiri apakah kita sudah melakukannya?

Kita sering berbangga mengatakan, “saya sudah pernah melakukan ini atau itu”, namun apakah kita masih konsisten melakukannya atau yg lebih baik daripada itu?

@ndi, 09061437

Iklan

perempuan kebaikan

21 April, 2015

Perempuanlah, kaum ibu, yang pertama-tama meletakkan bibit kebaikan maupun keburukan ke dalam hati sanubari manusia, yang biasanya tetap terkenang sepanjang hidupnya.

https://pondokecil.com/2010/04/22/untuk-inilah-kami-minta/

View on Path


jadi orang baik

6 April, 2015

Di masa kini, jadi orang baik belum tentu dianggap baik. Apalagi jika berbuat sedikit kesalahan, bisa-bisa malah dipandang tidak ada kebaikannya sama sekali.

View on Path


bersabar dan berbuat kebaikan

11 Maret, 2015

عن الزبير بن عدي قال: أتينا أنس بن مالك رضي الله عنه فشكونا إليه ما نلقى من الحجاج فقال: إصبروا، فإنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم، سمعته من نبيكم صلى الله عليه وسلم.

(رواه البخاري)

Dari Zubair bin ‘Adi mengatakan, pernah kami mendatangi Anas bin Malik radiyallahu anhu, kemudian kami mengutarakan kepadanya keluh kesah kami tentang kekejaman Al-Hajjaj. Maka dia menjawab; ‘Bersabarlah, sebab tidaklah kalian menjalani suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian menjumpai Tuhan kalian. Aku mendengar ini dari Nabi kalian sallallahu ‘alaihi wasallam.’ (Diriwayatkan Al-Bukhori)

***

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini di dalam Sahih-nya pada Kitab Al-Fitan yang berisi tentang berita akhir zaman dan bagaimana cara menyikapinya sesuai tuntunan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan Imam An-Nawawi, penulis Riyadus Salihin, menempatkannya pada Kitab Al-Muqadimat, Bab Bersegera Dalam Berbuat Kebaikan. Perbedaan peletakan ini dapat dimaklumi sebagai fikih sang penulis kitab disebabkan banyaknya faedah yang dapat dipetik dari hadits ini.

Anas bin Malik radiyallahu anhu adalah salah seorang sahabat yang oleh berkat doa Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam dikaruniai umur yang panjang (103 tahun). Ia mengalami beberapa periode umat Islam yang penuh dinamika: sejak hijrah Nabi hingga masa kerajaan dinasti Umayah. Dengan keilmuan dan pengalaman hidup yang sangat kaya itulah maka tidak mengherankan apabila beliau didatangi manusia untuk mengambil faedah darinya.

Al-Hajjaj yang dimaksud pada hadits ini adalah bin Yusuf Ats-Tsaqafi, seorang pembesar di masa khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Bani Umayah, yang memerintah dengan cara-cara kekerasan dan sangat mudah menumpahkan darah. Namun, kebijakannya ini telah berhasil membuat keadaan di wilayahnya menjadi aman, suatu pencapaian yang tidak didapatkan oleh pemimpin-pemimpin daerah sebelum dirinya.

Fitnah turun kepada umat ini seperti hujan dan akan terus menerus menimpa seperti gelombang laut yang bergulung dan silih berganti menerpa pantai. Di antara fitnah itu adalah kepemimpinan dan kondisi yang lebih buruk daripada sebelumnya. Maka itu pandangan orang yang berilmu dalam menyikapi fitnah adalah menganjurkan manusia untuk bersabar dalam menempuh cobaan.

Termasuk hal itu adalah untuk bersabar terhadap kebijakan penguasa, tidak keluar dari ketaatan kepada penguasa. Seandainya Anas bin Malik mewasiatkan untuk memberontak tentu akan timbul kerusakan yang besar ketika itu. Namun beliau memerintahkan untuk bersabar sebagaimana wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tentu bukan tanpa maksud jika Imam An-Nawawi meletakkan hadits di atas pada Bab Bersegera Dalam Berbuat Kebaikan. Dengan kabar bahwa zaman yang akan datang lebih parah kondisinya dan begitu banyaknya kerusakan maka sangat tidak elok jika kita berlambat-lambat dalam berbuat kebaikan.

View on Path


pemimpin cerminan rakyat

8 Maret, 2015

Bagaimanapun pemerintah suatu kaum adalah cerminan dari rakyatnya.

Ada yg suka mencela pemerintah, maka jangan heran jika pemerintah juga mencela rakyatnya.

Ada yg berkata, “sebagai penguasa kok tidak memberi contoh yg baik bagi rakyatnya.” Maka jangan heran karena rakyatnya sendiri yg telah memulai untuk tidak menjadi contoh kebaikan.

Ada yg menuntut, “harusnya pemerintah begini atau begitu,” dst. Maka jangan heran jika pemerintah banyak menuntut kepada rakyatnya.

Ada yg berkata, “bukankah pemerintah adalah pelayan rakyatnya?” Maka jangan heran jika pemerintah meminta bayaran tinggi untuk pelayanan itu.

Ada yg selalu mengeluhkan apa yg telah dilakukan oleh pemerintah. Maka jangan heran jika pemerintah juga sering mengeluhkan rakyatnya.

Ada yg berkata, “begitulah kalau pemerintah bukan dari rakyat tapi titipan, dsb.” Maka jangan heran karena rakyat telah lupa bahwa pemerintahnya diperoleh dari sistem pemilihan langsung.

Jika ada yg berkata, “Siapa tuh yang kemarin memilih, gue sih kagak.” Maka jangan heran kalau pemerintahnya adalah orang yang tidak mau dipersalahkan.

Ada dari rakyatnya berkata, “ah gak semua rakyatnya kelakuannya seperti dia. Masih banyak kok yg baik.” Lalu mengapa rakyatnya tidak berujar hal serupa tentang pemerintahnya?

Ada yg tidak pernah mendoakan kebaikan bagi pemerintahnya, malah sebaliknya mendoakan keburukan. Maka jangan heran jika rakyat tidak mendapatkan dipimpin oleh pemerintah yang baik.

#savepemerintah #saverakyat #sos

View on Path


berbuat baik kepada ibu bapak

28 Februari, 2015

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

(QS 17:23) – at rumah belajar Ibnu Abbas

View on Path


penunjuk kebaikan

7 Januari, 2015

‏وعن أبي مسعود الأنصاري رضي الله عنه عن النبي ﷺ أنه قال:

من دل على خير فله مثل أجر فاعله.

مسلم

View on Path


%d blogger menyukai ini: