pembatas reaksi dan organisasi

1 November, 2014

di dalam reaksi kimia, “limiting reagent” atau reagen pembatas adalah unsur yang sepenuhnya habis pada saat reaksi kimia selesai. jumlah produk yang terbentuk akan sejumlah reagen pembatas yang tersedia, karena reaksi kimia tidak dapat dilanjutkan tanpa keberadaan reagen tersebut.

reagen pembatas benar-benar membatasi reaksi. jika pada akhir reaksi terdapat sejumlah reagen lainnya yang tidak bereaksi dengan reagen pembatas, maka disebut sebagai reagen tersisa.

di dalam peperangan, kereta yang ditarik oleh 12 ekor kuda akan terbatas kecepatannya oleh kuda yang paling lambat. sekencang apapun lari kuda-kuda lainnya, jika ada kuda yang lebih lambat maka kereta kuda tidak akan dapat berlari lebih cepat daripada kecepatan kuda yang lambat tersebut. kuda ini disebut sebagai pembatas kecepatan. selisih kecepatan kuda-kuda lainnya yang tidak terpakai disebut sebagai potensi tersisa.

di dalam paduan suara atau orkestra, irama dan tempo akan ditentukan di awal. setiap fungsi suara atau alat musik akan menyesuaikan dengan irama dan tempo yang ditetapkan. hal ini dilakukan dalam rangka menghasilkan nada yang harmoni. “noise” atau suara yang berbeda akan menghasilkan ketidakharmonian paduan suara atau orkestra.

di dalam organisasi, kemajuan dan pencapaian tim akan bergantung kepada seberapa besar upaya yang dilakukan oleh anggota tim. jika ada salah seorang anggota yang lebih lemah tentu akan mempengaruhi besaran hasil yang diperoleh.

organisasi yang berorientasi profit secara alamiah akan bekerja lebih profesional dibandingkan organisasi non profit. akan tetapi organisasi non profit dapat bekerja lebih baik apabila menetapkan tujuan dan motivasi pada level yang tinggi.

tim yang profesional akan mempersilakan kepada anggota yang merasa tidak mampu mengikuti irama langkah yang telah ditetapkan untuk mundur. karena mempertahankannya akan menimbulkan banyak permakluman atau “excuse”. sementara semua permakluman yang diterima akan membuat pencapaian target tidak optimal.

kecuali jika kesenjangan masih dapat ditoleransi, maka tim dapat mengatur irama yang lebih dapat diterima oleh semua anggota. sebaliknya bagi anggota yang memiliki standar lebih tinggi apabila tidak dapat menyesuaikan dengan irama yang lebih rendah akan keluar dari tim dan mencari tim lain yang senada.

ini bukan tentang kebersamaan tanpa syarat, apalagi masalah tega. belajar dari reaksi kimia dan kuda perang, tim yang menjadi reagen pembatas apabila kesenjangannya terlalu lebar akan membuat banyak potensi tersia-siakan. belajar dari orkestra dan paduan suara, nada yang melenceng dari irama dan tempo malah akan membuat tim berantakan.

(08-01-1436)

View on Path


kereta api dan nasib masinis

7 Oktober, 2010

Sabtu lalu, 2 Okt 2010, bersamaan dengan kejadian tabrakan kereta di stasiun Petarukan, Jawa Tengah, saya dan keluarga sedang menikmati hari berkereta di taman mini indonesia indah (tmii) untuk mengenalkan kepada anak-anak saya tentang perkeretaapian. Mulai kereta mini yang bergerak di rel di atas tanah, titihan samirono aeromovel yang bergerak di rel atas angin, hingga kereta gantung yang bergerak di rel kabel. Kegembiraan yang berbeda-beda dirasakan dan ditunjukkan oleh kedua anak saya yang antusias naik ketiga jenis kereta tersebut.

Cukup Rp50 ribu per orang untuk dapat menikmati ketiga wahana tersebut, di luar tiket masuk tmii tentunya. Kereta mini mirip dengan kereta yang bergerak di atas rel atas tanah, menaikkan dan menurunkan penumpang di setiap stasiun, membunyikan loncengnya jika menyeberangi jalan umum, serta peluit khasnya saat mendekati stasiun. Kereta ini digerakkan oleh masinis dipandu oleh sinyal yang dikirimkan stasiun.

Titihan samirono Aeromovel adalah kereta yang bergerak di atas rel bantalan angin (elektromagnet), mirip monorel yang relnya tidak di atas tanah melainkan di atas jalur yang dipasang di antara tiang-tiang beton, dan untuk mencapai peron stasiun harus naik tangga. Kereta ini dikendalikan dari stasiun oleh sejumlah sinyal elektromagnet yang dikirimkan, dan masinis hanya serep untuk memacu awal dan berjaga.

Kereta gantung adalah kereta yang digantung di kabel yang dipasang pada tiang-tiang yang sangat tinggi dan kabel tersebut digerakkan dari stasiun. Pemandangan di atas kereta gantung lebih menarik karena berada di posisi terbangnya burung-burung (maksudnya bisa melihat ke bawah dan jauh pandangan). Di tmii, danau dan pulau-pulau buatan yang menggambarkan indonesia serta anjungan budaya yang mengelilinginya dapat dilihat dari atas kereta gantung.

Karena kereta api merupakan sistem yang terintegrasi antara masinis, rel, stasiun dan sinyal, maka melihat kembali kecelakaan kereta yang terjadi tidak melulu tepat menjadikan kelalaian masinis sebagai penyebabnya. 

Nonton SIGI malam ini, saya jadi prihatin dengan nasib masinis yang begitu tulus menjalani pekerjaannya. Sangat disayangkan apabila profesi ini tidak menjadi daya tarik dibandingkan dengan pilot atau nakhoda. Diperlukan perhatian dari pemerintah dan dukungan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan masinis demi kemajuan perkeretaapian Indonesia. 

Bacaan lebih lanjut:

http://sosbud.kompasiana.com/2010/10/06/jangan-ngimpi-jadi-masinis-nak/

http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=865&Itemid=1

http://www.kereta-api.co.id/


efisiensi busway

11 Maret, 2009

melanjutkan tulisan kemarin keluar dari stasiun gambir, saya melewati  parkiran taksi bluebird langsung menuju halte busway, mengabaikan para supir taksi dan ojek motor. waktu menunjukkan jam 21:45 masih ada 15 menit secara teori sebelum semua halte busway tutup kasir. di depan kasir saya ditanya oleh petugas, “mau ke mana pak?” saya jawab bahwa saya mau ke ragunan, dengan melakukan 2 x transit di harmoni dan dukuh atas.

berbeda dengan kereta yang apabila penumpang hendak berganti rute harus keluar peron untuk membeli karcis kemudian masuk lagi, busway memberikan keleluasaan bahwa selama berada di dalam halte, penumpang tidak perlu membeli karcis lagi untuk dapat menaiki bus dengan rute yang berbeda. inilah efisiensi busway yang perlu ditiru oleh kereta.

Baca entri selengkapnya »


efisiensi berkereta

10 Maret, 2009

kereta api masih jadi alternatif kendaraan saya dari bandung ke jakarta, terutama pada long weekend kemarin, dimana hampir semua shuttle already fully booked sedangkan mencapai terminal leuwi panjang memakan waktu lebih lama dan harus melewati beberapa titik kemacetan. dengan biaya yang sama dengan karcis bus bandung-lebak bulus, saya peroleh tiket argo gede plus mendapatkan snack kotak berupa roti dan air minum. waktu tempuh bandung jakarta juga tidak jauh berbeda pada kisaran 3 jam. ketika kereta berhenti di jatinegara, pada pukul 21:30 saya memikirkan alternatif kendaraan: taxi dari jatinegara, busway, KRD atau KRL.

Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: